Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 23 Agu 2025 18:10 WIT

Donatus Mote Minta Pemkab Deiyai Tutup Tempat Hiburan Malam


Ketua Fraksi Khusus DPRP Papua Tengah, Donatus Mote. (Foto: sasagupapua) Perbesar

Ketua Fraksi Khusus DPRP Papua Tengah, Donatus Mote. (Foto: sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, DEIYAI – Ketua Fraksi Kelompok Khusus Donatus Mote menyoroti tingginya kasus kriminalitas yang terjadi di Kabupaten Deiyai.

Dimana selama tiga bulan terakhir mulai bulan Juni hingga Agustus tecaatat sudah enam orang menjadi korban kekerasan

Donatus mengatakan dalam rangka meminimalisir tindakan kekerasan pembacokan, pembunuhan di sekitaran kota Waghete perlu ada peraturan bupati untuk menutup semua tempat hiburan baik siang maupun malam.

Selain itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai juga sebagai mitra kerja pemerintah daan masyarakat harus pro aktif.

“KNPI segera ambil langkah-langkah konkrit untuk tutup tempat-tempat hiburan,” katanya kepada media ini, Sabtu (23/8/2025).

Dikatakan, KNPI sebagai organisasi pemuda yang dapat anggaran dari pemerintah mestinya harus melakukan investigasi dan pengkajian secara intelektual dan menawarkan solusi kepada pemerintah dalam rangkah mengembalikan Deiyai tanah damai, berbudaya dan bergama.

“Pemerintah kabupaten Deiyai harus mengundang kepala suku dari lima distrik, kepala kampung, tokoh pemuda, tokoh agama dan mulai diskusi bersama dalam rangkah kembalikan Deiyai tanah damai, ramah, berbudaya dan beriman,” katanya.

Donatus mengatakan situasi yang terjadi di Deiyai menyebabkan korban yang tidak hanya masyarakat Nusantara, tapi juga masyarakat lokal.

“Tindakan kriminal seperti ini membuat masyarakat menjadi takut untuk beraktivitas, misalnya masyarakat mulai takut untuk ke kebun untuk bertani, takut ke danau untuk bernelayan, takut untuk ke hutan berburuh dan lainnya. Hal ini bia berdampak negatif pada ekonomi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sehingga sebagai anggota DPRP Papua Tengah Dapil Deiyai menyampaikan kepada Pemkab Deiyai agar segera memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.

“Harus ditemukan solusi untuk menghentikan tindakan-tindakan kriminal dari kota Waghete Deiyai,” ucapnya

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 107 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bayi yang Meninggal di Sarmi Dibunuh Oleh Ibu Kandungnya Sendiri, Begini Kronologinya

25 Agustus 2025 - 22:33 WIT

Berawal Dugaan Penculikan, Seorang Bayi di Sarmi Ditemukan Terkubur Dalam Gundukan Tanah

24 Agustus 2025 - 17:29 WIT

YLBHI bersama LBH Papua Adukan Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Militer di Puncak Jaya ke Komnas HAM

23 Agustus 2025 - 17:54 WIT

Hingga Hari ke-4 Pencarian Seorang Pendulang yang Hanyut di Mile 30 Masih Nihil

23 Agustus 2025 - 07:41 WIT

Kasus Korupsi PON Papua Terus Diusut, 10 Miliar Berhasil Dikembalikan

21 Agustus 2025 - 13:48 WIT

Tim SAR Gabungan Menyusuri Sungai Cari Pendulang yang Hanyut di Timika

20 Agustus 2025 - 08:38 WIT

Trending di Hukum Kriminal