Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 2 Jul 2026 13:58 WIT

Koops TNI Habema Jelaskan Kronologi Kontak Tembak di Intan Jaya yang Menewaskan Okto Tigau


Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna. (Foto: Dok Koops TNI Habema) Perbesar

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna. (Foto: Dok Koops TNI Habema)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Komando Operasi (Koops) TNI Habema memberikan penjelasan resmi terkait insiden kontak tembak yang terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Insiden tersebut mengakibatkan meninggalnya seorang laki-laki bernama Okto Tigau.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Okto Tigau sebelum memaparkan detail peristiwa secara mendalam.

“Pertama-tama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Setiap kehilangan nyawa merupakan duka yang tidak kita harapkan. Besar harapan kami agar peristiwa seperti ini tidak terus berulang sehingga masyarakat Papua dapat hidup dalam suasana yang aman, damai, dan penuh harapan,” ujarnya dalam keterangan resminya pada Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan data dari aparat keamanan, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menjelaskan Okto Tigau diketahui memiliki rekam jejak dalam jaringan bersenjata di wilayah tersebut.

- Advertising -
- Advertising -

Wirya memaparkan bahwa Okto Tigau merupakan anggota TPNPB-OPM yang memegang jabatan penting di wilayah Intan Jaya.

“Berdasarkan data yang dimiliki aparat keamanan, Okto Tigau diketahui merupakan anggota TPNPB-OPM yang menjabat sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Metua Kodap VIII/Intan Jaya. Yang bersangkutan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di Intan Jaya, antara lain penembakan terhadap aparat keamanan, penembakan pekerja sipil, penyiksaan warga, serta berbagai aksi intimidasi terhadap masyarakat. Penyampaian informasi ini dimaksudkan untuk memberikan konteks mengenai situasi yang dihadapi personel di lapangan,” jelasnya.

Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna kemudian mengungkapkan kronologi kejadian yang bermula pada malam hari saat personel TNI sedang melakukan pengamanan rutin di area tersebut.

“Peristiwa bermula ketika personel yang sedang melaksanakan tugas pengamanan mendeteksi empat orang bergerak secara sembunyi-sembunyi menuju pos pada malam hari. Sesuai prosedur, personel memberikan peringatan secara bertahap. Namun peringatan tersebut tidak direspons, dan sekitar pukul 22.00 WIT terjadi kontak tembak yang diawali oleh kelompok tersebut. Berdasarkan pengamatan di lapangan, tiga orang melarikan diri, sementara satu orang terjatuh di sekitar lokasi,”ungkapnya.

Karena kondisi gelap dan demi keselamatan pasukan, kata Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna aparat tidak langsung melakukan pemeriksaan pada malam itu juga. Baru pada keesokan harinya, tim gabungan bergerak untuk menyisir lokasi kejadian.

“Dengan mempertimbangkan faktor keamanan, penyisiran tidak dilakukan pada malam itu. Keesokan harinya, tim gabungan Koops TNI Habema melaksanakan penyisiran sesuai prosedur dan menemukan satu jenazah laki-laki beserta sebuah parang. Berdasarkan pencocokan ciri fisik, dokumentasi, dan informasi yang dimiliki, jenazah tersebut diidentifikasi sebagai Okto Tigau. Kemudian tim penyisir menyerahkan penanganan jenazah Okto Tigau kepada tokoh adat setempat untuk menangani jenazah sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Menurutnya, seluruh tindakan yang diambil oleh prajurit di lapangan sudah sesuai dengan koridor hukum dan aturan yang berlaku bagi militer Indonesia.

“Seluruh tindakan personel TNI dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang, khususnya mengatasi gerakan separatis bersenjata, serta dilakukan sesuai aturan pelibatan (Rules of Engagement) yang berlaku. Koops TNI Habema terus menekankan kepada seluruh prajurit agar setiap tindakan dilakukan secara profesional, proporsional, akuntabel, dan hanya untuk menghadapi ancaman yang nyata, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sipil,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan operasi pengamanan ini dilakukan demi memulihkan roda kehidupan masyarakat Papua agar bisa berjalan normal tanpa ketakutan.

“Kami memandang bahwa keamanan bukanlah tujuan akhir. Keamanan adalah fondasi agar masyarakat dapat kembali hidup normal, anak-anak dapat bersekolah, tenaga kesehatan dapat melayani, masyarakat dapat berkebun dan beribadah dengan tenang, serta pembangunan dapat terus berjalan. Itulah tujuan utama setiap langkah pengamanan yang kami laksanakan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, pihak TNI juga mengeluarkan seruan damai kepada para anggota kelompok bersenjata yang masih aktif di hutan untuk segera menyudahi konflik penembakan ini.

“Kami juga mengajak saudara-saudara kita yang masih memilih jalan kekerasan untuk mempertimbangkan jalan damai. Pintu untuk kembali kepada keluarga, masyarakat, dan kehidupan yang lebih baik akan selalu terbuka. Papua membutuhkan lebih banyak ruang belajar, pelayanan kesehatan, dan pembangunan daripada konflik yang berkepanjangan,” ucap Wirya.

Menutup keterangannya, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna meminta masyarakat luas untuk tetap tenang dan menyaring segala informasi yang beredar pasca-insiden tersebut.

“Kepada seluruh masyarakat, kami mengimbau agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif. Pada akhirnya, keberhasilan yang kita harapkan bukanlah bertambahnya konflik, melainkan semakin banyak masyarakat Papua yang dapat hidup dengan aman, bermartabat, dan sejahtera di tanah kelahirannya. Itulah komitmen Koops TNI Habema bersama seluruh komponen bangsa,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bupati Intan Jaya Minta TPNPB Tinggalkan Permukiman Masyarakat Sipil

2 Juli 2026 - 13:13 WIT

Gereja Katolik Mengutuk Keras Penembakan Seorang Gembala di Intan Jaya

2 Juli 2026 - 12:01 WIT

Nekat Bermalam di Kantor Gubernur, Ratusan Mama Papua di PBD Tuntut Modal Usaha hingga Tolak PSN

1 Juli 2026 - 22:32 WIT

Pemuda Katolik Komda Papua Tengah Desak Evaluasi Penanganan Konflik di Intan Jaya

1 Juli 2026 - 21:22 WIT

“Evaluasi Total atau Rakyat Papua Habis di Intan Jaya” – MRP Papua Tengah Desak Tarik Pasukan Non-Organik

1 Juli 2026 - 20:33 WIT

Okto Tigau Ditemukan Tewas, Bupati Intan Jaya Murka: Presiden Harus Evaluasi Total Satuan Nonorganik!

1 Juli 2026 - 19:47 WIT

Trending di Peristiwa