Menu ✖

Mode Gelap

Pendidikan · 23 Okt 2026 11:19 WIT

Pelajar Nabire Suarakan Solusi HIV, Lingkungan, dan Budaya dalam Lomba Pidato YAPKEMA


					Foto: Dok Yapkema Perbesar

Foto: Dok Yapkema

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Sebanyak 32 pelajar terpilih dari 16 SMA dan SMK se-Kabupaten Nabire saling beradu gagasan dan kebolehan orasi dalam Lomba Pidato Pelajar yang diselenggarakan di Aula Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Malompo, Nabire, Rabu (21/10/2026).

Ajang yang digagas oleh Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Papua (YAPKEMA) dalam rangka memperingati HUT ke-27 yayasan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan pemikiran kritis mereka terkait persoalan HIV/AIDS, kerusakan lingkungan, dan ancaman terhadap budaya lokal di Papua Tengah.

Suasana kompetisi berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta secara bergantian naik ke atas panggung untuk memaparkan pandangan, kritik, serta solusi yang mereka tawarkan dalam menghadapi tiga isu vital yang tengah melanda daerah mereka.

Melalui panggung ini, YAPKEMA tidak hanya melatih keberanian siswa berbicara di depan publik, tetapi juga mendorong lahirnya kepedulian sosial sejak dini.

- Advertising -
- Advertising -

Direktur YAPKEMA Papua, Hanok Herison Pigai, yang membuka langsung jalannya lomba menegaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi para calon pemimpin Papua di masa depan.

“Pada kesempatan ini, kami menyediakan ruang kepada adik-adik untuk melatih diri menjadi pemimpin, bagaimana menyampaikan pikiran-pikirannya, ide-idenya secara berani, bijaksana, tetapi dengan sopan,” ujar Hanok.

Dalam pidatonya, Hanok memantik pemikiran para peserta lomba untuk melihat fenomena tingginya kasus HIV/AIDS di Tanah Papua yang kini telah menjangkau masyarakat umum dan ibu rumah tangga. Ia menantang para pelajar untuk berani mengevaluasi dan memikirkan strategi baru dalam pencegahan HIV/AIDS.

“Bukan berarti pemerintah tidak bekerja, bukan berarti kelompok masyarakat tidak bekerja. Semua bekerja. Tetapi kenapa HIV terus naik? Berarti ada strategi yang perlu kita evaluasi,” kata Hanok.

Ia juga memotivasi para peserta agar tidak sekadar berpidato demi nilai, melainkan sungguh-sungguh memahami akar masalahnya.

Isu lingkungan akibat tambang yang merusak alam serta ancaman hilangnya bahasa dan tradisi lokal juga menjadi topik hangat yang dipidatokan para peserta. Hanok mengingatkan para pelajar bahwa keberanian menyampaikan pendapat mengenai isu-isu ini sangat penting karena merekalah yang kelak akan memegang kendali kebijakan di daerah.

“Kalau adik-adik menjadi pemimpin atau pengambil kebijakan di negeri ini, apa yang akan dilakukan?” tanyanya.daya kritis para peserta lomba.

Ia menuturkan ajang kompetisi ini tidak bertujuan mencari siapa yang paling pintar secara akademis, melainkan membentuk keberanian generasi muda dalam merespons persoalan di sekitarnya.

“YAPKEMA tidak menilai soal siapa hebat, siapa pintar. Tetapi YAPKEMA membawa kita untuk melihat persoalan HIV yang menyebabkan banyak orang Papua meninggal, lingkungan yang rusak, dan semua yang terjadi di sekitar kita,” tegasnya.

Di akhir sambutannya sebelum memukul tifa sebagai tanda dimulainya lomba, Hanok menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya kompetisi tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para juri, guru pendamping, kepala sekolah, pembina yayasan, dan semua pihak yang terus mendukung pelaksanaan program pendidikan YAPKEMA di Papua Tengah,” ucap Hanok menutup sambutannya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Belajar Pertambangan Modern, 200 Mahasiswa Uncen Antusias Ikuti Program PTFI

17 Oktober 2026 - 02:24 WIT

Satu Tahun Mepa Boarding School: Momentum Cetak Generasi Emas Papua Tengah

30 September 2026 - 14:17 WIT

Tetes Air Mata Bapa Guru Cesilius dan Buah Manis Perjuangan Pendidikan di Tanah Diyoudimi

9 September 2026 - 18:56 WIT

Kongres Bahasa Daerah 2026 Diharapkan Mampu Selamatkan Identitas dan Bahasa Lokal di Tanah Papua

6 September 2026 - 17:29 WIT

Pemprov Papua Tengah Kucurkan Rp56 Miliar untuk Pembangunan SPH

28 Agustus 2026 - 17:58 WIT

Gebrakan Marching Band MEPA Boarding School Pukau Upacara HUT ke-81 RI di Papua Tengah

17 Agustus 2026 - 12:46 WIT

Trending di Pemprov Papua Tengah