Menu

Mode Gelap

Hiburan · 19 Agu 2023 20:36 WIT

Masyarakat Sempat Protes Tak Bisa Masuk Nonton Konser di Kuala Kencana


Suasana Check Point Kuala Kencana ketika masyarakat tak bisa masuk.Foto: Kristin Rejang - Sasagupapua.com Perbesar

Suasana Check Point Kuala Kencana ketika masyarakat tak bisa masuk.Foto: Kristin Rejang - Sasagupapua.com

MASYARAKAT Mimika antusias menonton Konser yang diselenggarakan oleh PT.Freeport Indonesia.

Sayangnya karena padatnya suasana didalam Kuala Kencana, sehingga para petugas penjagaan menutup akses di Check Point Kuala Kencana. Selain itu karena acara konser telah dimulai sejak pukul 17.40 WIT sementara akses masuk baru saja ditutup sekitar pukul 20.00 WIT.

“Kami ingin nonton konser, kami jauh-jauh dari Timika mau nonton konser,” seru satu orang masyarakat.

“Pak tolong lah, coba begini undang artis buat konser di Eme Neme Yauware lagi boleh,” teriak seseorang.

- Advertising -
- Advertising -

Akibatnya, masyarakat yang sudah berada didalam sempat tidak bisa keluar dari arah Kuala Kencana.

Para petugas jaga akhirnya mencoba koordinasi dengan pihak panitia akhirnya sekitar pukul 20.10 WIT pagar Check Point perlahan dibuka untuk para masyarakat masuk dan menikmati konser.

“Akhirnya kami bisa masuk, terimakasih bapak security,” begitu antusias masyarakat terlihat bahagia ketika pintu akses dibuka.

Pantauan Sasagupapua.com, dua artis sudah mulai bernyanyi yakni Whllyano dan Marcell Siahaan ketika pagar check point di tutup. Sehingga masyarakat yang terlambat datang terpaksa harus berlama-lama di luar pagar.

Sementara suasana konser berjalan baik, disaksikan ribuan masyarakat. Dimana kondisi parkiran terlihat sangat padat didalam area kuala kencana tepatnya dari perempatan Shopping.

Parkiran mengular hingga di bundaran menuju ke SOS.

Untuk diketahui PT.Freeport Indonesia menyelenggarakan konser musik menghibur masyarakat  dalam momen Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-78 Republik Indonesia (RI) di Kuala Kencana yang menghadirkan artis Whllyano, Marcell Siahaan dan Rum Fararur Production (Omcon dan RnD).

 

Penulis: Kristin Rejang

Artikel ini telah dibaca 218 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mengenang Arnold Ap, Pace Santana: Dia Bukan Sekadar Seniman, Tapi Suara Tanah Papua

27 April 2026 - 00:26 WIT

Bukan Sekadar Kenangan: Dave Baransano Maknai Arnold Ap sebagai Cultural Legacy yang Hidup

26 April 2026 - 23:24 WIT

Menjaga Nyala Obor Arnold Ap, Neles Rumanasen Ajak Seniman Papua Terus Angkat Bahasa Ibu dan Jaga Warisan Budaya

26 April 2026 - 22:02 WIT

Menuju Oktober 2026: Henes Sondegau Ajak Semua Pihak Sukseskan Festival Reggae Papua ke-XI

29 Maret 2026 - 22:24 WIT

Dave Baransano: “Kita Masih Manusia Kelas Dua di Bangsa Ini – Standar Musisi Papua Adalah Internasional!”

28 Maret 2026 - 17:46 WIT

Papua Reggae Festival XI Siap Menjadi Panggung Pembuktian Musisi Lokal Menuju Dunia

27 Maret 2026 - 22:58 WIT

Trending di Hiburan