Menu

Mode Gelap

Umum · 6 Jul 2026 20:43 WIT

Genjot Hilirisasi, Dirjen Perkebunan Kementan Dorong Percepatan Nursery di Nabire


Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Dr. Ir. Ali Jamil Harahap, Ph.D., melakukan kunjungan. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah) Perbesar

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Dr. Ir. Ali Jamil Harahap, Ph.D., melakukan kunjungan. (Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Dr. Ir. Ali Jamil Harahap, Ph.D., melakukan kunjungan kerja langsung ke Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Senin (6/7/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memonitoring dan mempercepat realisasi program strategis perkebunan tahun anggaran 2026 di wilayah Papua Raya, di mana Kabupaten Nabire menjadi salah satu titik fokus dengan kegiatan paling variatif.

Dalam peninjauan di lokasi pembibitan (nursery) Kakao Samabusa, Dirjen Perkebunan didampingi langsung oleh Wakil Bupati Nabire, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, jajaran Kepala Dinas Pertanian tingkat provinsi dan kabupaten, serta Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Ambon.

 

- Advertising -
- Advertising -

Percepatan Target 3,6 Juta Bibit Kakao

Ali Jamil menegaskan, Kabupaten Nabire mendapatkan alokasi besar untuk sektor perkebunan, meliputi perluasan kelapa seluas 100 hektar, penataan sagu, budidaya kopi, serta komoditas unggulan kakao yang mencapai 3.000 hektar—terdiri dari 1.000 hektar peremajaan dan 2.000 hektar perluasan lahan.

“Untuk mendukung luasan kakao, target penyediaan 3.600.000 batang bibit termasuk cadangan 20%, maka pelaksana, CV Felicia, bersama Pejabat Pembuat agar percepat proses pengisian polibek, “ujar Ali.

Ali meminta agar proses teknis pelaksanaan pengisian polibek agar dapat dipercepat, dan titik pembibitan didekatkan dengan lokasi calon petani penanam. Langkah ini penting guna mencegah terjadinya stres pada bibit akibat jarak angkut yang terlalu jauh, yang berpotensi merusak kualitas tanaman.

“Saya minta pengisian polibek untuk minimal 3 juta bibit ini paralel berjalan dan selesai dalam waktu dua minggu. Begitu benih (seedling) datang, tinggal langsung dimasukkan. Ini untuk mencegah terjadinya kerusakan pada benih atau bibit, dan juga luas lahan pembibitan juga harus dioptimalkan minimal 8 hektar agar kapasitas penampungan ideal,” ungkap Ali dihadapan tim teknis dan tokoh adat setempat.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan, seluruh program ini merupakan visi Pemerintah pusat terkait hilirisasi di sektor pertanian demi meningkatkan ekonomi masyarakat. Namun, hilirisasi yang kuat memerlukan jaminan pasokan bahan baku di sektor hulu.

“Apa yang mau kita hilirisasi kalau bahan bakunya tidak ada? Karena itu, hulunya kita siapkan sekarang melalui perkebunan kakao, kopi, dan kelapa ini. Nanti produk akhirnya, baik bubuk, permen, atau batangan kakao, bisa dijual dengan nilai tambah yang jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat adat dan tenaga kerja lokal dalam operasional pembibitan masif ini, sehingga dampak ekonomi langsung dapat dirasakan sejak tahap awal.

“Terkait keluhan pupuk subsidi yang sempat disampaikan di lapangan, saya minta data riil dari daerah agar langkah solusi dapat segera diambil oleh kementerian pusat,” kata Ali disela-sela peninjauan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Pak Salih, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas perhatian terhadap komoditas prioritas daerah.

“Kami ingin Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten dapat berkolaborasi supaya distribusi bibit kelapa, kopi, dan kakao ini tepat sasaran kepada petani yang membutuhkan, “ucap Salih.

Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari yang juga ikut dalam kunjungan tersebut, menyatakan kesiapan penuh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengawal program ini agar berjalan aman dan kondusif. Pemkab Nabire berharap seluruh target penanaman dapat rampung tepat waktu pada bulan November mendatang.

“Cita-cita Bapak Presiden adalah meningkatkan ekonomi rakyat. Kami mengimbau seluruh warga Nabire bersama para kepala suku untuk mendukung penuh program ini. Mari kita kerja ekstra menjaga kamtibmas agar kesejahteraan masyarakat Nabire betul-betul meningkat melalui sektor perkebunan ini,” pungkas Burhanuddin.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aksi Kemanusiaan, Ketua KNPI Papua Tengah Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Mahasiswa ke Dogiyai

7 Juli 2026 - 11:10 WIT

Gereja Kingmi Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Penonton Film Pesta Babi untuk Pengungsi Papua

6 Juli 2026 - 16:31 WIT

Masa Depan KNPI Mimika: Yustinus Tebai Berharap Rafael Taorekeyau Bawa Inovasi Baru

4 Juli 2026 - 20:53 WIT

Mengurus Kebun, Bukan Sekadar Menjaga Pagar: Catatan John Gobai tentang Resolusi Konflik Papua Tengah

2 Juli 2026 - 17:06 WIT

John Gobai: Divestasi Saham Meningkat, Smelter di Gresik, Rakyat Mimika Menderita Karena Tailing

20 Juni 2026 - 21:47 WIT

Hari Pengungsi Sedunia: Di Balik Bayang Konflik Bersenjata Papua, Ratusan Ribu Warga Tanpa Perlindungan

20 Juni 2026 - 21:06 WIT

Trending di Umum