SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Tengah menggelar Seminar Kajian Potensi Ekonomi yang dirangkaikan dengan Presentasi, Pengujian Ilmiah, serta Penetapan Buku Potensi Ekonomi Daerah Provinsi Papua Tengah.
Digelar di Aula RRI Nabire, Selasa (9/6/2026), seminar ini sekaligus menandai langka baru ekonomi kerakyatan dengan diluncurkannya Koperasi Induk “Koperasi Honai Papua Tengah Terang”.
Acara ini dihadiri oleh Ketua dan Pengurus Kadin Papua Tengah, perwakilan Kadin Indonesia, jajaran Forkopimda Provinsi Papua Tengah, pimpinan DPR dan MRP Papua Tengah, para Bupati dan Wakil Bupati se-Papua Tengah, akademisi, investor, pelaku usaha, pimpinan perbankan, pelaku UMKM, serta tokoh adat, agama, perempuan, dan pemuda.
Dalam sambutan mewakili Gubernur Papua Tengah, Viktor Fun selaku asisten III Bidang Administrasi Umum memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kadin Papua Tengah.
Menurutnya, forum ilmiah ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang kolaborasi krusial untuk merumuskan arah pembangunan ekonomi daerah.
“Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam satu tujuan bersama, yaitu membangun Papua Tengah yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Gubernur.
Viktor mengatakan, sebagai provinsi baru, Papua Tengah dianugerahi kekayaan alam melimpah, mulai dari sektor pertambangan, perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan, energi, hingga pariwisata. Sehingga potensi besar ini wajib dikelola secara terarah, terukur, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas, demi mewujudkan visi besar daerah.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan visi yaitu mewujudkan Papua Tengah Emas, Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju dan Berkelanjutan. Visi ini tidak akan tercapai jika pembangunan hanya dinikmati segelintir pihak. Pembangunan harus memberi ruang luas kepada masyarakat asli Papua untuk tumbuh menjadi pelaku utama ekonomi daerah,”Kata Viktor.
Selain itu, Viktor mengungkapkan, penetapan Buku Potensi Ekonomi Daerah menjadi salah satu poin penting dalam agenda ini. Dokumen tersebut akan menjadi referensi resmi bagi arah investasi, pengembangan usaha, dan kebijakan ekonomi ke depan agar pembangunan tidak berjalan tanpa arah. Di saat yang sama, peluncuran Koperasi Induk “Koperasi Honai Papua Tengah Terang” adalah langkah konkret dalam membangun ekonomi kerakyatan.
“Koperasi ini diharapkan menjadi wadah nyata bagi masyarakat untuk mengakses permodalan, penguatan produksi, serta pemasaran bersama. Program penguatan koperasi dan UMKM ini akan terus didorong di delapan kabupaten se-Papua Tengah. “Ungkap Viktor.
Untuk memastikan target-target tersebut tercapai, Viktor memaparkan tiga pilar utama yang harus menjadi tumpuan pembangunan ekonomi Papua Tengah.
“Program ini berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat lokal sebagai pelaku usaha mandiri, penarikan investasi yang sehat dan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas SDM untuk mengelola potensi alam secara maksimal, “Jelasnya.
Lebih lanjut, viktor mengatakan, pemerintah berkomitmen mengembangkan sektor strategis non-tambang seperti komoditas kopi, ekonomi kreatif, hingga ekowisata berbasis komunitas agar struktur ekonomi daerah lebih kuat dan tidak bergantung pada satu sektor saja.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Papua Tengah membutuhkan kerja nyata, pemikiran yang maju, dan keberanian untuk membangun sistem ekonomi yang memberi manfaat langsung kepada rakyat. Mari kita bangun Papua Tengah secara bersama-sama, “Pungkasnya.
Penulis: Edwin Rumanasen





