Menu ✖

Mode Gelap

Umum · 22 Agu 2025 05:39 WIT

Selamatkan Lembah Grime Nawa, Warga dan Walhi Papua Tanam Pohon Kelapa

Warga bersama WALHI Papua tanam kelapa sebagai bentuk perlawanan terhadap perluasan hutan sawit di Grime Nawa. (Foto: Dok WALHI Papua) Perbesar

Warga bersama WALHI Papua tanam kelapa sebagai bentuk perlawanan terhadap perluasan hutan sawit di Grime Nawa. (Foto: Dok WALHI Papua)

SASAGUPAPUA.COM, JAYAPURA – Warga Kampung Benyom, Distrik Nimboran, Wilayah Ktu bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Papua melakukan aksi penanaman bibit kelapa pada Sabtu (16/8/2025).

Aksi ini menjadi bentuk perlawanan damai terhadap ancaman perluasan lahan perkebunan sawit milik PT PNM di Lembah Grime Nawa.

Penanaman dilakukan langsung di lahan yang terancam ekspansi perusahaan. Warga menegaskan bahwa tanah adat harus dijaga sebagai ruang hidup dan sumber kehidupan, bukan untuk dieksploitasi.

Direktur Walhi Papua, Maikel Peuki, menegaskan bahwa aksi ini adalah simbol perlawanan rakyat terhadap kebijakan yang merugikan lingkungan dan masyarakat adat.

- Advertising -
- Advertising -

“Penanaman bibit kelapa ini bukan sekadar aksi simbolik, tetapi sebuah pernyataan bahwa masyarakat adat berhak atas tanah dan hutannya. Sawit bukan masa depan Papua. Yang menjadi masa depan adalah menjaga tanah, air, dan hutan untuk generasi berikut,” ujar Peuki.

Menurutnya, pemerintah seharusnya menghormati hak-hak masyarakat adat dan tidak serta-merta memberikan izin kepada perusahaan yang hanya mengejar keuntungan. Ia menambahkan, kehadiran sawit di berbagai wilayah Papua telah terbukti menimbulkan konflik sosial, kerusakan lingkungan, hingga hilangnya sumber pangan lokal.

Aksi di Kampung Benyom ini diikuti warga dari berbagai kampung sekitar. Mereka berharap gerakan sederhana ini bisa menjadi inspirasi perlawanan damai terhadap ancaman eksploitasi tanah adat di wilayah Papua.

“Kami ingin tunjukkan kepada pemerintah bahwa masyarakat sanggup menjaga hutannya sendiri. Pohon kelapa yang kami tanam akan tumbuh menjadi bukti bahwa tanah ini hidup, dan tidak bisa diambil begitu saja,” kata salah seorang warga peserta aksi.

Walhi Papua bersama masyarakat berkomitmen melanjutkan gerakan penyelamatan Grime Nawa melalui cara-cara damai, salah satunya dengan gerakan menanam pohon.

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PTFI Bawa Musisi Papua ke Panggung Internasional, Dukung Tim Indonesia di Asian Games 2026

27 September 2026 - 14:28 WIT

Persipura Ganti Pelatih Utama dan Analis demi Bangkit di Liga

23 September 2026 - 21:13 WIT

Konsolidasi KNPI Papua Tengah dan Bupati Elvis Tabuni: Musda dan Pelantikan Puncak Digelar Dalam Waktu Dekat

20 September 2026 - 14:34 WIT

Gubernur Meki Nawipa Janji Bangun Jalan Trans Paniai-Intan Jaya Tahun ini, Yosua Tipagau Ajak Masyarakat Dukung

19 September 2026 - 10:44 WIT

Yosua Tipagau Apresiasi Kunjungan Gubernur Papua Tengah ke Intan Jaya: Sosok yang Serius Bekerja Untuk Rakyat

17 September 2026 - 21:47 WIT

Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Doakan Proses Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau

15 September 2026 - 12:41 WIT

Trending di Umum