Menu

Mode Gelap

Budaya · 25 Agu 2025 16:15 WIT

Henes Sondegau Tegas Sebut DPRP Papua Tengah Seriusi Aspirasi Soal Blok Wabu


Anggota DPRP Papua Tengah, Henes Sondegau saat diwawancarai, Jumat (22/8/2025). Perbesar

Anggota DPRP Papua Tengah, Henes Sondegau saat diwawancarai, Jumat (22/8/2025).

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Ketua Tim Advokasi Blok Wabu yang juga Anggota DPRP Papua Tengah Fraksi Nasdem menegaskan pihaknya serius menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait dengan isu Blok Wabu.

Hal ini disampaikan Henes usai bertemu dengan Solidaritas Mahasiswa Intan Jaya, Senin (25/8/2025) di Kantor DPRP Papua Tengah, Kabupaten Nabire.

“Kami di DPRP itu tidak diam, berbagai cara sedang kami lakukan untuk bangun komunikasi di pusat. Dan kami sangat serius terkait ini, jadi kami menindaklanjuti aspirasi ini karena kami adalah perwakilan masyarakat,” tegas Henes.

Berharap Pihak Pusat Segera Merespon

Henes menjelaskan pihaknya sudah bertemu dengan mahasiswa dan mendapatkan beberapa poin.

- Advertising -
- Advertising -

Hari ini, Tim Advokasi Blok Wabu DPRP Papua Tengah kembali mengirim surat yang kedua kalinya dengan harapan akan menemukan jawaban untuk kepentingan masyarakat.

Solidaritas Mahasiswa Intan Jaya saat bertemu dengan Tim Advokasi Blok Wabu, DPRP Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

“Ini adalah surat yang kedua kalinya sudah masuk,  pertama kitankirim surat itu untuk DPD RI dan DPR RI tapi waktu itu mereka sedang laksanakan reses dan mereka turun ke setiap dapil masing-masing,” katanya.

Henes berharap segera mendapatkan informasi dari pihak terkait.

“Ya hari ini kita akan menyurat lagi, semoga mereka (pihak terkait di RI) bisa menerima sehingga Isu Blok Wabu ini cepat ketemu titik arahnya,” ujarnya.

Rencananya surat akan dikirim ke DPR RI komisi XII, ke DPD RI, ke Kementerian ESDM juga ke Kementerian BUMN.

“Karena itu jalur jalur yang khusus berbicara soal tambang,” jelasnya.

Akan Memboyong Beberapa Unsur Untuk Dengar Langsung

Henes mengungkapkan pihaknya tetap berencana membawa perwakilan mahasiswa, tokoh adat, bahkan media untuk mendengarkan secara langsung yang disampaikan oleh pihak-pihak yang berwewenang di tingkat pusat.

“Dalam pertemuan itu, kita rencana akan ada perwakilan DPR, dari solidaritas mahasiswa, tokoh adat, beserta media untuk kesana mendengar sendiri,” ujar Henes.

Anggota DPRP Papua Tengah fraksi Nasdem ini menjelaskan hari ini mereka akan langsung menyurat pihak terkait dan menunggu respon.

“Kita itu kapan saja bisa pergi, tetapi kita tunggu jawaban dari mereka (instansi tingkat RI) karena kemarin mereka baru selesaikan reses. Khususnya di DPR RI dan DPD mereka sudah laksanakan reses dan hari ini baru masuk kantor, kita baru konfirmasi hari ini baru masuk kantor, jadi dengan rapat ini hari itu juga kita akan kembali menyurat mereka lagi,” katanya.

Disana nanti, kata Henes pihaknya akan fokus berbicara soal tambang Blok Wabu.

“Kita tidak berbicara soal mengungsi, terus salahnya siapa, benarnya siapa, terus bicara soal konflik tapi ini kita murni tim kerja untuk berbicara soal tambang blok wabu. Sudah sejauh mana, dan seperti apa. Karena isu blok wabu ini sudah ada sejak 2019 masih provinsi induk,” ungkap Henes.

Solidaritas Mahasiswa Intan Jaya saat rapat bersama Tim Advokasi Blok Wabu DPRP Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Pihak DPRP kaya Henes bertugas menyampaikan aspirasi sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat.

“Kita tim kerja itu hanya menindaklanjuti sehingga persoalan akar masalahnya, salahnya dimana kita akan lihat sudah sejauh mana Blok Wabu itu, sudah sejauh mana itu yang nanti kita punya tugas,” ujarnya.

Ia memberikan apresiasi kepada para mahasiswa karena bisa mengikuti tatap muka dengan tim advokasi Blok Wabu DPRP Papua Tengah dengan baik.

Dikatakan nantinya akan ada pertemuan lagi di rapat rapat berikut. Dimana harapannya agar mendapatkan jawaban positif dan semua pihak akan berangkat ke Jakarta.

“Supaya kita balik bisa melaksanakan aktifitas. Selama ini kita sama tidak bisa melaksanakan aktifitas, tidak bisa tidur tenang karena pikir barang ini, barang ini bukan hal Intan Jaya saja tapi sudah jadi isu nasional bahkan sudah jadi isu internasional,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Tim
Artikel ini telah dibaca 215 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemuda Adat Biak Jualan ‘Keladi Ipref’ – Galang Dana Untuk Sidang Sengketa Tanah Pembangunan Batalyon

14 Februari 2026 - 15:48 WIT

Gubernur Papua Tengah Terbitkan Surat Resmi, Tetapkan 3 Poin Utama Penanganan Konflik Kapiraya

14 Februari 2026 - 11:33 WIT

Ikut Rapat Soal Kapiraya: DPR Papua Tengah Desak Penarikan Alat Berat dan Penegakan Hukum

13 Februari 2026 - 23:01 WIT

Konflik Kapiraya: Pemprov Papua Tengah Hentikan Sementara Penerbangan dan Aktivitas Tambang

13 Februari 2026 - 20:20 WIT

Meki Nawipa Lantik Pejabat Eselon: Berkat Mengalir Bagi Mereka yang Bekerja Jujur dan Benar di Atas Tanah Ini

13 Februari 2026 - 18:05 WIT

Tiga Kabupaten di Papua Tengah Segera Bentuk Tim Penanganan Konflik dan Batas Adat Kapiraya

13 Februari 2026 - 13:24 WIT

Trending di Pemerintahan