SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Siswa di SD YPPK Santo Misael Bilogai, Kabupaten Intan Jaya membludak dan kekurangan ruang guru.
Hal ini berdasarkan hasil reses tahap II Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah Fraksi Nasdem dari Daerah Pemilihan (Dapil) Intan Jaya, Henes Sondegau Selasa 21 Agustus 2025 lalu.
Henes menjelaskan ia berkunjung ke sekolah SD YPPK Santo Misael dan mendapati sekolah tersebut membutuhkan ruang kelas tambahan.
Sekolah papan yang belum pernah direhab tersebut harus menampung 600 siswa, yang terpaksa dibagi ke tujuh ruangan.
Empat ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang kepala sekolah dan satu ruang perpustakaan semua penuh terisi siswa setiap harinya.
“Ini tentu diluar dari ketentuan. Biasanya kalau mereka (sekolah) rekrut itu dibatasi atau ada ketentuan, tapi guru-guru ini ketika saya tanya, mereka bilang mau tolak tidak bisa karena melanggar juga undang-undang perlindungan kepada anak sekolah,” jelasnya.
Siswa-siswa ini merupakan generasi penerus yang terdampak konflik di Intan Jaya. Mereka terpaksa pindah dari sekolah di daerah pedalaman ke SD YPPK Bilogai untuk melindungi diri.
“Jadi anak-anak yang masuk banyak di sekolah itu.Saya cek ke sekolah, mulai dari kelas 6,5,4,3,2, itu A dan B semuanya digabung. Kecuali kelas 1 dibagi tiga ruangan itu jumlah siswa kelas 1 saja ada 100 orang,” kata Henes.
Melihat kondisi tersebut, Henes mengungkapkan sekolah tersebut membutuhkan tambahan bangunan baru serta kebutuhan sarana prasarana lainnya seperti meja dan kursi.
“Biasanya satu tempat duduk itu dua kursi itu normal, tapi kemarin itu satu meja bisa 4 kursi atau 4 orang. Jadi memang sangat tidak layak, jadi kemarin guru-guru punya keluhan itu harus ada penambahan ruang kelas, lokasinya mereka sudah kasi tunjuk,” kata Henes.
Lokasi jika nantinya ada pembangunan gedung sekolah baru sudah disiapkan oleh pihak sekolah.
“Mereka berharap ada dua lantai, dibawah dua kelas, dan diatas dua kelas, jadi empat ruangan penambahan,” katanya.
Saat reses di sekolah, Henes menjelaskan turut hadir Bupati Intan Jaya, Aner Maisini.
“Saya berikan apresiasi kepada Bupati yang sempat hadir namun kalau bisa memberikan bantuan mungkin penambahan bangunan, dengan alat-alat kebutuhan belajar mengajar di tempat itu,” katanya.
Henes juga sudah membantu Starlink untuk sekolah tersebut.
“Rencana dalam waktu dekat juga saya naik berikan Starlink ke lokasi lainnya, karna saya lihat sendiri juga mereka memang sangat membutuhkan, ruang perpustakaan dijadikan kelas, ruang kepala sekolah dijadikan kelas, ruang guru juga dijadikan kelas,” jelas Henes.
Ia juga menanyakan soal kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Saat ini mereka masih menggunakan Kurikulum 2013.
“Itu yang baru di ibu kota.Saya tanya yang di teman-teman guru yang di sekolah pelosok, itu mereka tidak pakai 2013, yang penting barang jadi, menyesuaikan dengan keadaan,” ungkap Henes.
Sehingga ia berharap pemerintah setempat bisa melihat situasi tersebut.
“Saya sebagai DPR provinsi perwakilan intan jaya juga saya akan tetap memperjuangkan. Apalagi gubernur kita berbicara soal pendidikan itu nomor 1,” pungkasnya.