SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai peraturan pelaksana Ranperdasi Nomor 12 Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Nabire, 1-2 Juli 2026 ini, melahirkan 12 pasal yang berfokus pada pengembangan, pembinaan, serta perlindungan bahasa dan sastra daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Deni Tenouye, menjelaskan perumusan rancangan Pergub ini berjalan dengan aman dan lancar berkat kolaborasi dari berbagai pihak yang kompeten di bidangnya.
“Kegiatan penyusunan Pergub ini berjalan dengan aman dan lancar, dan puji Tuhan, kami berhasil melahirkan 12 pasal Peraturan Gubernur tentang pengembangan, pembinaan, dan perlindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah 2026,” ujar Deni Tenouye.
Forum diskusi penting ini dihadiri oleh sejumlah narasumber utama yang memberikan bobot akademis dan hukum, di antaranya perwakilan Kanwil Hukum Jayapura, Kepala Balai Bahasa Papua di Jayapura, perwakilan BP3OKP Papua Tengah, Biro Hukum Setda Papua Tengah, serta akademisi dari Universitas Papua (UNIPA) Manokwari.
Kehadiran para legislator, seperti Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah dan Anggota DPR Komisi V Papua Tengah, turut memperkuat legitimasi jalannya penyusunan regulasi ini bersama dengan jajaran Panitia Pelaksana Bidang Kebudayaan.
Langkah setelah FGD ini tidak berhenti di sini, melainkan akan langsung bergerak ke tahap finalisasi hukum formal di tingkat yang lebih tinggi.
“Rumusan rancangan Pergub ini selanjutnya akan ditindaklanjuti ke Badan Bahasa RI melalui Balai Bahasa di Jayapura untuk harmonisasi terakhir. Setelah itu, Kanwil Hukum di Jayapura akan menyimpulkannya dengan ketentuan hukum yang bekerja sama dengan Biro Hukum Setda Provinsi Papua Tengah,” jelas Deni.
Deni mengatakan apresiasi mendalam pun datang dari tingkat pimpinan atas dedikasi para peserta yang mengawal jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.
“Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Balai Bahasa di Jayapura, Perwakilan Kanwil Hukum di Jayapura, dan akademisi dari UNIPA yang telah bersedia hadir serta memberikan kontribusi pikiran terbaiknya selama dua hari penuh demi menyelamatkan kekayaan bahasa serta sastra di tanah Papua Tengah,” pungkasnya.