Menu ✖

Mode Gelap

Agama · 10 Okt 2026 15:36 WIT

Yubelium 50 Tahun Emas: Gereja Kingmi Bukit Zaitun Gelar Ibadah Syukur dan Peletakan Batu Pertama


Momen pelepasan balon dalam acara syukuran peringatan Yubelium 50 tahun emas Gereja Kingmi Jemaat  Bukit Zaitun, Kali Susu, Sabtu (10/10/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua) Perbesar

Momen pelepasan balon dalam acara syukuran peringatan Yubelium 50 tahun emas Gereja Kingmi Jemaat Bukit Zaitun, Kali Susu, Sabtu (10/10/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Nabire — Suasana penuh sukacita dan rasa syukur menyelimuti lapangan Gereja Bukit Zaitun Kalisusu, Nabire, Papua Tengah, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Jemaat dan tamu undangan berkumpul untuk merayakan Ibadah Syukuran Perayaan Yubelium 50 Tahun Emas Gereja Kingmi Bukit Zaitun Kali Susu.

Mengusung tema “Berbuah Menjadi Kuat” dengan subtema “Berakar, Bertumbuh dan Berbuah,” perayaan ini menjadi tonggak sejarah penting atas perjalanan setengah abad pelayanan iman di tanah Papua.

Meskipun kondisi wilayah Kabupaten Nabire diselimuti oleh kabut asap, semangat panitia dan jemaat tidak sedikit pun surut.

- Advertising -
- Advertising -

Persiapan acara yang matang, mulai dari memasak sejak dini hari hingga pengaturan teknis di lapangan, berjalan dengan lancar berkat kerja sama seluruh pihak.

Puncak perayaan ditandai dengan berbagai rangkaian acara yang khidmat sekaligus meriah. Di sela-sela ibadah, dilaksanakan prosesi peletakan batu pertama sebagai awal pembangunan gedung gereja baru yang ditargetkan rampung sebelum tahun 2030.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja Jemaat Bukit Zaitun, Sabtu (10/10/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun, penyerahan tongkat estafet pelayanan dari para pendahulu kepada generasi penerus, serta pelepasan balon ke udara sebagai simbol pengharapan baru.

Sebagai wujud kebersamaan dan kekeluargaan, perayaan ini juga dimeriahkan dengan tradisi bakar batu, di mana sebanyak 16 ekor babi beserta sayuran dan umbi-umbian disiapkan untuk dinikmati bersama seluruh jemaat.

Syukur dan Harapan Generasi Menuju Satu Abad

Perjuangan panitia dan jemaat dalam mempersiapkan acara ini berbuah manis meski harus melewati malam tanpa tidur di tengah kondisi alam yang diuji oleh kabut asap.

Ungkapan syukur tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Perayaan Yubelium 50 Tahun Emas Gereja Kingmi Jemaat Kali Susu, Yerry Lukas Tabuni, yang mengapresiasi kerja keras seluruh  panitia dan jemaat sejak pukul empat pagi.

Ketua Panitia Perayaan Yubelium 50 Tahun Emas Gereja Kingmi Jemaat Kali Susu, Yerry Lukas Tabuni. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.

“Hari ini yang pertama kami mengucap syukur kepada Tuhan Allah yang luar biasa karena kondisi dunia bahkan kondisi di provinsi Papua Tengah khususnya Kabupaten Nabire sudah diselimuti asap, tetapi dalam kegiatan yang ada ini tidak dapat capek, tidak rasa bosan, termasuk anak-anak, panitia ini kami tidak tidur sampai hari ini,” ujar Yerry Lukas Tabuni.

Ia menambahkan penyertaan Tuhan selama 50 tahun dari 1976 hingga 2026 terbukti nyata karena pelayanan gereja berjalan tanpa ada masalah berarti.

Ke depannya, ia berharap tongkat estafet kepemimpinan yang diserahkan kepada generasi muda dapat membawa gereja semakin berkembang dan terarah menuju perayaan 100 tahun.

Semangat Kebersamaan dan Tanggung Jawab Baru Generasi Muda

Keberhasilan perayaan akbar ini tidak lepas dari kerja sama lintas jemaat dan seluruh elemen masyarakat yang turut bahu-membahu mendukung panitia.

Sekretaris Panitia Perayaan Yubelium 50 Tahun Emas Gereja Kingmi Jemaat Kali Susu, Arnol Yarinap, menuturkan bahwa momentum puncak ini bukanlah akhir dari pelayanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar bagi kaum muda.

“Tentu keberhasilan hari ini bukan keberhasilan semata panitia tapi semua pihak ikut terlibat bersama dengan panitia. Ini merupakan tanggung jawab besar yang diberikan oleh orang-orang tua yang pioner kepada kami anak-anak muda, tentunya itu menjadi tanggung jawab besar dan kita tentunya butuh sekali bimbingan dari orang tua kembali lagi, tetap sebagai anak muda tidak mampu jalan sendiri,” ungkap Arnol Yarinap.

Sekretaris Panitia Perayaan Yubelium 50 Tahun Emas Gereja Kingmi Jemaat Kali Susu, Arnol Yarinap. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

Ia juga menegaskan bahwa ke depan, Gereja Kingmi Jemaat Bukit Zaitun diharapkan terus bertumbuh, berbuah, serta peka dalam melihat berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, baik di lingkungan jemaat maupun di luar jemaat.

Menjaga Keharmonisan Keluarga dan Gereja

Perjalanan setengah abad gereja dipandang sebagai bukti nyata atas kasih dan kehebatan Tuhan yang menyertai umat-Nya. Ketua Klasis Kingmi Nabire, Pdt.Mordekai Oillah, S.Th, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan, baik dalam lingkup internal gereja, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.

“Gereja ini Tuhan punya dan gereja ini kita punya, karena itu bicara sama-sama, kerja sama-sama, kalau ada yang salah perbaiki sama-sama untuk kemajuan pekerjaan Tuhan ke depan sampai yubelium kedua, hingga genap 100 tahun ke depan di gereja ini,” kata Pdt. Mordekai Oillah.

Momen pemotongan kue ulang tahun. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

Selain itu, ia berpesan agar setiap keluarga menjadi benteng pertahanan yang kuat dengan saling menjaga antarpribadi, suami istri, serta orang tua dan anak.

Pdt. Mordekai mengatakan dengan keluarga yang kuat, maka gereja dan daerah akan menjadi kuat serta aman.

Peran Strategis Gereja Sebagai Mitra Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Nabire yang hadir dalam perayaan tersebut turut memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi para pendahulu dan jemaat dalam membangun peradaban rohani di tanah Papua.

Asisten III Pemkab Nabire, Benoni Ayorbaba, menyampaikan bahwa perayaan emas ini merupakan momentum penting untuk memperbarui komitmen dalam membangun masa depan gereja yang lebih baik.

“Perayaan 50 tahun emas bukan sekadar perayaan untuk mengenang masa lalu, tetapi merupakan ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sekaligus kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan, pelayanan, dan memperbaharui komitmen dalam membangun masa depan gereja yang lebih baik,” kata Benoni Ayorbaba.

Momen salah satu petugas konsumsi membagikan menu bakar batu kepada jemaat dan tamu. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

Pemerintah Kabupaten Nabire memandang gereja sebagai mitra strategis yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik melalui peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru, tetapi juga dalam pembangunan manusia yang beriman, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi bagi masyarakat luas.

Sebelumnya pada Jumat (9/10/2026) kemeriahan acara telah mulai dilaksanakan dengan momen napak tilas momen bersejarah. Jemaat Bukit Zaitun melakukan pawai jalan kaki menyusuri lokasi-lokasi bersejarah di Nabire sebagai pengingat bagi generasi muda.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Napak Tilas Perjalanan 50 Tahun, Jemaat Kingmi Bukit Zaitun Pawai Jalan Kaki Susuri Nabire

9 Oktober 2026 - 16:33 WIT

LENSA FOTO: Hasil Konferensi Ke-10 GKII Wilayah III Papua: Pdt. Geradus Bunai Terpilih Sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

26 September 2026 - 16:45 WIT

Hasil Konferensi Ke-10 GKII Wilayah III Papua: Pdt. Geradus Bunai Terpilih Sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

26 September 2026 - 16:38 WIT

Potret Pembukaan MTQ I Tingkat Provinsi Papua Tengah di Mimika

15 Juli 2026 - 17:32 WIT

Sambut HUT ke-17 Pemuda GKII Bukit Sion Nabire Gelar Seminar Kesehatan Hingga Teknologi AI

6 Juli 2026 - 15:52 WIT

GSJA Papua Tengah Resmi Gelar Youth Camp 2026 di Nabire

24 Juni 2026 - 20:16 WIT

Trending di Agama