SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menegaskan pentingnya penetapan Pelabuhan Nabire dan Pelabuhan Pomako di Mimika sebagai pelabuhan pangkal bagi kapal perintis di wilayah Provinsi Papua Tengah.
Usulan ini disampaikan langsung oleh John Gobai saat melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Ewanggen Kogoya, di kantor Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Nabire, pada Selasa (23/6/2026).
John Gobai menekankan bahwa transportasi laut merupakan urat nadi utama untuk menjangkau masyarakat yang bermukim jauh dari ibu kota kabupaten. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berpusat di perkotaan, tetapi harus menyentuh hingga ke kampung-kampung terpencil agar terjadi pemerataan kesejahteraan.
“Tidak ada sarana lain yang tepat selain sarana transportasi guna menjangkau masyarakat yang ada di daerah-daerah yang jauh dari ibu kota kabupaten. Ini penting agar pembangunan tidak hanya dilakukan di kota-kota, tetapi kampung juga harus bisa dijangkau dan dibangun,” ujar John Gobai.
Saat ini, pelayanan kapal perintis di wilayah Papua Tengah masih bergantung pada pelabuhan pangkal di luar provinsi, seperti Jayapura, Biak, dan Merauke.
Untuk mempermudah perencanaan dan mempercepat pelayanan, John Gobai mendesak Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah agar segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut guna menetapkan dua pelabuhan pangkal di Papua Tengah.
“Kami memohon kepada Kementerian Perhubungan, khususnya Dirjen Perhubungan Laut, agar di Provinsi Papua Tengah dapat ditetapkan dua pelabuhan pangkal, yaitu di Mimika dan di Nabire. Hal ini mengingat dua wilayah ini berada di sisi utara dan selatan Pulau Papua. Ini penting agar pelayanan kapal perintis di wilayah Provinsi Papua Tengah dapat direncanakan secara baik dan dimulai dari serta menuju ke Nabire maupun Pomako,” ucapnya.
Selain masalah pelabuhan pangkal, John Gobai juga menyoroti pentingnya keberlanjutan rute kapal perintis yang telah berjalan di wilayah Nabire seperti Yaur, Teluk Umar, Napan Wenami, dan Wapoga. Dalam pertemuan sebelumnya pada Senin (22/6/2026), ia juga menekankan perlunya perhatian khusus pada akses transportasi di wilayah pesisir selatan Mimika, termasuk kendala pendangkalan di sekitar Pulau Tiga yang menghambat akses ke Dermaga Sipu-sipu, Distrik Jita.
John Gobai pun menyoroti kebutuhan akan pengembangan infrastruktur baru di tahun 2027, khususnya untuk Dermaga Mambor di Kabupaten Nabire dan rencana pembukaan jalur ke Potowaiburu di Distrik Mimika Barat Jauh. Ia mendesak adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan pihak swasta seperti PT Freeport Indonesia, PT MAK, dan PT Jati Darma, untuk berkontribusi dalam pembangunan dermaga maupun pengerukan alur sungai.
“Saya meminta kepada Pemprov Papua Tengah, Pemda Mimika, dan Pemda Nabire, serta swasta agar kita berkolaborasi guna mendorong pelayanan kapal perintis dan penyiapan sarana serta prasarana penunjang. Pelayanan ke Yaur, Teluk Umar, Napan, dan Jita harus dipertahankan, namun kita juga harus fokus pada rencana usulan tahun 2027 agar kapal bisa menyinggahi Potowaiburu dan Mambor,” tutup John Gobai.






