SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Papua Tengah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) serentak bagi delapan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Provinsi Papua Tengah yang bertempat di sebuah hotel di Nabire pada Sabtu, (28/2/2026).
Musda ini menindak lanjuti Surat DPP PAN Nomor :PAN/A/WKU-SJ/845/11/2026 Tanggal 25 Ferbuari 2026, Hal Intruksi Pelaksanaan Musda yang merunjuk pada ketentuan Anggaran Rumah Tangga PAN Bab V Pasal 26 dan Pasal 26 A Hasil Kongres VI PAN 2024. Serta Peraturan partai Nomor 03 Tahun 2020 Tentang Permusyarawatan Tingkat Wilayah, Daerah, Cabang dan Ranting PAN Bab V Pasal 9, DPP PAN.
Musda DPD PAN se Provinsi Papua Tengah ini juga dilaksanakan secara hibrid.
Dalam sambutannya, Ketua DPW PAN Papua Tengah, Deinas Geley, mengatakan filosofi matahari yang menjadi lambang partai merupakan gambaran terang yang menyinari semua lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang. Ia menyampaikan meskipun kegiatan partai sering terlihat sederhana, hal tersebut merupakan cerminan ajaran untuk tetap rendah hati dan tidak sombong di hadapan Sang Pencipta.
“Partai PAN melambangkan matahari yang menyinari semua, di desa, di distrik, di kabupaten, hingga ke pusat. Kita diajarkan untuk tidak meninggi hati, karena jika kita merendahkan diri kepada Pencipta, maka Tuhanlah yang mengangkat kita. Dalam mengurus partai ini, kita harus mengedepankan Tuhan terlebih dahulu,” ujar Deinas Geley.
Terkait dinamika internal, Deinas memuji soliditas partai di Papua Tengah yang menurutnya jauh dari konflik kepengurusan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tanah Papua dengan membuang jauh sikap sektarian atau politik kesukuan yang dapat memicu perpecahan.
“Kita di Papua Tengah ini tidak boleh kotak-kotakkan suku. Kita harus menjadi orang Papua yang memiliki negeri ini dan tidak boleh pecah belah. Terbukti sampai hari ini, PAN tetap tenang, diam, dan bekerja secara solid,” tegasnya.
Mengenai mekanisme pemilihan pengurus DPD, Deinas menjelaskan adanya perubahan instruksi dari DPP PAN pusat. Meski sebelumnya sempat direncanakan melalui jalur aklamasi untuk mempertahankan pengurus lama, namun surat terbaru dari pusat mewajibkan pengajuan tiga nama calon dari setiap daerah untuk ditetapkan salah satunya oleh pimpinan pusat.
“Ada surat dasar dari pusat yang harus kita tindak lanjuti, di mana delapan DPD mengajukan tiga nama ke pusat. Nanti pusat yang akan mengetuk dan menentukan satu nama di antara tiga tersebut. Sebagai calon pemimpin, kita harus siap menghormati dan menerima apapun keputusan dari pusat dengan lapang dada,” jelas Deinas yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua Tengah tersebut.
Menyinggung persiapan Pemilu 2029, Deinas meminta seluruh kader untuk bersiap menghadapi dua kemungkinan opsi regulasi pemilihan, baik melalui sistem proporsional terbuka maupun tertutup. Ia menyatakan bahwa strategi pemenangan akan dibahas lebih mendalam saat mendekati tahun politik, namun kata Deinas target utama adalah meraih kursi signifikan agar kader PAN dapat merekomendasikan calon kepala daerah di setiap kabupaten.
Di akhir sambutannya, Deinas Geley juga memaparkan transparansi pengelolaan anggaran partai, termasuk penggunaan dana bantuan Kesbangpol sebesar 151 juta rupiah yang direncanakan untuk pengadaan tanah kantor sekretariat. Ia menutup dengan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja cepat menyiapkan acara meskipun dalam kondisi darurat dan waktu yang singkat.
“Kita berjalan apa adanya semampu kita, yang penting kita ambil esensinya. Teruslah mengandalkan Tuhan dalam setiap perencanaan politik kita, karena tidak ada jalan lain untuk mencapai cita-cita selain bersandar pada Bapa di Surga,” pungkasnya.






