SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Papua Tengah menyelenggarakan apel dan pawai kebangsaan di Kabupaten Nabire, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati kembalinya Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan tema “Bersatu dalam Keberagaman, Kuat dalam Kebangsaan.”
Sekretaris Jenderal BMP RI wilayah Papua, Ali Albert Kabiay, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas momentum sejarah tersebut.
“Kami hari ini merayakan momentum kembalinya Papua ke dalam bingkai NKRI. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, TNI-Polri, dan pihak-pihak yang sudah membantu pelaksanaan kegiatan positif ini,” ujarnya.
Ali mengatakan edukasi sejarah sangat penting bagi generasi muda.
“Momentum ini kita jadikan sejarah bagi generasi muda bahwa pada 1 Mei 1963, Papua kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Kami berharap kita semua bisa saling menjaga toleransi dan keamanan di Papua Tengah. Kalau wilayah kita aman, investasi dan ekonomi masyarakat bisa tumbuh dengan baik,” katanya.
Perkumpulan Putri Sejati Srikandi Indonesia Bagikan Sembako di Nabire Barat
Sementara itu, Perkumpulan Putri Sejati Srikandi Indonesia Kabupaten Nabire menggelar kegiatan pembagian sembako pada Jumat (1/5/2026) pagi di Kompleks Perumahan Pemda, Distrik Nabire Barat.

Perkumpulan Putri Sejati Srikandi Indonesia Kabupaten Nabire menggelar kegiatan pembagian sembako pada Jumat (1/5/2026). (Foto: Ist)
Kegiatan sosial ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Integrasi Papua ke dalam NKRI dan diikuti oleh sekitar 75 penerima manfaat, termasuk mama-mama Papua dan anak yatim.
Dalam sambutannya, Ketua Persatuan Perempuan Nusantara, Adriana Sahempa, mengajak kaum perempuan di Papua untuk lebih mandiri.
“Kita mama-mama Papua tidak boleh malu dan harus terus berjuang untuk kehidupan yang lebih baik. Mari kita perkuat persatuan, berhenti bergosip, dan jaga kesehatan agar terhindar dari penyakit seperti HIV/AIDS,” kata Adriana.
Dirinya juga berpesan agar momen 1 Mei ini dijadikan pengingat bagi perempuan Papua untuk terus berkarya bagi bangsa.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Putri Sejati Srikandi Indonesia, Joko Santoso, mengatakan bela negara bisa dimulai dari hal-hal sederhana.
“Bela negara itu bisa dari hal kecil, seperti disiplin dan menjaga kesehatan diri sendiri. Ibu-ibu memiliki peran besar sebagai pemersatu di dalam keluarga,” jelasnya.