Menu

Mode Gelap

Agama · 20 Mei 2026 22:58 WIT

Uskup Timika Pimpin Misa di Fakfak: Ingatkan Bahaya Medsos dan Pentingnya Jaga Tanah Adat


Foto: Istimewa Perbesar

Foto: Istimewa

SASAGUPAPUA.COM, Fakfak — Uskup Timika, Bernardus Bofitwos Baru, mengajak masyarakat Maybrat di Fakfak untuk mewaspadai berbagai bentuk penipuan digital serta tetap menjaga persatuan dan tanah adat di tengah perkembangan zaman.

Pesan itu disampaikan Uskup Bernardus saat memimpin misa bersama keluarga besar Maybrat di Aula Lingkungan Sina, Kompleks Kampung Pasir, Kabupaten Fakfak, Rabu (20/5/2026).

Dalam khotbahnya, Bernardus mengatakan tantangan kehidupan saat ini tidak hanya datang dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga melalui media sosial dan dunia digital.

“Sekarang orang bisa saling membunuh karakter lewat HP dan media sosial. Orang saling menyerang, iri, dan menjatuhkan satu sama lain melalui dunia maya,” kata Bernardus.

- Advertising -
- Advertising -

Menurut dia, berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk penipuan melalui telepon genggam dan media sosial, perlu diwaspadai masyarakat.

Ia mencontohkan modus penipuan yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat hingga praktik manipulasi identitas di media sosial yang kerap memakan korban.

Karena itu, ia meminta masyarakat lebih bijak menggunakan teknologi dan tidak mudah percaya terhadap informasi maupun tawaran yang beredar di dunia maya.

Selain menyoroti persoalan digital, Bernardus juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan masyarakat adat Maybrat meski berada di wilayah administrasi yang berbeda.

“Kita harus kembali kepada nilai-nilai adat, tanah pusaka, tempat-tempat sakral, dan warisan leluhur yang menjadi pengikat persaudaraan,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat adat perlu memahami sejarah marga, hak ulayat, serta wilayah adat masing-masing agar tidak mudah kehilangan tanah warisan akibat kepentingan ekonomi sesaat.

Menurut Bernardus, perlindungan terhadap tanah adat harus diperkuat melalui aturan hukum dan lembaga resmi masyarakat adat agar keberadaan hutan, gunung, sungai, dan tempat sakral tetap terjaga.

“Jangan sampai karena uang sesaat, tanah warisan dijual begitu saja dan generasi mendatang kehilangan identitas mereka,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bernardus juga mengajak warga Maybrat di Fakfak untuk tetap menjaga hubungan dengan kampung halaman serta memperkuat persaudaraan antarkeluarga.

Ia berharap masyarakat adat tetap bersatu menjaga tanah leluhur dan tidak mudah terpecah oleh kepentingan tertentu.

“Kita percaya Yesus sudah mendoakan kita supaya tetap bersatu. Kita adalah milik Tuhan, bukan milik dunia,” ujar Bernardus.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Potret Pembukaan MTQ I Tingkat Provinsi Papua Tengah di Mimika

15 Juli 2026 - 17:32 WIT

Sambut HUT ke-17 Pemuda GKII Bukit Sion Nabire Gelar Seminar Kesehatan Hingga Teknologi AI

6 Juli 2026 - 15:52 WIT

GSJA Papua Tengah Resmi Gelar Youth Camp 2026 di Nabire

24 Juni 2026 - 20:16 WIT

Uskup Timika Berkati Fasilitas Pastoral dan Makam Tokoh Iman Pertama di Ugapuga Dogiyai

24 Juni 2026 - 06:37 WIT

Semarak HUT Pemuda GIDI ke-40 Klasis Teluk Kimi: Rawat Persaudaraan Lewat Turnamen Futsal dan Voli

10 Juni 2026 - 18:44 WIT

Pemuda Katolik Komcab Nabire Sukses Gelar Diskusi Literasi Digital Bagi Perempuan

9 Juni 2026 - 22:43 WIT

Trending di Agama