SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) wilayah V mengeluarkan himbauan terkait informasi yang berkembang di masyarakat tentang kejadian gempabumi M 6.6 tanggal 19 September 2025 serta rangkaian gempabumi susulannya di Kabupaten Nabire Papua Tengah.
Himbauan yang dikeluarkan pada 22 September 2025 ini ditandatangani oleh Kepala Balai Besar MKG Wilayah V, Yustus Rumakiek.
Mereka menyampaikan beberapa poin yaitu :
1. Wilayah Rawan Gempa
Kabupaten Nabire, Papua Tengah merupakan wilayah dengan potensi gempa bumi yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh keberadaan sumber patahan aktif (zona patahan Sungkup Weyland dan patahan Waipoga) yang melintasi wilayah tersebut dan berperan sebagai sumber terjadinya gempa bumi.
2. Gempa Tidak Dapat Diprediksi
Gempa bumi dapat terjadi kapan saja dengan kekuatan yang bervariasi. Hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara tepat kapan dan di mana gempa bumi akan terjadi.
3. Aktivitas Gempa Susulan
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, hingga tanggal 22 September 2025 pukul 16.30 WIT telah terjadi 139 kali gempa susulan, dengan 16 di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Baik gempa M 6.6 maupun gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.
4. Penurunan Frekuensi Gempa Susulan
Berdasarkan hasil analisa terhadap aktivitas gempa bumi susulan selama 72 jam terakhir, menunjukkan bahwa frekuensi kejadian gempa susulan mengalami penurunan, yang merupakan indikasi positif menuju kondisi yang lebih stabil.
5. Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat tidak perlu panik atau takut terhadap banyaknya gempa susulan. Aktivitas gempa susulan merupakan proses alamiah untuk mencapai keseimbangan baru pasca terjadinya gempa besar, dan ini adalah hal yang lazim terjadi.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing informasi berita palsu/hoax dari sumber-sumber yang tidak kredibel yang beredar,” tulis mereka.