Menu

Mode Gelap

Politik · 11 Agu 2026 20:22 WIT

Peletakan Batu Pertama Kampung Nelayan di Nabire, Stella Misiro: Langkah Nyata Membangun Ekonomi Masyarakat Pesisir


Anggota DPR Papua Tengah, Stella Misiro saat menghadiri kegiatan Peletakan Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih, Selasa (11/8/2026). Perbesar

Anggota DPR Papua Tengah, Stella Misiro saat menghadiri kegiatan Peletakan Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih, Selasa (11/8/2026).

SASAGUPAPUA.COM, Nabire — Anggota DPR Papua Tengah, Stella Misiro, menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan di Siriwini, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (11/8/2026). Peletakan batu secara simbolis ini menandai dimulainya pembangunan di enam titik lokasi strategis, meliputi Siriwini, Sima, Makimi, Kalibobo, Yaur, dan Sanoba.

Kehadiran proyek ini disambut hangat oleh legislatif daerah karena dinilai menjadi pijakan penting dalam menggerakkan roda perekonomian warga di wilayah pesisir.

“Peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu fondasi ekonomi daerah,” kata Stella Misiro.

Menurutnya, langkah ini patut diapresiasi sebagai wujud perhatian nyata pemerintah terhadap para nelayan yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian pesisir. Stella mengungkapkan bahwa pihak legislatif telah mengawal program ini sejak awal guna memastikan perencanaannya tepat sasaran.

- Advertising -
- Advertising -

“Dalam proses awalnya, kami turut terlibat secara langsung. Saya bersama Bapak John Gobay, sebagai anggota DPR Papua Tengah, mendampingi tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam melakukan survei lokasi yang menjadi bagian dari persiapan pembangunan Kampung Nelayan ini,” ujar Stella.

Ia menambahkan bahwa turun langsung ke lapangan adalah kunci utama agar fasilitas yang dibangun dapat menjawab kebutuhan riil para nelayan.

Momen saat Anggota DPR Papua Tengah John Gobai dan Stella Misiro melakukan survey lokasi beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

“Keterlibatan sejak tahap survei tersebut penting, karena pembangunan harus dimulai dari pemahaman yang benar terhadap kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Aspirasi masyarakat pesisir harus menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan, sehingga fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar fungsional dan memberikan manfaat,” jelasnya.

Atas terealisasinya program strategis ini, Stella menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pihak terkait yang telah memberikan perhatian khusus bagi kawasan timur Indonesia.

“Karena itu, saya menyampaikan apresiasi kepada PSN dan Kementerian Kelautan dan Perikanan atas perhatian serta komitmen dalam mendorong pembangunan Kampung Nelayan di Nabire. Program seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan nasional dapat hadir secara nyata hingga ke masyarakat pesisir Papua Tengah,” tuturnya.

Meski demikian, Stella menekankan bahwa agenda seremonial ini hanyalah gerbang awal dari tugas panjang yang harus dikawal bersama oleh seluruh pihak.

“Namun, peletakan batu pertama bukanlah akhir dari sebuah proses. Ini justru merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kita harus memastikan pembangunan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Kampung Nelayan harus mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat—mulai dari produksi, penyimpanan, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan,” tegasnya.

Pendekatan ini diharapkan mampu menggeser peran nelayan dari sekadar penerima bantuan menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

“Dengan demikian, nelayan tidak hanya menjadi penerima program, tetapi menjadi subjek utama pembangunan ekonomi pesisir,” tambah Stella.

Selain aspek fasilitas, Stella mengingatkan pentingnya menjaga kearifan lokal serta keterpaduan lintas sektor agar program ini bertahan dalam jangka panjang.

“Saya juga berharap pembangunan ini memperhatikan karakter sosial, budaya, dan lingkungan Papua. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, pemerintah kampung, serta kelompok nelayan harus terus diperkuat agar pembangunan memiliki keberlanjutan. Kita tidak ingin sekadar membangun kampung dengan bangunan baru. Kita ingin membangun kampung dengan kehidupan ekonomi yang baru, kesempatan yang baru, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat nelayan,” lugasnya.

Stella juga menegaskan bahwa keberadaan Kampung Nelayan harus menjadi bagian dari visi besar penguatan sektor perikanan di Papua Tengah.

“Bagi saya, keberadaan Kampung Nelayan di Nabire harus menjadi bagian dari upaya lebih besar untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai kekuatan ekonomi Papua Tengah. Saya berharap seluruh pihak menjaga komitmen ini hingga pembangunan selesai dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ucap Stella.

Stella juga mengingatkan muara utama dari seluruh proses pembangunan tersebut.

“Karena ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah ketika batu pertama diletakkan, tetapi ketika masyarakat mulai merasakan perubahan nyata dalam kehidupannya,” pungkas Stella Misiro.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPR Papua Tengah Gelar Rapat Koordinasi Tindak Lanjuti Aspirasi Masyarakat Simapitowa, Berikut Hasilnya

11 Agustus 2026 - 17:14 WIT

DPR Papua Tengah Serahkan Salinan Perdasi Pertambangan Rakyat ke DPRK Nabire

10 Agustus 2026 - 16:09 WIT

John Gobai Tantang Pemda dan Freeport: Kita Duduk Bersama atau Tunggu Komisi IV DPR RI?

9 Agustus 2026 - 09:43 WIT

John Gobai: Pembangunan Nyata dari Negara, Bukan Konflik yang Dibutuhkan DOB Papua Tengah

4 Agustus 2026 - 18:00 WIT

Stella Misiro Dialog Dengan KEWITA: Serap Aspirasi dan Dukung Perlindungan Perempuan di Wilayah Konflik

29 Juli 2026 - 09:40 WIT

John Gobai Pertanyakan Status MoU Baru Freeport-Pemkab Mimika Terhadap Kesepakatan Adat Tahun 2000

12 Juli 2026 - 20:31 WIT

Trending di Politik