Menu

Mode Gelap

Agama · 14 Mei 2025 14:41 WIT

Menyapa MenHAM, Uskup Bernardus: Semoga HAM Semakin Maju di Negara Indonesia ini


Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA. Perbesar

Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Usai Ditahbiskan,  Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA membawakan sambutan di Gereja Katedral Tiga Raja, Rabu (14/5/2025).

Diakhir Sambutannya, Uskup Baru mengucapkan terimakasihnya kepada seluruh pihak termasuk kepada Ketua Panitia Pentahbisan, Johannes Rettob, hingga para tamu yang hadir.

Dalam momen tersebut, tampak Natalius Pigai selalu Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), ia juga turut disapa oleh Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.

“Menteri HAM terimakasih karena sudah datang. Semoga HAM semakin maju di negara Indonesia ini, menegakan HAMnya semakin maju,” ungkapnya.

- Advertising -
- Advertising -

Sebelumnya, diawal sambutan, Uskup Bernardus menyampaikan tiga hal yang sudah pernah ia sampaikan ketika pengumuman uskup terpilih.

Dimana ia menyampaikan tiga prinsip yang menjiwai langkah-langkah pastoral di keuskupan Timika yakni sikap mendengarkan satu sama lain, sikap terbuka dan dialog berkomunikasi satu dengan yang lain.

“Apapun perbedaannya kita saling berdialog, saling berkomunikasi maka kita akan saling mengenal satu dengan yang lain,” katanya.

Ia mengungkapkan sikap hati yang rela bekerjasama untuk membangun cita-cita bersama di keuskupan Timika ini.

Ia juga berharap apa yang telah dirintis oleh Mgr. John Philip Saklil dapat dilanjutkan dan yang belum, mereka akan bekerjasama untuk melengkapi  melanjutkan impian dan visi dari Mgr. John Philip Saklil yaitu tungku api dimana adat, gereja dan pemerintah adalah mitra,  untuk membawa damai dan sukacita bagi masyarakat di keuskupan Timika ini,

“Sebagaimana dikatakan oleh seorang filsuf terkenal, Marthen Buber bahwa relasi kita bukan relasi antar barang dan relasi karena ada kebutuhan dan kepetingan tapi relasi karena cinta , aku denan aku, subjek dengan subjek saling membangun relasi demi nilai kemansiaan, nilai persaudaraan, nilai persahabatan, nilai keilahian didalam diri kita masing-masing sehingga kita menjadi pintu bagi satu sama lain sehingga siapapun yang mengalami persoalan, masalah dalam hidupnya dapat menemukan sukacita karena kita membuka diri untuk saling membangun relasi dan dialog, membangun pengertian dan saling memahami satu sama lain dengan bekerja sama mewujudkan cita-cita bersama,” ujarnya.

Semoga dengan perayaan hari ini kata uskup, bisa memberikan semangat persatuan dan persekutuan sebagai saudara untuk mewujudkan misi gereja bersama yaitu damai, sukacita, keadilan dan keutuhannya sehingga dengan demikian tercapailah apa yang diimpikan oleh Tuhan sendiri kepada kita dalam persiarahan di dunia ini menuju kepadanya.

Ia menyampaikan pesan dan harapannya agar jangan tenggelam dalam pesta pora tapi berlutut dan berdoalah karena Uskup Bernardus yang dinobatkan dalam sakramen Episkopal ini tidak menuntut tahta, pujian dan sembah tetap merangkul salib.

“Aku bukanlah pemenang, tetapi domba kurban yang dipilih untuk memimpin keuskupan Timika dan Tanah Papua yang diselimuti konflik dan kematian,” serunya.

MenHAM RI, Natalius Pigai terlihat tersenyum ketika disapa oleh Uskup Keuskupan Timika.

Ia mengatakan sesaat setelah terpilih di ruang kapela kedutaan Vatican di Jakarta, menjadi saksi pengaduan dan penyerahan dirinya, ia merasa takut dan menangis bukan dalam kemenangan tapi dalam ketakutan dan keterdiaman sambil bertanya pada Tuhan mengapa ia yang dipilih.

“Aku menyerahkan kelemahan-kelemahan kepada sang gembala Agung, aku merasa tidak layak tapi ada bisikan suara tuhan tidak membutuhkan yang kuat sempurna dan sukses. Tuhan hanya membutuhkan jawaban kesetiaan dari diriku,” kata Uskup.

Uskup Bernardus mengatakan, ia akan memikul tanggung jawab besar, banyak beban yang harus ia pikul.

“Aku akan lelah dan letih tetap i karena bantuan tuhan dan doa bunda maria beserta dukungan umat sekalian menjadi kekuatan dan peneguh bagi saya bersama-sama memikul beban melayani bagi gerejanya di keuskupan Timika ini. Oleh karena itu harapan saya kepada bapak ibu sekalian ingatlah dan bawahlah aku dalam doa kalian, bila kalian mengingat saya, maka kita berjumpa dalam doa. Terimakasih untuk semua,” pungkasnya.

 

 

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 178 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemuda Katolik Nabire Apresiasi Bantuan Rp1 Miliar Pemkab untuk Gereja Santo Petrus Ugida

29 Maret 2026 - 20:11 WIT

Gereja KINGMI Bukit Zaitun Kalisusu Siap Gelar Perayaan Emas Setengah Abad

24 Maret 2026 - 08:52 WIT

Enam Poin Seruan Uskup Timika: Soroti Senjata Modern dan Ketidakpastian Hukum di Kapiraya

6 Maret 2026 - 08:51 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Tutup MuspasMee VIII Bupati Paniai Tampil Gagah Berbusana Koteka: Program ‘Eda-Owada’ Jadi Prioritas

9 Februari 2026 - 13:40 WIT

Seminar Nasional Keluarga Katolik Terbesar Akan Dilaksanakan di Nabire Hadirkan Romo Eko Wahyu, OSC

9 Februari 2026 - 12:31 WIT

Trending di Agama