SASAGUPAPUA.COM, Mimika – Kepala Dinas DP3AKB Papua Tengah, Agustinus Bagau meminta agar kader TPK jelih dalam mendeteksi stunting mulai dari tingkat Kampung, pernyataan ini disampaikan langsung usai pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pendamping Keluarga (TPK) tahap kedua di Mimika, Selasa (1/9/2026).
Agustinus menjelaskan, pembentukan dan pelatihan TPK merupakan langka penting untuk menjadikan para kader sebagai ujung tombak di setiap kampung dalam melakukan deteksi dini terhadap keluarga yang berisiko stunting.
“Kegiatan tim pendampingan keluarga yang kita latih hari ini difokuskan karena Provinsi Papua Tengah, khususnya di delapan kabupaten, memiliki data stunting. TPK dibentuk sebagai ujung tombak di kampung-kampung agar bisa melakukan deteksi dini,” ujar Agustinus saat diwawancarai media.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan program penanganan stunting di wilayah Papua Tengah sejauh ini belum berjalan merata.
“Dari delapan kabupaten yang ada, baru dua kabupaten, Mimika dan Nabire yang pergerakan TPK-nya maksimal hingga ke tingkat kampung. Sementara di enam kabupaten lainnya, seperti Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Paniai, Deiyai, dan Dogiyai, kinerja TPK belum optimal, “ungkapnya.
Oleh karena itu, DP3AKB Papua Tengah menggencarkan pelatihan guna meningkatkan kapasitas para kader.
“Pelatihan tahap pertama sudah dilaksanakan untuk wilayah Kabupaten Paniai, Deiyai, Dogiyai, dan Nabire dengan melatih sekitar 60-an peserta, “jelas Agustinus.
Melalui bimtek tahap kedua ini, Agustinus berharap setiap TPK di kabupaten/kota dapat menyusun dan mengantongi data akurat mengenai keluarga yang mengalami stunting maupun yang berisiko.
“Dengan ketersediaan data yang akurat, semoga intervensi dan pencegahan stunting di Papua Tengah dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran, “Pungkasnya.





