SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menggelar Aksi Mimbar Bebas dan menyampaikan pernyataan sikap terkait peristiwa kekerasan Tragedi Dogiyai Berdarah. Aksi ini dilakukan di Area Pasar Karang Nabire, Sabtu (18/4/2026).
Kordinator Aksi, Marius Petege dalam penyampaiannya menegaskan, pihak berwajib harus segera mengungkap pelaku penembakan yang telah memakan korban jiwa, baik dari pihak aparat kepolisian maupun warga sipil.
“Kami mendesak agar proses hukum dijalankan secara transparan dan pelaku diberikan sanksi yang tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia demi memberikan rasa keadilan bagi seluruh keluarga korban, “Ungkap Marius Petege
Lebih lanjut, para mahasiswa memberikan peringatan keras kepada pemerintah dan pihak keamanan agar tuntutan ini segera ditindaklanjuti.
“Jika aspirasi tersebut tidak mendapatkan respons nyata, IPMADO mengancam akan kembali turun ke jalan dengan memobilisasi massa pelajar dan mahasiswa dalam jumlah yang jauh lebih besar, “Tegas Marius.
Aksi lanjutan tersebut direncanakan sebagai bentuk tekanan publik agar pengungkapan kasus yang dinilai lambat bisa berjalan dengan benar dan transparan.
“Kami berharap, keadilan yang seadil-adilnya bagi para korban dapat segera terwujud guna menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Tanah Papua, “Pungkas Marius.
