SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) ke-40 di Klasis Teluk Kimi resmi dimulai.
Suasana penuh kebersamaan dan sportivitas mewarnai pembukaan Turnamen Futsal Putra dan Voli Putri yang digelar pada Rabu (10/6/2026).
Mengusung tema besar “Menjunjung Tinggi Sportivitas”, ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi olahraga, melainkan sebuah wadah untuk mempererat tali persaudaraan serta menumbuhkan iman di kalangan generasi muda gereja.

Ketua Klasis Gereja GIDI Teluk Kimi, Yati Kogoya, S.Th saat membawakan firman. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com)
Acara akbar ini diawali dengan ibadah singkat dan siraman rohani yang khidmat.
Kehadiran seluruh perwakilan pemuda dari berbagai jemaat mempertegas komitmen bersama untuk menyukseskan kegiatan ini dari awal hingga akhir, menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan penuh kedamaian.
Landasan Iman dan Firman Tuhan Membuka Kompetisi
Kemeriahan turnamen ini diberkati oleh penyampaian firman Tuhan yang mendalam sebagai fondasi utama sebelum pertandingan dimulai. Ketua Klasis Gereja GIDI Teluk Kimi, Yati Kogoya, S.Th, yang memimpin jalannya ibadah pembukaan, mengingatkan pentingnya menyertakan Tuhan dalam setiap aktivitas, termasuk dalam berolahraga.
“Pertandingan ini harus dilandasi dengan kasih dan takut akan Tuhan, sehingga kemenangan sejati bukan hanya di lapangan, melainkan kemenangan dalam menjaga iman dan persaudaraan,” ujar Yati Kogoya.
Kesiapan Teknis Pertandingan dan Antusiasme Peserta
Animo pemuda-pemudi Klasis Teluk Kimi terbukti sangat tinggi dalam menyambut turnamen ini. Panitia mencatat puluhan tim telah mendaftarkan diri dan siap memperebutkan gelar juara dalam suasana yang kompetitif namun tetap penuh keakraban.

Tim Futsal Putra saat siap untuk ikut bertanding memeriahkan HUT Pemuda GIDI Teluk Kimi. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com)
“Pendaftaran peserta telah kami buka sejak tanggal 29 Mei lalu dan resmi ditutup pada hari ini, 10 Juni 2026. Hingga saat ini, tim yang sudah mendaftar sebanyak 16 tim voli dan 16 tim futsal yang berasal dari 12 jemaat. Kami memfokuskan kategori voli khusus untuk putri, sedangkan futsal khusus untuk putra. Berdasarkan kuota tersebut, biaya pendaftaran yang ditetapkan adalah sebesar Rp300.000 per tim, baik untuk kategori voli maupun futsal,” ungkap Koordinator Olahraga, Nemi Wanimbo.
Mengenai jalannya kompetisi, Nemi Wanimbo juga memaparkan skema pertandingan yang akan dihadapi oleh seluruh tim dalam beberapa hari ke depan agar berjalan teratur.

Tim Volly Putri yang siap bertanding dalam momen memeriahkan HUT Pemuda GIDI Teluk Kimi. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com)
“Selanjutnya, kita akan memasuki babak penyisihan yang dimulai hari ini sesuai dengan jadwal. Setelah acara pembukaan, kita akan langsung menyajikan pertandingan untuk dua tim pertama. Mulai besok, lusa, dan seterusnya, pertandingan akan berjalan sebanyak tiga kali sehari. Babak penyisihan ini diperkirakan selesai pada hari Jumat pekan depan. Setelah itu, kompetisi akan berlanjut ke babak 8 besar, kemudian semifinal atau 4 besar, hingga akhirnya mencapai babak final,” tambah Nemi Wanimbo.
Dukungan Nyata dan Pesan Perdamaian dari Legislator
Dukungan penuh terhadap kreativitas dan kegiatan positif pemuda gereja juga datang dari kalangan legislatif.
Bantuan sarana olahraga hingga uang pembinaan diserahkan secara langsung untuk memotivasi para atlet yang bertanding sekaligus memastikan fasilitas perlombaan terpenuhi dengan baik.
“Turnamen ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Pemuda GIDI dari 12 jemaat yang ada. Melalui inisiatif dari panitia dan ketua pemuda, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, kami atas nama Partai Golkar turut memberikan dukungan dengan menyerahkan bantuan berupa dua buah bola kaki, dua buah bola voli, satu buah net, dan piala. Kami menyerahkan bantuan ini secara resmi kepada pemuda-pemudi pada hari ini,” tutur Dinus Wanimbo, yang hadir mewakili DPD II Golkar sekaligus sebagai Anggota DPR Kabupaten Nabire.

Dinus Wanimbo, yang hadir mewakili DPD II Golkar sekaligus sebagai Anggota DPR Kabupaten Nabire saat menyampaikan sambutan. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)
Dinus Wanimbo berharap seluruh perwakilan dari 12 jemaat yang telah mendaftarkan diri dapat bermain dengan baik dan tenang, serta menjaga ketertiban agar tidak terjadi masalah apa pun.
Legislator tersebut juga menitipkan pesan moral yang mendalam kepada seluruh atlet yang berlaga agar mengedepankan etika bertanding yang baik.
Ia berharap agar para pemuda gereja senantiasa bersemangat dalam setiap bentuk pelayanan di gereja, di mana momen turnamen ini bisa menjadi wadah yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan dalam persekutuan pemuda.

Dinus Wanimbo, yang hadir mewakili DPD II Golkar sekaligus sebagai Anggota DPR Kabupaten Nabire bersama panitia saat diwawancarai awak media, Rabu (10/6/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com
“Jadi kami berharap 12 jemaat yang ikut mendaftarkan diri ini, kami harap main baik, main tenang, tidak terjadi masalah apa-apapun. Semoga bisa sukses dan selamat bertanding,” harap Dinus Wanimbo.
Penegasan Nilai Persatuan Tanpa Membedakan Suku dan Marga
Apresiasi yang mendalam datang dari jajaran komisi pemuda tingkat klasis yang menyambut baik uluran tangan dan kepedulian dari berbagai pihak.
Bantuan yang diberikan dinilai menjadi suntikan motivasi yang luar biasa bagi anak-anak muda di 12 jemaat untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka di lapangan hijau maupun lapangan voli.
“Kami dari badan atau komisi pemuda tingkat klasis Teluk Kimi, kami banyak terima kasih kepada bapak dan abang kita, Dinus Wanimbo yang telah memberikan bola dan piala. Untuk itu, kami mewakili dari pemuda tingkat klasis yang 12 jemaat, Mban Dewan, kami banyak terima kasih. Untuk itu, tujuan daripada kami lakukan pertandingan ini untuk hari rayakan HUT Pemuda GIDI yang ke-40. Oleh sebab itu, kami banyak terima kasih kepada Abang Dinus yang telah memberikan bola,” ungkap Ketua Komisi Gereja GIDI Klasis Teluk Kimi, Omiron Woda, S.Th.
Lebih lanjut, pimpinan komisi pemuda ini menekankan pentingnya nilai-nilai inklusivitas dan persaudaraan sejati di dalam tubuh pemuda gereja.

Momen pembukaan turnamen futsal dan volly memperingati HUT Pemuda GIDI ke 40 Teluk Kimi. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com)
Omiron meminta dengan agar turnamen ini tidak dinodai oleh situasi yang dapat memecah belah keharmonisan yang sudah terbangun selama ini.
“Dan kami pesan kepada pemuda-pemudi untuk telah, sudah didaftarkan diri untuk bertanding. Kami harap mulai sekarang ini sampai selesainya aman, menurut kehendak Tuhan. Oleh sebab itu, kami pesan pemuda-pemudi jangan pilih muka, jangan pilih suku, jangan pilih marga, dan jangan membeda-bedakan satu sama lain. Kami harap semua merasa memiliki pemuda Teluk Kimi. Oleh karena itu kami pemuda atau komisi pemuda pesan untuk tetap semangat hingga pertandingan selesai,” ungkap Omiron Woda.
Kolaborasi Kolektif Demi Kenyamanan dan Keamanan Bersama
Kesuksesan sebuah acara besar tentu tidak dapat bertumpu pada segelintir orang saja. Menyadari hal tersebut, pihak penyelenggara utama kegiatan mengingatkan seluruh elemen yang terlibat baik pemain, penonton, maupun ofisial tim untuk memikul tanggung jawab yang sama dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang kondusif.
“Kita main bola harus menjaga keamanan sama sama kami tidak bisa jalan sendiri tapi kita semua harus bekerjasama untuk menjaga keamanan supaya pertandingan berjalan dengan aman dan lancar sampai selesai,”ungkap Ketua Panitia.
“Dengan dimulainya pertandingan perdana pada sore hari tersebut, Klasis Teluk Kimi berharap agar Turnamen HUT Pemuda GIDI ke-40 ini dapat melahirkan talenta-talenta muda yang berbakat di bidang olahraga, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pemuda gereja mampu menjadi pelopor kedamaian dan kebersamaan di Kabupaten Nabire,” pungkasnya.
Penulis: Kristin Rejang





