SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, membeberkan hasil audiensinya bersama Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia beserta para direktur jenderal pada Senin (13/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas dukungan anggaran untuk pengembangan infrastruktur transportasi prioritas, khususnya perluasan Bandara Nabire dan Pelabuhan Nabire.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia yang sempat meninjau langsung kondisi fasilitas perhubungan di wilayah tersebut.
“Pertemuan dengan Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia dengan para dirjen membicarakan bantuan anggaran untuk memperbesarkan Bandara Nabire. Pelebarannya harus 30–40 sekian, panjangnya juga ada penambahan jadinya 2.000 lebih. Wakil Menteri berjanji mereka akan bantu, karena menindaklanjuti kunjungan Wakil Presiden ke Nabire yang melihat Bandara dan Pelabuhan Nabire,” kata Deinas Geley.
Ia menjelaskan bahwa total kebutuhan anggaran untuk pengembangan Bandara Nabire diperkirakan mencapai Rp500 miliar. Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersiap mengalokasikan dana pendamping, sementara sisanya diharapkan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Perhubungan.
“Bandara itu butuh kurang lebih dana 500 miliar, maka Pemprov kita anggarkan 80 miliar, kemudian sisanya 400 itu dari Kementerian Perhubungan yang bisa bantu kami. Itu hasil diskusi audiensi kemarin,” ujarnya.
Selain fasilitas bandara utama dan pelabuhan, Kemenhub juga memberikan sinyal hijau untuk pembangunan terminal angkutan jalan serta peningkatan kapasitas sejumlah lapangan terbang perintis di wilayah pedalaman Papua Tengah.
“Di terminal tipe A dan tipe B mereka akan bantu kami juga dan disarankan kami menyiapkan lahan tanah 5 hektar. Lapangan perintis juga bantu kami di Kabupaten Puncak yaitu Ilaga, Timika, Deiyai, dan Dogiyai. Kami sudah dorong untuk ada peningkatan bandara lama perintis yang ada,” lanjut Deinas.
Sektor keselamatan jalan raya turut menjadi poin usulan Pemprov Papua Tengah, di mana pemerintah daerah meminta pemasangan pagar pengaman jalan (guardrail) untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di jalur-jalur rawan.
“Kami usulkan pembatas jalan sepanjang jalan itu seperti pagar, supaya kalau ada kecelakaan mobil ada palangnya. Itu yang kami usulkan ke Dinas Perhubungan. Penambahan kecil-kecil ada, tapi yang besar itu bandara dan pelabuhan yang harus tuntas,” tegasnya.
Pertemuan tersebut juga dibagikan jajaran Pemprov melalui dokumentasi foto audiensi bersama Wamenhub. Di saat yang sama, pembagian tugas kepemimpinan di Provinsi Papua Tengah terus berjalan efektif untuk mengawal agenda strategis daerah dan pusat.
“Hari ini Pak Gubernur naik ke Intan Jaya, dan mempercayakan saya untuk mewakili beliau hadir di pertemuan DPD RI bersama para gubernur dan bupati se-Indonesia via Zoom jam 10,” tutup Deinas.









