Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 4 Jul 2026 18:36 WIT

Penjelasan TNI Habema Soal Ibu Hamil yang Tertembak di Intan Jaya


Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna Perbesar

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Melkiana Dwitau, seorang warga sipil yang diketahui sedang dalam kondisi hamil, akibat insiden gangguan tembakan di sekitar TK J2, Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Kamis (2 Juli 2026).

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menyebut insiden ini merupakan duka mendalam bagi pihaknya.

“Setiap korban sipil merupakan duka yang tidak diharapkan. Perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas Koops TNI Habema,” ungkap Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna dalam rilis yang dikeluarkan pada Sabtu (4/7/2026).

Berdasarkan laporan lapangan dan pemetaan lokasi, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menjelaskan bahwa gangguan tembakan tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit.

- Advertising -
- Advertising -

Dirinya memaparkan kronologi bahwa tembakan pertama terjadi sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian, tembakan kembali terdengar dari titik berbeda di kawasan perbukitan depan Koramil Sugapa, dan sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai.

Terkait posisi personel di lapangan, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menjelaskan  selama rangkaian kejadian tersebut, personel Satgas TNI tidak melakukan tembakan balasan. Ia beralasan bahwa kondisi cuaca saat itu sangat tidak mendukung.

“Kondisi hujan, kabut tebal, dan jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih menempati posisi perlindungan atau stelling sambil memantau situasi, guna menghindari risiko terhadap masyarakat sipil,” ujarnya.

Dijelaskan, hasil analisis spasial menunjukkan bahwa ketiga sumber tembakan berada pada titik yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter.

Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menambahkan lokasi korban berada sekitar 321 meter dari titik gangguan tembakan pertama dan berjarak lebih jauh dari posisi personel Satgas TNI.

Dimana kata dia data tersebut kini menjadi dasar dalam proses analisis kejadian yang masih terus didalami.

Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan peristiwa ini menunjukkan bahaya penggunaan kawasan permukiman sebagai lokasi aktivitas kelompok bersenjata yang berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat.

Ia juga berjanji untuk terus mengedepankan langkah-langkah yang terukur dan profesional.

“Koops TNI Habema mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi proses penyelidikan yang dilakukan secara objektif berdasarkan fakta lapangan dan bukti teknis. Transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan masyarakat akan terus menjadi komitmen Koops TNI Habema dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aksi GPMR-I di Intan Jaya: Pernyataan Sikap Terkait Krisis Kemanusiaan Resmi Diserahkan ke Komnas HAM Papua

4 Juli 2026 - 19:19 WIT

Masyarakat Intan Jaya Antar Jenazah Merkiana Duwitau dan Bayinya dari RSUD ke Rumah Duka

3 Juli 2026 - 15:30 WIT

Komnas HAM Papua Buka Suara Soal Tragedi Intan Jaya

3 Juli 2026 - 14:01 WIT

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Intan Jaya, Tomas Agimbau: Rakyat Papua Habis Cuma Tersisa Batu

3 Juli 2026 - 09:22 WIT

Koops TNI Habema Jelaskan Kronologi Kontak Tembak di Intan Jaya yang Menewaskan Okto Tigau

2 Juli 2026 - 13:58 WIT

Bupati Intan Jaya Minta TPNPB Tinggalkan Permukiman Masyarakat Sipil

2 Juli 2026 - 13:13 WIT

Trending di Peristiwa