Menu ✖

Mode Gelap

Pemprov Papua Tengah · 16 Okt 2026 15:35 WIT

Buka Papua Reggae Festival XI, Gubernur Meki Nawipa: Musik Adalah Pemersatu Orang Papua


Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat menyampaikan sambutan pembukaan PRF XI Nabire. (Foto: Decky Mote/Panitia PRF) Perbesar

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat menyampaikan sambutan pembukaan PRF XI Nabire. (Foto: Decky Mote/Panitia PRF)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Festival Musik Papua Reggae Festival (PRF) XI resmi dibuka di Lapangan Bandara Lama, Nabire, Papua Tengah, pada Jumat (16/10/2026). Pembukaan ajang seni tahunan ini berlangsung meriah dengan menyajikan kolaborasi seni pertunjukan khas pesisir dan pegunungan Papua.

Kemeriahan acara diawali dengan alunan nyanyian tradisional, petikan musik kaido, serta tarian khas suku Mee yang mewakili wilayah pegunungan tengah. Atraksi budaya tersebut disambut hangat oleh tarian dari suku Wate sebagai perwakilan masyarakat pesisir Papua Tengah, serta atraksi wisisi dari Kabupaten Puncak. Puncak seremoni pembukaan ditandai dengan pelepasan balon udara oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Bupati dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa musik reggae memiliki makna emosional dan kultural yang mendalam bagi masyarakat Papua.

“Reggae bukan sekadar musik, melainkan wadah untuk mempererat tali persaudaraan. Saya mengajak seluruh masyarakat dan peserta untuk terus berkarya, berinovasi, serta mengembangkan kreativitas melalui seni dan musik,” kata Meki Nawipa.

- Advertising -
- Advertising -

Ketua Panitia PRF XI, Ema Dogomo saat menyerahkan plakat kepada Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. (Foto: Decky Mote/Panitia PRF XI)

Ia berharap PRF XI dapat terus berkembang menjadi agenda seni budaya yang berkualitas guna mendorong terwujudnya Papua Tengah yang kreatif, maju, dan sejahtera. Menurutnya, festival ini menjadi ruang strategis untuk membuka peluang bagi musisi lokal, pelaku seni, serta pelaku usaha kecil dalam memperkenalkan potensi budaya di wilayah Papua Tengah.

“Saya mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menjaga suasana festival agar tetap aman, damai, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan,” ujarnya.

Meki Nawipa juga menyampaikan pesan terbuka kepada Ketua Papua Reggae Group terkait keberlanjutan agenda ini di masa mendatang.

“Jika di tempat lain tidak ada ruang untuk mengarahkan kegiatan ini pada tahun-tahun mendatang, Papua Tengah siap menjadi rumah bersama untuk mengangkat bakat anak-anak kita. Jika anak-anak Papua tidak punya tempat lagi di negeri ini, Nabire dan kabupaten-kabupaten di Papua Tengah siap menampung serta meningkatkan kualitas para musisi,” tegas Meki.

Ia menambahkan bahwa jika pemerintah daerah lain bersedia mengundang festival ini tahun depan, pihak Papua Tengah menyambutnya dengan terbuka. Namun, jika tidak ada daerah lain yang bersedia, Papua Tengah siap menggelar acara yang lebih besar pada tahun berikutnya.

Untuk memacu semangat para peserta, Gubernur secara pribadi mengumumkan bonus apresiasi bagi para pemenang kompetisi musik tersebut.

“Secara pribadi, saya memberikan hadiah untuk juara pertama sebesar Rp50 juta, juara kedua Rp30 juta, dan juara ketiga Rp20 juta. Untuk peserta di peringkat empat dan seterusnya, silakan berusaha lebih giat agar dapat berkompetisi dengan baik di masa mendatang,” tutur Meki.

Ia juga menekankan bahwa esensi utama dari panggung festival musik ini bukanlah mencari siapa yang terbaik, melainkan menyuarakan pesan kedamaian.

“Festival musik ini bukan persoalan siapa yang paling hebat atau siapa yang terbaik, melainkan bagaimana kita mengekspresikan dan menyampaikan kesan tentang perdamaian serta kehidupan orang-orang hitam di tanah ini. Musik reggae selalu identik dengan masyarakat berkulit hitam di seluruh dunia,” ungkapnya.

Meki menambahkan bahwa musik dan olahraga merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat asli Papua.

“Hanya musik yang bisa mempersatukan orang di Papua. Musik dan sepak bola tidak akan pernah terlepas dari kehidupan orang asli Papua. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih kepada panitia atas kerja kerasnya, dan kami memohon maaf jika masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan di Papua Tengah ini,” ucapnya.

Pelepasan balon sebagai penanda dibukanya acara PRF XI Papua Tengah. (Foto: Decky Mote/Panitia PRF)

Dalam kesempatan tersebut, Meki juga menyampaikan kekagumannya atas keindahan alam Papua Tengah yang membentang dari laut hingga pegunungan tinggi.

“Jika Anda pergi ke timur, sejauh mata memandang Anda tidak akan menemukan batasnya karena Nabire begitu luas. Jika Anda ke barat, Anda tidak akan pernah puas karena bisa melihat paus di laut. Jika Anda naik ke gunung, Anda dapat menikmati danau-danau yang indah. Terima kasih kepada Tuhan karena telah menganugerahkan wilayah Meepago yang memiliki laut, lembah, dan gunung es tertinggi. Di sinilah kita mengumandangkan musik untuk memuji Tuhan atas segala anugerah alam ini,” jelasnya.

Meki mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan kebanggaannya terhadap generasi muda Papua yang terus melestarikan dan memainkan musik reggae.

“Saya sendiri sebenarnya tidak tahu cara menyanyikan musik reggae. Dulu saya hanya penggemar, tetapi sekarang saya ingin mendengarkan bagaimana anak-anak Papua memainkannya. Kita bangga menjadi anak Papua yang bisa menikmati dan memainkan musik reggae ini untuk menghibur seluruh warga Kota Nabire,” pungkas Meki Nawipa.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Papua Tengah Catat Sejarah! PRF XI Raih Rekor MURI Kategori Penampilan Lagu Daerah Genre Reggae Terbanyak

17 Oktober 2026 - 23:38 WIT

Kunker ke Timika, Wagup Papua Tengah Deinas Geley Tinjau Sektor Perikanan hingga Fasilitas Pelatihan Kerja

15 Oktober 2026 - 08:47 WIT

Wagub Papua Tengah Hadiri Konferensi GKII di Timika

14 Oktober 2026 - 20:58 WIT

Era Baru Perizinan Papua Tengah: Aplikasi SIAP Resmi Diluncurkan

14 Oktober 2026 - 16:12 WIT

Wagub Deinas Geley Kunjungi Puncak Jaya

13 Oktober 2026 - 21:04 WIT

Cegah Penularan HIV/AIDS: Wagub Papua Tengah Ajak Pemuda Jauhi Perilaku Berisiko dan Stigma

13 Oktober 2026 - 11:59 WIT

Trending di Pemprov Papua Tengah