SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan di Kabupaten Nabire menjelang hari raya keagamaan dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan oleh perwakilan Badan Pangan Nasional, Dr. Tono, usai melakukan pengawasan intensif selama kurang lebih satu bulan di Nabire, Papua Tengah.
Dalam keterangannya, Dr. Tono menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan kerja lintas sektor untuk melindungi konsumen.
“Iya, jadi kalau kami sebenarnya tidak hanya kami sendiri, tetapi kita berkolaborasi dengan Polda, juga dengan Polres, seluruh seluruh stakeholder yang terkait. Kami ingin memastikan sebenarnya di pusat itu membentuk namanya satuan satgas, satuan tugas pelanggaran harga, mutu, dan keamanan pangan,” ujarnya ketika diwawancarai pada Kamis (12/3/2026).
Toni menjelaskan fokus utama Satgas adalah menjamin akses masyarakat terhadap pangan yang berkualitas dengan harga yang wajar.
“Jadi kami melakukan pemantauan di pasar-pasar, di distributor, dan juga di produsen. Berapa sih biaya produksinya, biaya distribusinya, sehingga pedagang menjual di harga berapa. Tujuannya kita ingin di hari-hari besar keagamaan ini masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau,” tutur Dr. Tono.
Terkait faktor eksternal seperti cuaca, Dr. Tono tidak menampik adanya pengaruh terhadap rantai pasok.
“Sebenarnya tidak secara langsung. Tetapi apapun yang mempengaruhi harga pangan tentunya kan banyak faktor. Termasuk juga cuaca juga mempengaruhi kalau produksinya berkurang otomatis pasokan juga akan berkurang juga. Jadi semuanya kita lihat,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan di Pasar SP dan sejumlah pasar lainnya, tim menemukan bahwa stok pangan sangat mencukupi dan harga cenderung stabil tanpa fluktuasi yang ekstrem. Dr. Tono bahkan menyoroti harga cabai di Nabire yang justru berada di bawah harga acuan nasional.
“Kalau kita cek di Pasar SP itu kemarin cabai merah itu di harga 30 ribu sudah dapat. Padahal kan harga acuan penjualannya itu bisa di 55 ribu sampai 57 ribu. Jadi untuk beberapa komoditas relatif aman,” katanya.
Dr. Tono memberikan pesan tegas kepada para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum hari raya untuk mengambil keuntungan tidak wajar. “Himbauannya yang pertama distributor tidak menaikkan harga menjelang hari besar. Lalu yang kedua pedagang pun sama, kalau distributornya harganya sudah tidak berubah, jangan menaikkan harga pada saat hari besar keagamaan. Jadi supaya masyarakat bisa merayakan hari lebaran itu dengan baik,” pungkasnya.






