Menu

Mode Gelap

Hiburan · 24 Sep 2026 19:24 WIT

Rasta Vibe di Tepi Pantai! Roots Show Menuju PRF Ke-11 Siap Meriahkan Nabire Besok


Ketua PRF ke XI Papua Tengah, Ema Dogomo. (Foto: Edwin Rumanasen/Sasagupapua) Perbesar

Ketua PRF ke XI Papua Tengah, Ema Dogomo. (Foto: Edwin Rumanasen/Sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Vibe musik reggae siap menggetarkan pesisir Nabire! Menuju panggung megah Papua Reggae Festival (PRF) Ke-11, panitia menggelar acara pemanasan bertajuk Roots Show Papua Reggae Festival dengan mengusung tema penuh kedamaian, One Vibe, One People, One Love.

Acara santai tapi berkelas ini bakal digebrak di Benji Beach Cafe, Nabire, pada Jumat (25/9/2026). Gerbang lokasi (open gate) mulai dibuka pukul 15.00 WIT. Buat kamu pencinta musik dan ingin menikmati desiran ombak dengan suasana beda, tempat ini menawarkan panorama pantai yang nyaman, angin sepoi-sepoi, dan rindangnya pepohonan yang sejuk.

Panggung Roots Show besok akan semakin pecah dengan penampilan dari tujuh band lokal hits asal Nabire dan Deiyai. Mereka adalah KND Band, Black Curly Band, Yupiwo Band, GBS Band, Tigi Peku Band, One Heart Band, dan Amoye Band.

Ketua Panitia PRF ke- XI Papua Tengah, Ema Dogomo, membocorkan langsung keseruan konsep acara ini saat diwawancarai di lokasi, Kamis (24/9/2026).

- Advertising -
- Advertising -

“Event kali ini kita buat roadshow. Jadi, roadshow-nya dengan tema ‘Roots show Menuju PRF Ke-XI di Papua Tengah’. Jadi memang untuk konsep untuk penampilan besok kita tidak terlalu yang harus mengundang (artis) dari luar atau seperti apa, jadi memang teman-teman band yang besok akan tampil yang ada di Papua Tengah, eh besok di event PRF, ada tujuh band yang nanti isi, mereka dari Nabire dan juga dari Deiyai yang mau mengisi, dan bersedia untuk event besok,” ujar Ema Dogomo.

Tak hanya sekadar konser mini, Ema menyebutkan bahwa acara ini juga menjadi batu loncatan menuju pesta puncak PRF di bulan Oktober mendatang, lengkap dengan kejutan agenda seru setelahnya.

“Jadi untuk konsepnya event besok itu  lebih kepada bagaimana kita mengajak kesiapan teman-teman di Papua Tengah untuk menuju PRF. Beberapa waktu lalu kan kita baru launching panitia bulan Februari, jadi ini event untuk menuju ke bulan Oktobrenya. Setelah kegiatan ini juga nanti ada kegiatan yang kita akan konsepkan misalnya kita konvoi bersama menuju PRF atau seperti apa nanti kita sampaikan juga setelah event besok,” tambahnya.

Sensasi Chillin Menyatu dengan Alam dan Budaya

Berbeda dari momen launching panitia sebelumnya yang digelar di area perkotaan, kali ini panitia memilih lokasi outdoor di pinggir pantai untuk menghadirkan nuansa budaya yang lebih dekat dengan alam.

Suasana panggung Roots Show Papua Reggae Festival. (Foto: Edwin Rumanasen/Sasagupapua)

“Iya, jadi memang kita sengaja ambil tempat disini (Benji) karena kita konsepnya kali ini adalah seni dan budaya. Bagaimana kita melihat dari tempat-tempat yang ada, salah satu tempat di Benji ini memang bagus tempatnya. Terus memang manajemen teman-teman dari Benji Beach Cafe juga sebagai jadi sponsor, mendukung dalam pelaksanaan. Jadi memang kita lebih kepada konsepnya karena memang lebih kepada seni dan budaya, jadi kita mau menampilkan konsep-konsep budaya. Bagaimana teman-teman, karena Cafe Benji ini kan konsepnya kan beda, jadi lebih menyatu dengan alam kembali, seperti itu,” terang Ema.

Nongkrong Murah Meriah, Kulineran bareng Puluhan UMKM Lokal

Buat kamu yang mau datang tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Panitia tidak mematok harga tiket masuk yang rumit, melainkan hanya menyewakan kursi santai untuk menikmati pertunjukan sambil pengunjung bisa memesan makanan dan minuman favorit di kafe.

“Kita cuma menjual kursi saja. Iya, kita jual per kursi Rp50.000, jadi tidak ada paket-paket kayak kemarin (launching). Kemarin kan kita paket-paket, kalau di sini cuma kita menjual kursi. Jadi teman-teman yang datang ada disediakan dari teman-teman dari Benji Beach Cafe sudah siapkan juga, jadi bisa pesan makan, minum,” kata Ema.

Bukan cuma disuguhi musik dan pemandangan estetis, pengunjung juga bisa berburu aneka ragam jajanan dan produk lokal. Pasalnya, ada puluhan UMKM yang siap memanjakan lidah dan mata para pengunjung.

“Terus event kali ini juga memang kita ada libatkan UMKM juga. Sampai sekarang yang sudah terdata 20-an lah. UMKM ini kita persilakan mereka silakan berjualan, kami tidak memungut biaya dari UMKM atau tidak ada potongan harga. Pokoknya murni UMKM yang datang silakan berjualan di sekitar Benji Beach Cafe. tidak hanya yang sudah daftar tapi yang belum juga kalau mau bergabung, mau berjualan, silakan. Kami panitia juga tidak pungut potongan harga, biaya, atau apa pun,” tegasnya.

Pesta Positif: Nikmati Musik Tanpa Alkohol dan Narkoba!

Menjadi tuan rumah yang baik demi suksesnya pergelaran festival musik reggae terbesar di Tanah Papua, panitia mengajak seluruh penikmat musik reggae untuk datang dengan penuh kedamaian dan menjaga ketertiban bersama.

“Jadi untuk teman-teman semua yang mau datang menyaksikan atau bergabung dengan kami, dipersilakan. Nanti kami dari panitia menyiapkan ada beberapa kursi-kursi yang kami siapkan. Tapi tidak menutup kemungkinan juga kalau teman-teman yang dari luar yang mau datang, silakan menyaksikan penampilan band sama-sama. Yang penting kita event ini dari kita dan untuk kita lagi kembali. Teman-teman yang datang, mari event ini kita yang buat, selenggarakan, mari sama-sama menjaga ketertiban. Semua bisa selesai, kegiatan ini selesai dan lancar juga karena memang setelah event ini kan masih ada event besar yang akan kita laksanakan lagi. Jadi event ini menjadi tolak ukur, teman-teman kita semua mari kita bersatu sama-sama, kita menjadi tuan rumah event kali ini, kita sukseskan bersama-sama,” ajaknya.

Ema juga menekankan pesan penting agar panggung hiburan musik anak muda ini tetap bersih, aman, dan berkesan positif bagi siapa saja yang hadir.

“Karena acara ini dari kita untuk kita, janganlah kita berbuat sesuatu hal yang merugikan kita semua sama-sama. Seperti. Jangan datang sambil konsumsi miras, atau dengan narkoba. Ini event dari kita dan untuk kita jadi kita harus tunjukkan bahwa kita juga bisa bikin event tanpa harus dengan mabuk, dengan ganja, dan hal-hal yang merugikan,” pungkas Ema Dogomo.

Tunggu apa lagi? Yuk, amankan tempat dudukmu besok sore di Benji Beach Cafe Nabire dan nikmati alunan musik reggae terbaik bersama-sama!

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Panggung Bola Gembira Papua Tengah: Amoye Band dan Kanguru Akustik Apresiasi Ruang bagi Musisi Lokal

20 Juli 2026 - 17:03 WIT

Amoye Band Tampil Memukau di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah: Musik sebagai Napas Persatuan

25 Juni 2026 - 15:47 WIT

Mengenang Arnold Ap, Pace Santana: Dia Bukan Sekadar Seniman, Tapi Suara Tanah Papua

27 April 2026 - 00:26 WIT

Bukan Sekadar Kenangan: Dave Baransano Maknai Arnold Ap sebagai Cultural Legacy yang Hidup

26 April 2026 - 23:24 WIT

Menjaga Nyala Obor Arnold Ap, Neles Rumanasen Ajak Seniman Papua Terus Angkat Bahasa Ibu dan Jaga Warisan Budaya

26 April 2026 - 22:02 WIT

Menuju Oktober 2026: Henes Sondegau Ajak Semua Pihak Sukseskan Festival Reggae Papua ke-XI

29 Maret 2026 - 22:24 WIT

Trending di Hiburan