Site icon sasagupapua.com

Perkuat Literasi Adat, Bentara Papua Salurkan Buku ke Rumah Belajar Marten Sreklefat di Kampung Kwowok

Stasiun Sira, yayasan Bentara Papua mendistribusikan sejumlah buku bacaan dan alat tulis ke Rumah Belajar milik Marten Sreklefat. (Foto: Ewil Woloin)

SASAGUPAPUA.COM, SORONG SELATAN – Upaya menjaga kelestarian hutan dan memperkuat kapasitas masyarakat adat di Papua Barat Daya terus dilakukan melalui jalur pendidikan. Melalui program Stasiun Sira, yayasan Bentara Papua mendistribusikan sejumlah buku bacaan dan alat tulis ke Rumah Belajar milik Marten Sreklefat pada Rabu, (18/3/2026) berlokasi di Kampung Kwowok, Distrik Saifi, Sorong Selatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung keberadaan ruang belajar komunitas yang dikelola secara mandiri oleh warga lokal, sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada generasi muda sejak dini.

Salah satu buku utama yang dibagikan adalah buku cerita berjudul “Hidup Bersama Hutan”. Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai hubungan harmonis antara masyarakat adat Papua dengan alam sekitarnya.

Pihak Bentara Papua melalui Stasiun Sira berharap, dengan tersedianya bahan bacaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Anak-anak di Kampung Kwowok tidak hanya mahir membaca, tetapi juga memiliki kesadaran kritis untuk menjaga wilayah adat mereka dari ancaman kerusakan lingkungan di masa depan, “Ungkap perwakilan dari Tim stasiun Sira.

Marten Sreklefat, sebagai pemilik sekaligus pengelola Rumah Belajar, menyambut baik dukungan ini. Kehadiran tim Stasiun Sira dianggap sebagai suntikan semangat bagi para sukarelawan yang selama ini berupaya menghidupkan budaya literasi dengan fasilitas seadanya.

“Dukungan buku-buku ini sangat berarti untuk memotivasi anak-anak agar rajin datang ke rumah belajar. Kami ingin anak-anak di sini pintar tanpa harus kehilangan jati diri sebagai anak rimba, “Pungkas Marten.

Program pembagian buku ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bentara Papua dalam mendampingi masyarakat di Sorong Selatan. Dengan memperkuat literasi di tingkat kampung, diharapkan tercipta sumber daya manusia yang mampu mengelola dan mempertahankan hak-hak atas tanah dan hutan mereka di kemudian hari.

Gerakan ini membuktikan bahwa perlindungan hutan tidak hanya dilakukan melalui patroli di lapangan, tetapi juga melalui meja-meja kecil di rumah belajar kampung.

Berikan Komentar
Exit mobile version