SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Ketua Fraksi Kelompok Khusus Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Donatus Mote menyoroti proses proyek perbaikan jembatan Putaran 2 Kalibobo untuk membuat jembatan alternatif.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut sudah mulai diperbaiki sejak hari Selasa lalu. Dimana pihak pemegang proyek sudah membuat jembatan alternatif namun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
“Saya melihat ada perbaikan jembatan di Kalibobo putaran dua yang dekat kuburan Kalibobo, itu pihak pemegang proyek sudah palang jalan dan tidak bisa diakses khusus untuk kendaraan roda 4, kalau roda dua bisa lewat karna ada jembatan darurat tapi tidak bisa dilewati kendaraan roda 4,” kata Donatus kepada media ini, Kamis (21/8/2025).
Ia mengatakan,banyak masyarakat yang tinggal di putaran dua mengeluh karena kendaraan roda 4 tidak bisa lewat.
“Seharusnya pihak pimpinan proyek harus siapkan jembatan darurat, supaya kendaraan roda dua dan 4 bisa lewat disitu. Maka banyak masyarakat yang mengeluh,” ucapnya.
Dijelaskan masyarakat yang berada di sebelah kali putaran dua Kali bobo jika mau ke arah perkotaan dengan berbagai urusan, terpaksa harus berputar tembus ke jalan SP2, melewati Polsek SP1, ke Jayanti dan kembali lagi.
“Artinya itu mereka putar terlalu jauh dan memboros bensin atau biaya, solar juga membuang waktu, apalagi pagi, orang tua yang punya anak, sekolah TK, SD, SMP, mereka mau antar anak sekolah itu mereka harus putar jauh lewat sp 2,” ungkapnya.
Bahkan kata dia, banyak masyarakat mengeluh karena anak sekolah terlambat datang ke sekolah dan ditegur oleh pihak guru.
“Hal yang sama juga dialami oleh para pegawai, karyawan di perusahaan, mereka terlambat kantor karna mereka yang punya mobil itu harus putar sampai di sp 1, dan ini merugikan juga bagi masyarakat,” kata Donatus.
Sehingga ia mengatakan pembuatan jembatan darurat menjadi penting. Sebagai Anggota DPR Papua Tengah pihaknya mendesak pimpinan proyek untuk segera menyiapkan jembatan darurat yang bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat.
Mengingat kata dia jarak yang cukup jauh merugikan masyarakat, tak hanya waktu namun keuangan ikut terkuras untuk BBM.
“Tidak hitung lagi biaya BBM, anak sekolah banyak terlambat, pegawai, apalagi mereka yang kerja di ruko, toko atau perusahaan. Itu banyak yang sudah mulai terlambat dan mendapatkan banyak teguran,” katanya.
Ia juga berharap kepada Pemkab Nabire untuk memberikan saran kepada pimpinan proyek atau perusahaan yang memenangkan tender proyek tersebut agar tidak merugikan masyarakat.
“Segera memberikan teguran, supaya pimpinan proyek nya harus menyiapkan jembatan darurat yang nantinya bisa diakses oleh semua masyarakat. Jembatan ditutup hari Selasa, kemudian Rabu dan Kamis ini banyak masyarakat yang mengeluh,” ujarnya.
Donatus tegas mendorong hal ini baik kepada pihak pemegang proyek bahkan kepada Pemkab Nabire mengingat ini merupakan keluhan masyarakat berdasarkan alasan yang mendasar.
Bahkan, masyarakat sempat mengeluhkan kepada DPRD dan menyatakan jika dalam satu minggu terakhir ini tidak disiapkan jembatan darurat, maka jembatan itu akan dipalang oleh masyarakat.
“Maka itu, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan supaya proyek pembangunan jembatan itu bisa berjalan dengan lancar, dan tidak menghambat,” ungkapnya.
Ia berharap pimpinan proyek segera mencari solusi yang tepat dengan cara membuat jembatan darurat. Agar masyarakat yang tinggal di putaran dua Kali bobo sampai di Sp1 bisa mendapatkan akses yang mudah ke kota tanpa harus berputar jauh yang akhirnya merugikan pengguna jalan.
“Jadi kami berharap sebelum kerjakan jembatan itu, pimpro harus menyediakan jembatan darurat. Itu kami mohon dengan tegas kepada pemerintah Kabupaten Nabire juga maupun kepada pimpro, sebelum kerjakan jembatan harus siapkan jembatan darurat,” pungkasnya.