Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 7 Apr 2026 18:09 WIT

FRB Sampaikan Tuntutan Dihadapan DPR Papua Tengah: Ingin Penentuan Nasib Sendiri


Massa saat berada di gedung DPR Papua Tengah, Selasa (7/4/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com Perbesar

Massa saat berada di gedung DPR Papua Tengah, Selasa (7/4/2026). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Ratusan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Bergerak (FRB) akhirnya tiba di kantor DPRD Papua Tengah, Selasa (7/4/2026) setelah melakukan long march untuk menyampaikan tuntutan.

Mereka tiba di Kantor DPR Papua Tengah sekitar pukul 14.14 WIT.

Dikantor DPR Papua Tengah, mereka diterima oleh Ketua DPR Papua Tengah, Delius Tabuni dan sejumlah anggota DPR Papua Tengah lainnya.

Massa menyampaikan aspirasinya untuk membubarkan MRP, mengembalikan Otsus, dan tutup Freeport serta menuntut terkait kasus Dogiyai berdarah.

- Advertising -
- Advertising -

Mereka juga menyampaikan setidaknya tujuh tuntutan yakni:

  1. Tarik operasi militer organik dan non organik di seluruh tanah Papua.
  2. Tolak PSN di Merauke
  3. Tolak Blok Wabu, Blok Warin Welland Migas di Bintuni Minyak Bumi dan semua investasi di seluruh tanah Papua
  4. Tolak pembangunan bandara antariksa dan pangkalan militer di Biak.
  5. Hentikan pembukaan lahan kelapa sawit, tebu, jagung dan perusahaan industri ekstraktif dan lainnya.
  6. PT. Freeport segera bertanggung jawab terhadap 8.300 butuh moker di PHK secara sepihak
  7. Berikan hak kedaulatan bagi bangsa Papua sebagai solusi demokrasi
Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kapolres Nabire Kawal Massa Aksi Long March ke Kantor DPR Papua Tengah

7 April 2026 - 13:57 WIT

Aksi Front Masyarakat Bergerak di Nabire: Jalan Pasar Karang Nabire Lumpuh

7 April 2026 - 13:13 WIT

POTRET: Aksi Front Rakyat Bergerak Berkumpul di Wadio Nabire: Polisi Pasang Barikade Tameng

7 April 2026 - 11:19 WIT

Besok, 785 Personel Gabungan Amankan Aspirasi di Nabire, Kapolres: Long March Tidak Diizinkan

6 April 2026 - 17:54 WIT

Koalisi HAM Papua Desak Penghentian Operasi Keamanan di Dogiai dan Pembentukan Tim Pencari Fakta

2 April 2026 - 09:10 WIT

Minta Kapolres Dogiyai Diperiksa, DPR Papua Tengah: Berhenti Tembak Warga Sipil!

2 April 2026 - 08:57 WIT

Trending di Hukum Kriminal