SASAGUPAPUA.COM, Nabire — Komunitas Sastra Papua (KO’SAPA) resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah menyepakati restrukturisasi organisasi dalam forum monitoring dan evaluasi yang digelar pada 24 Juli 2026 di Nabire.
Dalam musyawarah tersebut, Mecky Tebai dipercaya sebagai Koordinator Umum baru menggantikan Hengky Yeimo yang telah memimpin dan membesarkan komunitas literasi dan kebudayaan tersebut selama satu dekade terakhir.
Serah terima kepemimpinan berlangsung secara resmi pada momentum peringatan HUT Mambesak yang diselenggarakan atas kolaborasi KO’SAPA, Rumah Inspirasi Kebadabi, dan gerakan RJB Merdeka di Jalan Mapiduba, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (5/8/2026).
Dalam kepengurusan baru ini, Mecky Tebai dipercaya sebagai Koordinator Umum, didampingi Musa Boma dan Hengky Yeimo sebagai Sekretaris, serta Theresia Tekege sebagai Bendahara.
Mengawal kepemimpinan komunitas sejak tahun 2012-2026 menjadi catatan emosional tersendiri bagi Hengky Yeimo. Ia tidak dapat menyembunyikan rasa haru atas dinamika berat yang harus dilalui demi menjaga eksistensi sastra Papua.
“Kalau saya uraikan hiruk-pikuk yang saya alami selama memimpin komunitas ini, saya bisa menangis di sini. Karena awal-awal itu berat. Saya sendiri pikul InFocus, komputer, lalu jalan. Satu-dua orang kita buat kegiatan, mulai jalan kegiatan sampai komunitas ini dia besar,” kenang Hengky.
Hengky menegaskan bahwa keputusan untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan murni didasari oleh kesadaran akan pentingnya regenerasi di tubuh organisasi. Ia menilai Mecky Tebai, yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris, telah ditempa dan memiliki kelayakan penuh untuk melanjutkan arah pergerakan KO’SAPA.
“Di momentum itu saya menyadari sudah belasan tahun saya memimpin Komunitas Sastra Papua, dan saya berpikir harus ada regenerasi. Mecky adalah sekretaris yang kami didik dan kami bentuk, sehingga saya rasa dia sudah layak dan dipilih secara mandataris organisasi, bukan ditunjuk,” jelas Hengky.
Dalam kesempatan tersebut, Hengky juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada berbagai pihak yang konsisten mendukung eksistensi sastra Papua, mulai dari insan akademisi, lembaga swadaya masyarakat, media massa, hingga para penulis terdahulu.
Tak lupa, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya.
“Saya memberikan penghormatan yang tertinggi kepada penulis-penulis sastra yang sudah mendahului kita. Terima kasih juga untuk dosen-dosen Universitas Cenderawasih dan mitra kerja yang masih bersama kami. Dan terutama rakyat adalah pemilik tunggal sastra itu sendiri. Minta maaf kepada rakyat Papua yang selama ini ketika kami mengatasnamakan masyarakat melakukan hal yang tidak baik,” ungkapnya.
Ia berharap pengurus baru dapat melanjutkan fokus utama komunitas dalam pendokumentasian, pewarisan, dan pelestarian kebudayaan Papua, serta menjaga kemitraan yang telah terbangun luas.
Sementara itu, Koordinator Umum KO’SAPA yang baru dilantik, Mecky Tebai, menyambut amanah tersebut dengan penuh rasa syukur sekaligus rasa tanggung jawab besar.
Mecky yang mengenal KO’SAPA sejak tahun 2012 dan mulai aktif bergabung sejak bangku kuliah ini, menekankan pentingnya mengakar pada kebudayaan lokal di kampung-kampung untuk menyelamatkan generasi muda dari krisis identitas.
“Saya cuma berharap semoga gerakan sastra itu betul-betul harus diambil dari kampung, digerakkan dari akarnya, tetapi perkenalannya, perluasannya harus di kota-kota. Harus di tempat basis anak-anak muda biar sastra dan budaya itu diangkat lagi. Budaya ini semakin hilang dan mengalami krisis identitas. Hari ini kalau anak-anak muda krisis identitas dan budaya, berarti dia betul-betul krisis akan masa depannya,” kata Mecky Tebai.
Menyadari tantangan kepemimpinan di masa depan, Mecky berkomitmen untuk memulai langkah barunya melalui aksi-aksi nyata dari skala kecil demi membawa dampak besar bagi tanah Papua.
“Ini pundak besar yang betul-betul diberikan kepada saya. Saya tahu memimpin sesuatu tidak terlepas dari masalah, orang maki, orang marah, atau tidak senang. Tapi saya percaya dengan gerakan-gerakan kecil yang akan kita kerjakan, saya akan berusaha tidak peduli dengan siapa pun untuk mengerjakan hal-hal besar untuk tanah ini,” pungkas Mecky





