Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 18 Mei 2026 08:27 WIT

Pegiat Literasi Menghidupkan “Tubuh Buku” di Nabire


Suasana kegiatan hari buku di Komoke, Minggu (17/5/2026). Foto: Ist Perbesar

Suasana kegiatan hari buku di Komoke, Minggu (17/5/2026). Foto: Ist

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE — Menepis minimnya aktivitas literasi di Papua Tengah, sejumlah komunitas bergerak bersama menghidupkan kembali budaya membaca melalui sebuah kolaborasi kreatif. Forum Pegiat Literasi Papua Tengah, Noken Buku Club, Kolektif Streo, dan KOMOKE menggelar peringatan Hari Buku Nasional di Komoke Kopi, depan RRI Nabire, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan bertajuk “Ber-Tubuh Buku” tersebut dirancang untuk menghadirkan ruang membaca yang lebih dekat dan inklusif bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Nabire.

Rangkaian acara dikemas secara interaktif dengan melibatkan anak-anak muda hingga masyarakat umum. Momentum ini diisi dengan diskusi berbagi bacaan, kelas merajut, kelas mewarnai, bazar buku, hingga pertunjukan membaca nyaring. Melalui pendekatan yang beragam ini, penyelenggara berusaha merangkul berbagai kalangan agar ketertarikan terhadap literasi dapat tumbuh secara alami.

Anggota Noken Buku Club, Husnul Chotimah Rahanyamtel, menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari kegelisahan bersama akan rendahnya minat baca di wilayah Papua. Kolaborasi antar-komunitas ini diharapkan menjadi pemantik untuk memperluas kesadaran akan pentingnya buku sejak usia dini. Selama ini, Noken Buku Club bahkan konsisten membagikan donasi buku bulanan dan menyediakan buku gratis di dalam noken bagi pejalan kaki agar budaya membaca bisa hadir di tempat-tempat santai.

- Advertising -
- Advertising -

“Kita ingin membangkitkan lagi semangat membaca di Nabire, karena yang saya lihat di wilayah Papua tingkat membacanya masih rendah. Jadi mari kita menemukan rasa membaca supaya kesadaran akan pentingnya membaca semakin luas, termasuk untuk adik-adik kita yang masih kecil. Kita ingin menormalisasi budaya membaca di jalan atau di tempat nongkrong teman-teman,” ujar Husnul kepada awak media usai kegiatan.

Gerakan membaca ini juga diarahkan untuk membentuk pola pikir masyarakat yang lebih berbobot. Ketua Forum Pegiat Literasi Papua Tengah, Meki Tebai atau yang akrab disapa Bung Mecky, menegaskan bahwa literasi masih menjadi pekerjaan rumah besar di Papua Tengah, di mana buku fisik dan digital kini harus saling melengkapi. Terinspirasi dari tokoh kritis seperti Soe Hok Gie, ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti sebagai seremonial semata, melainkan mampu melahirkan program berkelanjutan demi membangun budaya membaca yang kuat.

“Baca buku bukan hanya untuk hiburan, tetapi untuk mengasah cara berpikir kritis dan ikut berbicara tentang isu-isu sosial,” kata Bung Mecky.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemuda Katolik Komcab Nabire Sukses Gelar Diskusi Literasi Digital Bagi Perempuan

9 Juni 2026 - 22:43 WIT

PPDB SMK Yamewa Enarotali: Buka Pendaftaran Jurusan Pertanian, Peternakan, dan Perikanan

7 Juni 2026 - 20:38 WIT

Gandeng Komite Persiapan Persma USWIM Nabire, Kolektif Jurnalis Pinggiran Gelar Diskusi Publik

5 Juni 2026 - 11:53 WIT

Membaca KORASLIMA, Mendidik Generasi: Menyalakan Harapan dari Tanah Tabi

31 Mei 2026 - 17:36 WIT

Koraslima Gandeng PT GPS dan Telkomsel Gelar Papua Genius League Bagi SMP Se Kota dan Kabupaten Jayapura

31 Mei 2026 - 17:22 WIT

Open House Kolese Le Cocq 2026 di Nabire : Ajang Prestasi, Persaudaraan, dan Fair Play Generasi Muda

23 Mei 2026 - 20:57 WIT

Trending di Pendidikan