Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 20 Jun 2026 19:13 WIT

Pemkab Mimika, PTFI, dan YPMAK Teken Kerja Sama Pembangunan Hingga Pemanfaatan Tailing


Foto: Corcom Freeport Perbesar

Foto: Corcom Freeport

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Pemerintah Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia (PTFI), dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menandatangani tiga Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Rabu (17/6/2026), untuk memperkuat kolaborasi serta keberlanjutan pembangunan kesejahteraan masyarakat Mimika melalui pengembangan ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta pemanfaatan tailing.

“Hubungan kerja antara Pemkab Mimika, PTFI, YPMAK sudah sangat baik dan perlu dilanjutkan. MoU ini untuk meningkatkan sinergi yang lebih kuat antara tiga pihak ini untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mimika khususnya Amungme, Kamoro, dan suku kerabat lainnya, serta yang bukan orang asli Papua yang ada di Mimika,” kata Presiden Direktur Tony Wenas dalam pidatonya.

Tony mengatakan sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, tugas negara adalah melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. PTFI sebagai perusahaan merupakan suplemental terhadap tugas negara tersebut melalui kontribusi yang diberikan.

Ia menjelaskan bahwa kontribusi ekonomi PTFI kepada Kabupaten Mimika mulai tahun 2019 hingga 2024 mencapai Rp22 triliun.

- Advertising -
- Advertising -

Sebagai bagian dari total Rp75 triliun yang PTFI setorkan kepada negara untuk tahun 2025, kontribusi PTFI kepada Pemkab Mimika sekitar Rp4,8 triliun yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), royalti, dan pajak.

Selain itu, pada tahun 2026 PTFI telah menyetor sekitar Rp1,2 triliun dari pembagian keuntungan bersih perusahaan, sehingga total kontribusi PTFI kepada Kabupaten Mimika mencapai sekitar Rp6 triliun.

Selain kontribusi langsung kepada daerah, PTFI terus memberikan manfaat berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial dengan nilai sekitar 100 juta dolar AS per tahun.

Dengan kolaborasi yang semakin erat maka program-program pembangunan dapat berjalan lebih terintegrasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Keberadaan Freeport Indonesia harus memberikan manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat. Semoga manfaat yang kami berikan kepada Kabupaten Mimika, pada provinsi Papua Tengah, dan juga kepada bangsa negara Indonesia ini bisa terus berlanjut. Tidak hanya sampai 2041, tapi sampai dengan usia tambang,” kata Tony.

Adapun penandatanganan kesepakatan meliputi Nota Kesepahaman antara Pemkab Mimika dan PTFI tentang Pengembangan Bidang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur; Nota Kesepahaman antara Pemkab Mimika dan PTFI tentang Pemanfaatan Tailing yang Dihasilkan PTFI; serta Nota Kesepahaman antara Pemkab Mimika dan YPMAK tentang Pengembangan Bidang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur.

Kesepakatan ini menjadi payung kolaborasi strategis bagi ketiga pihak untuk menyusun berbagai Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis bersama organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengapresiasi penguatan kerja sama tiga pihak ini untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah sekaligus memastikan berbagai program sosial dapat dilaksanakan secara lebih terintegrasi dan tepat sasaran.

“Selama ini banyak program berjalan sendiri-sendiri. Melalui kerja sama ini, kita ingin membangun satu konsep bersama agar pembangunan di Mimika semakin terintegrasi dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Johannes.

Bupati menambahkan PTFI selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Mimika, dan Provinsi Papua Tengah serta kabupaten lain. “Program sudah banyak jalan, PTFI sudah bantu terkait dengan kesehatan, rumah sakit, kemudian ada fasilitas air bersih, PTFI buat WTP (water treatment plant), dan kami mendapat tugas menyalurkannya kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka mengatakan Nota Kesepahaman tersebut akan memperkuat tata kelola dan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan bersama para pemangku kepentingan.

“YPMAK sebagai pengelola dana kemitraan PTFI sudah menjalankan berbagai program. Ini langkah yang penting sekali. Program-program yang sudah dijalankan YPMAK selama ini perlu kolaborasi yang insentif lagi sehingga apa yang sudah dilakukan akan lebih cepat pergerakannya dan dampaknya akan lebih besar bagi masyarakat,” kata Leonardus.

Selain pengembangan masyarakat, Pemkab Mimika dan PTFI juga memperpanjang kerja sama pemanfaatan tailing yang telah berlangsung sejak 2006. Material tailing telah dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, jembatan, perkantoran, rumah ibadah, sekolah, fasilitas olahraga, bandara, dan berbagai infrastruktur publik lainnya. Perpanjangan Nota Kesepahaman ini diharapkan semakin mengoptimalkan pemanfaatan tailing guna mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Tentang PT Freeport Indonesia (PTFI)

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral terkemuka, afiliasi dari Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). PTFI menjalankan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian mineral secara terintegrasi untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan. Melalui operasi hulu ke hilir, PTFI menjadi perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia.

Kegiatan penambangan PTFI berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, salah satu wilayah pegunungan terpencil dan ekstrem di dunia yang memiliki salah satu deposit tembaga dan emas terbesar. Proses pemurnian dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri.

PTFI tengah mengembangkan sejumlah tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral Grasberg. Melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, penerapan teknologi canggih, dan standar keselamatan kelas dunia, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

518 CPNS Mimika Ikuti Latsar, Wakil Bupati: Kalian Penentu Wajah Birokrasi Masa Depan

15 Juni 2026 - 21:42 WIT

BRIN Kerjasama dengan Perusahaan Rusia Sebelum MoU dengan Pemprov Papua untuk Bandar Antariksa Biak

15 Juni 2026 - 20:49 WIT

Pemprov Papua-BRIN Teken Kerja Sama Bandar Antariksa Biak

15 Juni 2026 - 18:11 WIT

Ekonomi Dogiyai Lesu: Ketum APINDO Soroti Perputaran Uang, Disiplin ASN Hingga Keamanan

11 Juni 2026 - 15:24 WIT

Gubernur Papua Tengah Sambut Kunjungan Wamendagri dan Wamen PU di Nabire 

3 Juni 2026 - 11:30 WIT

Transformatif di Tanah Tertinggi Papua: Dari Infrastruktur Megah hingga Mandiri Ekonomi

25 Mei 2026 - 19:19 WIT

Trending di Pemerintahan