Menu ✖

Mode Gelap

Umum · 19 Mar 2026 10:49 WIT

Perkuat Literasi Adat, Bentara Papua Salurkan Buku ke Rumah Belajar Marten Sreklefat di Kampung Kwowok


Stasiun Sira, yayasan Bentara Papua mendistribusikan sejumlah buku bacaan dan alat tulis ke Rumah Belajar milik Marten Sreklefat. (Foto: Ewil Woloin) Perbesar

Stasiun Sira, yayasan Bentara Papua mendistribusikan sejumlah buku bacaan dan alat tulis ke Rumah Belajar milik Marten Sreklefat. (Foto: Ewil Woloin)

SASAGUPAPUA.COM, SORONG SELATAN – Upaya menjaga kelestarian hutan dan memperkuat kapasitas masyarakat adat di Papua Barat Daya terus dilakukan melalui jalur pendidikan. Melalui program Stasiun Sira, yayasan Bentara Papua mendistribusikan sejumlah buku bacaan dan alat tulis ke Rumah Belajar milik Marten Sreklefat pada Rabu, (18/3/2026) berlokasi di Kampung Kwowok, Distrik Saifi, Sorong Selatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung keberadaan ruang belajar komunitas yang dikelola secara mandiri oleh warga lokal, sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada generasi muda sejak dini.

Salah satu buku utama yang dibagikan adalah buku cerita berjudul “Hidup Bersama Hutan”. Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai hubungan harmonis antara masyarakat adat Papua dengan alam sekitarnya.

Pihak Bentara Papua melalui Stasiun Sira berharap, dengan tersedianya bahan bacaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Anak-anak di Kampung Kwowok tidak hanya mahir membaca, tetapi juga memiliki kesadaran kritis untuk menjaga wilayah adat mereka dari ancaman kerusakan lingkungan di masa depan, “Ungkap perwakilan dari Tim stasiun Sira.

- Advertising -
- Advertising -

Marten Sreklefat, sebagai pemilik sekaligus pengelola Rumah Belajar, menyambut baik dukungan ini. Kehadiran tim Stasiun Sira dianggap sebagai suntikan semangat bagi para sukarelawan yang selama ini berupaya menghidupkan budaya literasi dengan fasilitas seadanya.

“Dukungan buku-buku ini sangat berarti untuk memotivasi anak-anak agar rajin datang ke rumah belajar. Kami ingin anak-anak di sini pintar tanpa harus kehilangan jati diri sebagai anak rimba, “Pungkas Marten.

Program pembagian buku ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bentara Papua dalam mendampingi masyarakat di Sorong Selatan. Dengan memperkuat literasi di tingkat kampung, diharapkan tercipta sumber daya manusia yang mampu mengelola dan mempertahankan hak-hak atas tanah dan hutan mereka di kemudian hari.

Gerakan ini membuktikan bahwa perlindungan hutan tidak hanya dilakukan melalui patroli di lapangan, tetapi juga melalui meja-meja kecil di rumah belajar kampung.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dr.Petrus Tekege Harap Perda Papua Tengah Tak Hanya Berhenti Sebagai Dokumen

7 Oktober 2026 - 15:23 WIT

MK Tidak Menemukan Bukti Wapres Gibran Memiliki Ijazah SLTA atau Sederajat

6 Oktober 2026 - 23:21 WIT

Embun Beku dan Kekeringan Terjang Kwiyawagi: Satu Orang Meninggal, 61 Honai dan Dua Gereja Terbakar

6 Oktober 2026 - 11:11 WIT

Soroti Anggaran Rp38 M Dermaga Otakwa, DPR Papua Tengah Minta Pemkab Mimika Jangan Melupakan Dermaga Jita

5 Oktober 2026 - 16:08 WIT

Catatan HUT TNI 2026, John Gobai: Jangan Terus Urus Pagar Tetapi Kita Perlu Mengurusi Kebunnya Dengan Baik di Tanah Papua

5 Oktober 2026 - 15:56 WIT

Sudah Enam Kabupaten Berhasil Dikonsolidasi, DPD I KNPI Papua Tengah Peringatkan Klaim Ilegal

29 September 2026 - 18:28 WIT

Trending di Umum