Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 8 Mei 2026 16:44 WIT

Freeport Setor Rp2,88 Triliun Untuk Pemprov Papua Tengah


Area Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia. Pada 2025, volume penjualan PTFI untuk tembaga sebesar1,2 miliar pound serta1,1 juta ounces emas. (Foto: Corcom PTFI) Perbesar

Area Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia. Pada 2025, volume penjualan PTFI untuk tembaga sebesar1,2 miliar pound serta1,1 juta ounces emas. (Foto: Corcom PTFI)

SASAGUPAPUA.COM, Jakarta, 7 Mei 2026 – PT Freeport Indonesia (PTFI) pada tanggal 8 April 2026 menyetorkan Rp2,88triliun bagian keuntungan bersih Tahun 2025 kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah termasuk delapan kabupaten di wilayahnya sebagai tambahan dari setoran sebesar Rp10,6 trilliun yang sudah dibayarkan sepanjang tahun 2025.

Dengan demikian secara keseluruhan setoran ke daerah mencapai Rp13,48 triliun dari total Rp75 triliun setoran PTFI kepada negara yang mana Rp16,9 triliun merupakan dividen kepada MIND ID sebagai pemegang saham Pemerintah Indonesia.

“Perusahaan senantiasa mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajibannya kepada negara dan daerah dengan harapan agar dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat di daerah masing-masing,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.

Rincian pembagian Rp2,88 triliun bagian keuntungan bersih perusahaan sebagai berikut:

- Advertising -
- Advertising -

Provinsi Papua Tengah : Rp720,5 miliar (1,5%)

Kabupaten Mimika : Rp1,2 triliun (2,5%)

Kabupaten lain di Provinsi Papua Tengah yakni:

Kabupaten Nabire

Kabupaten Paniai

Kabupaten Puncak

Kabupaten Puncak Jaya

Kabupaten Dogiyai

Kabupaten Deiyai

Kabupaten Intan Jaya

Setiap kabupaten menerima Rp137,2 miliar sehingga total Rp960,4 miliar (2%)

Tony menambahkan bahwa nilai ini dapat terus meningkat seiring dengan harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi. “Saat ini operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan setelah insiden tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), dengan tingkat produksi baru mencapai sekitar 40 hingga 50 persen. Perusahaan menargetkan dapat kembali mencapai kapasitas penuh pada awal tahun 2028,” kata Tony.

Selain kontribusi langsung kepada negara, PTFI terus memberikan manfaat berkelanjutan kepada masyarakat disekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial.

Sepanjang 2025, nilai investasi sosial perusahaan mencapai Rp2 triliun dan akan terus berlanjut sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,7 triliun per tahun hingga tahun 2041.

“Keberhasilan PTFI sebagai perusahaan adalah ketika masyarakat disekitar wilayah operasional turut meningkat taraf hidup dan kesejahteraannya.

“Kami percaya tidak ada perusahaan yang berhasil ditengah masyarakat yang gagal. Karena itu, kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga selesainya operasi penambangan,” kata Tony.

 

Tentang PT Freeport Indonesia (PTFI)

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral terkemuka, afiliasi dari Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). PTFI menjalankan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian mineral secara terintegrasi untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan. Melalui operasi hulu ke hilir, PTFI menjadi perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia.

Kegiatan penambangan PTFI berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, salah satu wilayah pegunungan terpencil dan ekstrem di dunia yang memiliki salah satu deposit tembaga dan emas terbesar. Proses pemurnian dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri.

PTFI tengah mengembangkan tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral Grasberg. Melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, penerapan teknologi canggih, dan standar keselamatan kelas dunia, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Berikan Komentar
penulis : Red
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Freeport dan Uncen Resmi Mulai Program Eksekutif Mengajar

7 Mei 2026 - 08:14 WIT

Mengenal Daniel Turot: Ketua ‘Baret Merah’ Ende Asal Papua yang Pasang Badan untuk Keadilan di Tanah Flores

6 Mei 2026 - 16:29 WIT

Ukir Sejarah Baru di Papua Tengah: Putri Asli Suku Mee Resmi Jabat Kasi Pidsus Kejari Nabire

4 Mei 2026 - 22:36 WIT

Kunjungi Bulog Nabire, Yan Mandenas Ingatkan Jangan Ada Jual-Beli Beras Bulog Tanpa Prosedur

4 Mei 2026 - 19:57 WIT

Gejolak Timur Tengah hingga Konflik Dogiyai Warnai Inflasi Nabire Bulan April

4 Mei 2026 - 18:27 WIT

Keterbatasan Penerbangan Jadi Tantangan Bulog Kirim 500 Ton Beras ke Intan Jaya

4 Mei 2026 - 13:07 WIT

Trending di Ekonomi