SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah –Kebijakan pendidikan gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) mendapat apresiasi luas dari orang tua murid.
Berdasarkan SK Gubernur Nomor 99 Tahun 2026, SMK Negeri 3 Kesehatan dan Pekerjaan Sosial Kabupaten Mimika tercatat menerima alokasi dana tahap pertama untuk periode Januari hingga Juni sebesar Rp564.000.000 bagi 940 siswa. Kebijakan ini dinilai sangat membantu meringankan beban finansial sekaligus menjamin kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Klara Efanty, salah satu orang tua siswa baru yang anaknya mengambil jurusan Farmasi, mengungkapkan bahwa proses pendaftaran di SMK Negeri 3 sama sekali tidak memungut biaya pendaftaran hingga praktek.
“Proses pendaftaran di SMK Negeri 3 sama sekali tidak memungut biaya,” ujar Klara saat diwawancarai pada Minggu, (26/7/2027).
Ia mengaku baru mengetahui kebijakan pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah tersebut saat menghadiri pertemuan antara orang tua murid baru dan kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah memberikan penjelasan mendetail mengenai adanya bantuan dana dari Pemprov Papua Tengah yang turut diterima oleh pihak sekolah.
Dimana kata Klara, dalam rapat tersebut pihak sekolah hanya memberikan instruksi terkait pakaian seragam sekolah juga pakaian praktik seperti jas Lab yang dijumlahkan sekitar enam seragam tetap dibayar bagi Non Oap. Sementara untuk Orang Asli Papua digratiskan.
“Karena kami bukan orang asli Papua sehingga kami tetap membayar khusus untuk pakaian seragam sementara lainnya digratiskan. Kalau OAP berdasarkan informasi dalam rapat pakaian seragam juga gratis,” katanya.
“Sebagai orang tua, dari segi penjelasan yang disampaikan oleh Ibu kepala sekolah terkait bantuan yang diberikan oleh Pemprov Papua Tengah ke SMK Negeri 3 dan selama ini bagaimana penggunaannya, tentu sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah diberikan kepada SMK Negeri 3,” lanjut Klara.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan penjelasan pihak sekolah, para siswa telah merasakan langsung dampak nyata dari kebijakan tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan belajar, termasuk kegiatan praktik kejuruan, dapat berjalan tanpa adanya pungutan biaya tambahan.
“Karena dari penjelasan Ibu kepala sekolah, kita mengetahui bahwa anak-anak yang selama ini sudah merasakan dampak dari kebijakan pendidikan gratis tersebut, anak-anak bisa bersekolah dengan baik bahkan sampai di praktik, mereka praktik pun gratis tidak ada pungutan biaya apa pun,” lanjutnya.
Atas terealisasinya program tersebut, Klara menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya gubernur dan wakil gubernur, atas perhatian yang diberikan kepada para pelajar di daerah sasaran. Menurut pandangannya, program ini bukan sekadar bentuk pemberian, melainkan wujud nyata kewajiban negara.
“Untuk pemerintah provinsi, dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur, sebagai orang tua dari siswa yang bersekolah, di mana sekolah itu menjadi sasaran kebijakan pendidikan gratis oleh pemerintah provinsi, tentu kami mengucapkan terima kasih,” ucap Klara.
“Bagi kami, pendidikan gratis bagi anak-anak ini bukan merupakan hadiah, tapi bentuk kewajiban dan tanggung jawab pemerintah terhadap generasi-generasi,” tegasnya menambahkan.
Ke depan, ia berharap program pendidikan gratis ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan serta pengelolaannya benar-benar tepat sasaran. Ia juga mendorong agar pemerintah daerah dapat memperluas kontribusinya dalam memajukan dunia pendidikan melalui sektor-sektor pendukung lainnya.
“Nah, sehingga kami berharap agar pendidikan gratis ini terus berjalan, lalu kebijakan-kebijakan yang diberikan benar-benar tepat sasaran, dan semoga pemerintah daerah lebih berkontribusi lagi untuk hal yang lain selain pendidikan gratis dalam dunia pendidikan,” kata Klara.
Selain mengapresiasi bantuan finansial, Klara juga menitipkan sejumlah harapan besar demi kemajuan mutu pendidikan di wilayah Papua Tengah secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan hingga ke daerah pelosok, termasuk penyediaan tenaga pendidik yang berkualitas serta kelengkapan sarana dan prasarana belajar.
“Untuk harapan ke depan, untuk kemajuan pendidikan di Papua Tengah, bukan hanya pendidikan gratis bagi anak-anak, namun juga sebagai orang tua kami sangat berharap agar pemerintah dapat menghadirkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok Papua, memenuhi contohnya memenuhi sekolah-sekolah dengan guru-guru yang hebat, lalu dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, karena anak Papua itu mereka punya potensi yang luar biasa, sehingga mereka hanya membutuhkan kesempatan dan dukungan yang sama seperti anak-anak di daerah lain,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, ia berharap kualitas pendidikan yang baik ini mampu melahirkan generasi muda Papua yang cerdas, mandiri, serta siap membawa perubahan positif bagi daerah asalnya di masa mendatang.
“Lalu juga sangat kami sangat berharap agar melalui pendidikan yang baik terhadap anak-anak Papua, anak-anak Papua ini dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri serta mampu meraih cita-citanya setinggi langit, terutama membawa kelak akan membawa perubahan bagi tanah Papua sendiri,” pungkasnya.







