Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 5 Jan 2026 14:55 WIT

Gubernur Meki Nawipa Genjot Pembangunan Pusat Pemerintahan di Karadiri


(Foto: Humas Pemprov Papua Tengah) Perbesar

(Foto: Humas Pemprov Papua Tengah)

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur guna menunjang kinerja pemerintahan di tahun 2026. Hal ini disampaikan langsung dalam apel Perdana di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (5/1/2026).

Meki menjelaskan, fokus utama saat ini adalah mematangkan kawasan Karadiri sebagai pusat birokrasi baru seiring dengan status Nabire sebagai Ibu Kota Provinsi.

 

Akselerasi Pembangunan Gedung Pemerintahan

Gubernur menjelaskan bahwa tahun ini merupakan periode krusial bagi pembangunan fisik di Papua Tengah. Pemerintah tengah “tancap gas” dalam menyelesaikan sarana prasarana vital guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

- Advertising -
- Advertising -

“Seiring dengan kedudukan Nabire yang kini telah resmi menjadi ibu kota provinsi, pembangunan infrastruktur dipastikan akan bergerak sangat cepat, sehingga program pembangunan fisik gedung pemerintahan akan digenjot habis-habisan tahun ini, termasuk pembangunan tiga tower pemerintahan serta kantor gubernur di kawasan Kaladiri,” jelas Meki Nawipa.

Selain gedung utama eksekutif, persiapan untuk kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Rakyat Papua (MRP) juga terus dimatangkan. Targetnya, pada tahun depan (2027), kedua instansi tersebut sudah dapat menempati gedung sendiri dan mulai beroperasi secara penuh di kawasan Kaladiri.

 

Strategi Tata Kota: Kaladiri dan Nabire

Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah merancang strategi besar dalam pembagian zonasi wilayah. Kawasan Kaladiri diproyeksikan menjadi pusat kota pemerintahan yang terintegrasi, sementara pusat Kota Nabire yang ada saat ini akan dikembangkan menjadi pusat perdagangan dan industri.

“Untuk mendukung mobilitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menuju pusat pemerintahan yang baru di Kaladiri, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga telah menyiapkan fasilitas mess pegawai. Langkah ini diambil agar transisi perpindahan pusat kerja tidak menghambat efektivitas pelayanan kepada masyarakat, “Jelasnya.

 

Penegasan Disiplin: Tidak Ada Toleransi di 2026

Mengingat infrastruktur yang semakin memadai dan fasilitas pendukung yang telah disiapkan, Gubernur Meki Nawipa memberikan peringatan keras terkait disiplin kerja para ASN. Ia menyatakan bahwa masa pemakluman karena kendala teknis atau fasilitas kini sudah berakhir.

“Jika tahun-tahun sebelumnya kendala teknis masih menjadi alasan pemakluman, maka di tahun 2026 ini tidak ada lagi kata toleransi bagi ASN yang tidak maksimal dalam bekerja,” tegasnya.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah atas investasi besar yang telah dilakukan di bidang infrastruktur. “Dengan gedung dan fasilitas yang mumpuni, para ASN dituntut untuk memberikan dedikasi terbaik bagi kemajuan Provinsi Papua Tengah,”Tutupnya.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama