Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 3 Jun 2024 12:34 WIT

Seleksi Sekda Definitif di Timika Dibatalkan, John Rettob: Tunggu Bupati Baru Lagi


Plt. Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob saat memimpin apel gabungan, Senin (3/6/2024). Foto: Fernando Rio for Sasagupapua.com Perbesar

Plt. Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob saat memimpin apel gabungan, Senin (3/6/2024). Foto: Fernando Rio for Sasagupapua.com

SELEKSI sekda yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika kini telah dibatalkan.

Hal ini disampaikan Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob usai melakukan apel pagi di lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (3/6/2024).

“Sekda Definitif sudah dibatalkan,” ujarnya.

John tidak merinci alasan pembatalan proses seleksi sekda tersebut.

- Advertising -
- Advertising -

“Intinya dibatalkan paling penting memproses dan memulainya itu persyaratan harusnya a yang dilaksanakan b kan jalan terus, Komisi ASN sudah mem-panding,” ungkapnya.

Johannes menjelaskan posisi sekda hingga kini masih berstatus Penjabat (PJ).

“Posisi sekda selama ini PJ. Pasti PJ terus. Tunggu bupati baru lagi,” kata Johannes.

Sebelumnya, seleksi Sekda Definitif tinggal menunggu rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Untuk diketahui, seleksi Sekda Definitif Mimika dimulai 16 April 2024 lalu dan berakhir pada 23 April 2024, peserta seleksi sebanyak 4 calon.

4 calon merupakan pejabat setingkat eselon II yakni Abraham Kateyau, Yohana Paliling, Ronny Maryen, dan Michael Rooney Gomar, dengan Panitia seleksi terdiri dari berlaku sebagai ketua tim Pj Sekda Papua Tengah Anwar Damanik, dengan anggota Kepala Kantor Regional BKN Wilayan IX Sabar P Sormin, Inspektur Inspektorat Papua Tengah Hasan Warihi, dan dua akademisi.

 

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 207 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama