Menu

Mode Gelap

Umum · 20 Jun 2026 01:21 WIT

40 Mama Kamoro Dilatih Olah Pangan Lokal di Mimika


Para peserta berjumlah 40 orang, mengikuti pelatihan teori sebelum melakukan praktik mengolah  bahan  makanan  berbahan pangan lokal bergizi. (Foto: Corcom PTFI) Perbesar

Para peserta berjumlah 40 orang, mengikuti pelatihan teori sebelum melakukan praktik mengolah bahan makanan berbahan pangan lokal bergizi. (Foto: Corcom PTFI)

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Sebanyak 40 mama-mama Kamoro dari delapan kampung pesisir Mimika mengikuti pelatihan pengolahan bahan pangan lokal untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal.

Pelatihan ini diselenggarakan Keuskupan Timika melalui Koperasi Maria Bintang Laut, didukung PT Freeport Indonesia (PTFI) di Rumah Sagu, Kompleks Keuskupan Timika, Papua Tengah, pada 11–12 Juni 2026.

“Melalui kolaborasi ini, mama-mama Kamoro mendapat keterampilan dan pengetahuan baru, dan lebih percaya diri dalam mengolah bahan pangan lokal bergizi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” katanya Ketua Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo saat pelatihan.

Ia menjelaskan pelatihan ini merupakan kelanjutan Program Ekonomi (PRONOMI) IV yang dijalankan PTFI sejak 2017 di delapan kampung binaan, yakni Nawaripi, Koperapoka, Ayuka, Tipuka, Nayaro, Vanamo, Omawita dan Ohotya.

- Advertising -
- Advertising -

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, meningkatkan kualitas gizi keluarga, serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas di wilayah pesisir kabupaten Mimika.

Selama dua hari, lanjut Benyamin, para Mama belajar tentang mengolah bahan pangan lokal bergizi dari bahan ikan, tambelo, singkong, ubi, kelapa dan pisang menjadi lemet, kerupuk ikan, kerupuk tambelo.

Selanjutnya peserta belajar mengolah berbagai produk olahan dari pisang seperti pisang molen, nagasari, dan bolu pisang. Salah satu peserta dari kampung Otakwa, Erfina Aypapenaei (29) menyampaikan rasa syukur atas kesempatan pelatihan pengolahan yang digelar PTFI bersama Keuskupan Timika.

”Saya jadi tahu bahan-bahan makanan yang kita biasa dapatkan dengan mudah di kampung seperti pisang dan singkong bisa kita olah jadi makanan enak dan bergizi untuk suami dan anak dirumah,” ujar Erfina.

Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI Nathan Kum mengatakan pelatihan ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendorong pemanfaatan dan pengembangan pangan local yang bernilai gizi dan ekonomi.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh di rumah untuk anggota keluarga, kemudian membagikan masyarakat di kampung, serta mendorong semakin banyak warga yang memanfaatkan bahan pangan lokal secara kreatif dan produktif,” kata Nathan saat membuka kegiatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Yohana Arwam mengapresiasi kolaborasi PTFI, Keuskupan Timika, dan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam meningkatkan kapasitas Perempuan lokal.

“Manfaatkan kesempatan baik ini untuk meningkatkan keterampilan mengolah pangan bergizi dari bahan lokal yang mudah diperoleh. Pelatihan seperti ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal”, katanya.

 

Tentang PT Freeport Indonesia (PTFI) 

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral terkemuka, afiliasi dari Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID).

PTFI menjalankan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian mineral secara terintegrasi untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan. Melalui operasi hulu ke hilir, PTFI menjadi perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia.

Kegiatan penambangan PTFI berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, salah satu wilayah pegunungan terpencil dan ekstrem di dunia yang memiliki salah satu deposit tembaga dan emas terbesar.

Proses pemurnian dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri. PTFI tengah mengembangkan sejumlah tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral Grasberg.

Melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, penerapan teknologi canggih, dan standar keselamatan kelas dunia, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.(Red).

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Suara Kepala Suku: Kolaborasi Kunci Pembangunan dan Kedamaian Papua Tengah

20 Juni 2026 - 01:26 WIT

DPR Papua Tengah Temui Kapolda, Bahas Aturan Turunan Bab Kepolisian dalam UU Otsus

19 Juni 2026 - 13:29 WIT

Menteri Pertanian Dinilai Langgar Hak Adat Papua Terkait Program Swasembada Pangan

18 Juni 2026 - 21:27 WIT

Kepala Suku Besar Dogiyai Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Bersatu Bangun Daerah

18 Juni 2026 - 19:42 WIT

Markus Imbiri Serahkan Tanah Untuk Bangun Satuan TNI AD di Nabire

18 Juni 2026 - 17:26 WIT

Kolektif Jurnalis Pinggiran Nabire Latih Mahasiswa USWIM Teknik Wawancara dan Menulis Berita

15 Juni 2026 - 18:55 WIT

Trending di Umum