Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 17 Apr 2026 14:02 WIT

Tujuh Siswa SD Inpres Oyehe Diduga Keracunan MBG, Korwil BGN Nabire Sebut Indikasi Alergi Udara


Ilustrasi menu MBG Perbesar

Ilustrasi menu MBG

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Sebanyak tujuh siswa SD Inpres Oyehe, Kabupaten Nabire Papua Tengah diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam wawancara yang dilakukan pada Jumat (17/4/2026), Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem menjelaskan  berdasarkan koordinasi dengan pihak sekolah dan pemeriksaan awal, kondisi tersebut diduga kuat bukan disebabkan oleh makanan, melainkan faktor lingkungan.

“Baik, kami Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Nabire pada siang hari ini melakukan konfirmasi terkait dengan adanya video, edaran video yang dibagikan di media sosial terkait adanya dugaan keracunan,” ujar Marsel kepada awak media.

Marsel mengungkapkan pihaknya bergerak cepat setelah video tersebut viral untuk memastikan kondisi para siswa di lapangan.

- Advertising -
- Advertising -

Marsel mengatakan bahwa dari total sekolah yang dilayani oleh program MBG, hanya SD Oyehe yang melaporkan adanya keluhan kesehatan pada siswanya.

“Setelah kami konfirmasi ke kepala sekolah, itu ada tujuh siswa, tetapi dari hasil medis itu adalah alergi udara, begitu. Sehingga dari sekolah-sekolah yang dilayani pun tidak ada masalah, hanya ada di SD Oyehe dan di SD Oyehe sendiri itu hanya tujuh siswa yang didata,” jelas Marsel.

Terkait penanganan para siswa, Marsel memastikan bahwa pihak mitra penyedia layanan atau satuan pelayanan gizi telah mengambil langkah tanggung jawab penuh sejak gejala tersebut muncul. Ia menyebutkan proses pemulihan para siswa berlangsung cukup cepat setelah mendapatkan intervensi medis di fasilitas kesehatan.

“Mitra kalau SPPG sudah bertanggung jawab mengurus ketujuh pasien itu begitu. Di antaranya lima yang dirawat, dua sudah pulang, kemudian mereka semua sudah pulang. Kemarin memang sekitar 3-4 jam dikasih obat anti alergi. Sehingga menurut kami itu dugaannya dari penjelasan kalau SPG adalah alergi udara,” tambahnya.

Meskipun dugaan awal mengarah pada alergi udara, Marsel mengatakan pihaknya tidak akan berspekulasi lebih jauh tanpa bukti otentik dari otoritas kesehatan. Ia berjanji akan memberikan informasi lanjutan segera setelah laporan resmi dari tim medis diterima oleh BGN Nabire.

“Nanti hasil medis akan kami cek, baru kami sampaikan, sore kami dapat,” pungkas Marsel.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nancy Raweyai Harap Speedboat Pusling Potowaiburu Bantu Warga Berobat, Apresiasi Sinergi Pemprov

11 Maret 2026 - 11:31 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Dinas Kesehatan Papua Tengah Buka Seleksi Siswa Berprestasi untuk Bidang Kesehatan

30 Januari 2026 - 18:46 WIT

Provinsi Papua Tengah Raih UHC Award 2026 – Layanan Kesehatan Gratis Berbasis KK dan KTP, Hingga Safety Net

27 Januari 2026 - 21:55 WIT

Transformasi Kesehatan di Papua Tengah: Dari Pendataan Nakes Hingga Pengusulan RS Vertikal Kemenkes

27 Januari 2026 - 13:20 WIT

Doa dan Hening Renungan Bersama ODHA – KPA Papua Tengah Targetkan Pemeriksaan Massal dan Penghapusan Stigma

9 Desember 2025 - 12:44 WIT

Trending di Kesehatan