Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 21 Okt 2024 20:09 WIT

Dinkes Mimika Gelar Lomba Bayi Sehat Distrik Kuala Kencana dan Iwaka


Dinkes Mimika Gelar Lomba Bayi Sehat Distrik Kuala Kencana dan Iwaka Perbesar

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melalui Bidang Kesehatan masyarakat menggelar kegiatan penilaian lomba bayi sehat dalam rangka pemberian penghargaan partisipasi masyarakat.

Lomba ini digelar di aula kantor Distrik Kuala Kencana, Senin (21/10/2024).

Kegiatan penilaian yang dilaksanakan diikuti oleh 3 puskesmas di wilayah Distrik Kuala Kencana dan Distrik Iwaka.

Yangmana kegiatan yang sama sebelumnya sudah dilaksanakan juga di Distrik Wania, Distrik Mimika Timur, Distrik Mimika Baru terdapat 3 puskesmas yaitu Puskesmas Timika, Puskesmas Timika Jaya, Puskesmas Pasar Sentral.

- Advertising -
- Advertising -

Sementara untuk Distrik Kuala Kencana terdapat 2 puskesmas yaitu Puskesmas Karang Senang, Puskesmas Bhintuka dan Distrik Kwamki Narama juga Puskesmas Limau Asri.

Kepala Bidang Kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Leni Silas di sela-sela kegiatan menjelaskan, penilaian lomba balita sehat sekaligus memberikan penghargaan atas partisipasi masyarakat khususnya bagi orang tua.

Kepala Bidang Kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Leni Silas berfoto bersama Kepala Puskesmas Limau Asri Mariana Sombodatu dan peserta lomba. (Foto: Humas JMSI)

Tujuan dari kegiatan ini kata Leni untuk melihat tumbuh kembang anak serta partisipasi dari orang tua dalam mengasuh dan membesarkan anaknya. Sebab bayi yang sehat karena peran dari orang tuanya sehingga berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

“Dengan adanya lomba balita ini masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana bayi, merawat bayi, balita dapat bertumbuh berkembang dengan baik sesuai dengan standar bahwa bayi balita itu tambah berat badan bertambah tinggi badan kemudian bertambah pintar sesuai dengan umur daripada bayi,” kata Leni.

Dalam penilaian, bayi yang mengikuti lomba dibagi menjadi 2 kategori yakni kategori 6 sampai 24 bulan, kemudian kategori 24 sampai 59 bulan.

Kriteria penilaiannya adalah bagaimana bayi dilahirkan apakah di fasilitas kesehatan, apakah ditolong oleh petugas kesehatan, waktu lahir berapa berapa beratnya, pola makan ibu ketika hamil, bayi ketika dilahirkan melahirkan beratnya diatas 2500 gram, status daripada itu mulai dari artinya sampai 6 bulan itu bayi harus dapatkan asi ekslusif dan makanan lain sesuai dengan tahapan umurnya, kemudian bagaimana status imunisasinya.

“Kegiatan ini kami buat dua kategori umur yaitu usia 6 sampai 24 bulan kemudian yang kedua yaitu usia 24 sampai 59 bulan,” jelasnya.

Rencananya minggu depan, kegiatan yang sama akan dilaksanakan di Distrik Kwamki Narama.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Dinas Kesehatan Papua Tengah Buka Seleksi Siswa Berprestasi untuk Bidang Kesehatan

30 Januari 2026 - 18:46 WIT

Provinsi Papua Tengah Raih UHC Award 2026 – Layanan Kesehatan Gratis Berbasis KK dan KTP, Hingga Safety Net

27 Januari 2026 - 21:55 WIT

Transformasi Kesehatan di Papua Tengah: Dari Pendataan Nakes Hingga Pengusulan RS Vertikal Kemenkes

27 Januari 2026 - 13:20 WIT

Doa dan Hening Renungan Bersama ODHA – KPA Papua Tengah Targetkan Pemeriksaan Massal dan Penghapusan Stigma

9 Desember 2025 - 12:44 WIT

23.535 Kasus HIV di Papua Tengah, KPA dan Dinkes Gaungkan Strategi ‘STOP’ dan Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya

6 Desember 2025 - 13:38 WIT

Trending di Kesehatan