Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 12 Mei 2026 15:59 WIT

The Next Level: 8 Pemuda Kamoro Siap Debut di Industri Perhotelan Modern


Peserta pelatihan Apprentice Hospitality lulusan IPDN PT Freeport Indonesia saat melakukan kerja praktik sebagai petugas penyaji makanan guna meningkatkan kapasitas pelayanan (service) di bidang catering. (Foto: Corporate Communication PTFI) Perbesar

Peserta pelatihan Apprentice Hospitality lulusan IPDN PT Freeport Indonesia saat melakukan kerja praktik sebagai petugas penyaji makanan guna meningkatkan kapasitas pelayanan (service) di bidang catering. (Foto: Corporate Communication PTFI)

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Sebanyak delapan pemuda Orang Asli Papua (OAP) dari Kampung Ayuka dan Kampung Tipuka di wilayah pesisir Kabupaten Mimika, telah lulus dari Program Apprentice Hospitality angkatan pertama Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) dan siap bekerja di industri perhotelan dan hospitality.

“Kami jadi punya harapan baru setelah kami belajar bagaimana memberikan pelayanan secara profesional yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya dibidang hospitality. Saya merasa jauh lebih percaya diri untuk masuk ke dunia kerja di industri perhotelan,” kata salah satu peserta pelatihan Lukas Taotedi di Gedung Serba Guna Institut Pertambangan Nemangkawi, LIP Kuala Kencana, Timika, Senin, 27 April 2026.

Ia mengatakan selama mengikuti pelatihan berdurasi 3,5 bulan, para peserta belajar tentang keterampilan, pengetahuan, dan cara bersikap dalam memberikan pelayanan yang ramah dan profesional kepada pelanggan. Mereka juga belajar bagaimana meningkatkan keterampilan teknis petugas pelayan perhotelan, petugas barak (camp attendant) dan petugas restoran (mess attendant) di industri hospitality di Timika.

Senior Vice President Community Relations PTFI Nathan Kum mengatakan PTFI terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas SDM generasi muda Papua, khususnya putra-putri Papua yang berdomisili di sekitar wilayah operasional perusahaan. Untuk pelatihan Angkatan pertama ini, peserta berasal dari wilayah kampung Ayuka–Tipuka di sekitar area Portsite dan Cargodock.

- Advertising -
- Advertising -

“Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Papua area sekitar operasi Freeport. Saat ini telah bersiap anak-anak muda pesisir untuk pelatihan tahap kedua dan semuanya tidak dipungut biaya. Mereka datang, belajar, praktik lapangan, hingga siap kerja,” katan Nathan.

Kepala Kampung Tipuka, Paulus Polce Muka mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini sekaligus menyampaikan rasa bangga terhadap capaian delapan pemuda dari kampungnya.

“Terimakasih atas pelatihan intensif dan kepercayaan yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga mereka semakin percaya diri, memperoleh pekerjaan, dan terus mendapatkan perhatian sehingga dapat meraih keberhasilan,” ujar Paulus.

Ia berharap, pemuda-pemuda di pesisir Mimika dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya sehingga mereka dapat bekerja di lingkungan selain industri pertambangan secara profesional.

IPN adalah lembaga pelatihan kerja yang didirikan PT Freeport Indonesia. IPN merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif dan siap kerja. Ada dua program pelatihan kerja di IPN yakni Pelatihan Non Teknis dan Pelatihan Teknis.

Untuk Pelatihan Teknis terdapat jurusan Mekanik Alat Berat, Pengelasan, Electrician, Mekanik Pabrik, Operator Pabrik, Operator Alat Berat, Pekerja Tambang Bawah Tanah. Untuk Pelatihan Non Teknis baru dimulai tahun 2026 yaitu Pelatihan Hospitality yang berfokus pada pengembangan keterampilan layanan untuk mendukung operasional perhotelan, katering dan fasilitas akomodasi khususnya di lingkungan perusahaan dan industri pendukungnya.

 

Tentang PT Freeport Indonesia (PTFI)

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral terkemuka, afiliasi dari Freeport-McMoRan Inc.(FCX) dan Mining Industry Indonesia (MINDID).PTFI menjalankan kegiatan pertambangan, pengolahan,dan pemurnian mineral secara terintegrasi untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan. Melalui operasi hulu ke hilir, PTFI menjadi perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia.

Kegiatan penambangan PTFI berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, salah satu wilayah pegunungan terpencil dan ekstrem di dunia yang memiliki salah satu deposit tembaga dan emas terbesar. Proses pemurnian dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri.

PTFI tengah mengembangkan sejumlah tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral Grasberg. Melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, penerapan teknologi canggih, dan standar keselamatan kelas dunia, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Syukuran Kelulusan Pelajar, IPMAI Nabire Gelar Ibadah dan Bakar Batu

9 Mei 2026 - 14:38 WIT

Freeport Setor Rp2,88 Triliun Untuk Pemprov Papua Tengah

8 Mei 2026 - 16:44 WIT

Budaya Mee Warnai Wisuda UNAMIN Sorong

7 Mei 2026 - 13:55 WIT

Demo USWIM: Mahasiswa Tuntut Hak, Rektor Janji Benahi Kampus

7 Mei 2026 - 12:20 WIT

Freeport dan Uncen Resmi Mulai Program Eksekutif Mengajar

7 Mei 2026 - 08:14 WIT

Mengenal Daniel Turot: Ketua ‘Baret Merah’ Ende Asal Papua yang Pasang Badan untuk Keadilan di Tanah Flores

6 Mei 2026 - 16:29 WIT

Trending di Cerita