Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 30 Apr 2026 20:47 WIT

Jelang 1 Mei, Putri Sejati Srikandi Indonesia Ziarah ke TMP Nabire


Putri Sejati Srikandi Indonesia saat berziarah di TMP Nabire. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua) Perbesar

Putri Sejati Srikandi Indonesia saat berziarah di TMP Nabire. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah –Menjelang peringatan kembalinya Papua ke pangkuan NKRI pada 1 Mei, Organisasi Putri Sejati Srikandi Indonesia bersama kelompok Putri Sejati Anggrek Hitam melaksanakan ziarah nasional dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nabire, Papua Tengah, pada Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah gugur serta kelanjutan dari rangkaian perayaan Hari Kartini.

Pendiri Putri Sejati Srikandi Indonesia, Joko Santoso, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan berbagai organisasi perempuan dalam satu semangat kebangsaan.

Menurutnya aksi ini sebagai bentuk  menghargai sejarah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Nabire.

- Advertising -
- Advertising -

“Yang jelas untuk hari ini saya mengajak para Putri Sejati yang bergabung, ya artinya dari berbagai macam srikandi-srikandi, dari organisasi-organisasi bersatu untuk ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Hal ini merupakan salah satu menghormati, menghargai para pejuang yang telah gugur mendahului kita,” ujar Joko Santoso.

Joko juga menambahkan momen ini sangat berkaitan erat dengan peristiwa bersejarah bagi Papua. Menurutnya, kesadaran untuk mendoakan para pendahulu harus muncul dari hati nurani tanpa perlu menunggu instruksi atau undangan formal.

“Setelah itu kita sambung untuk ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan kebetulan tanggal 1 Mei ini berkesinambungan, bergabungnya atau kembalinya Papua bersama Indonesia, itu merupakan kebanggaan dari kami semuanya sehingga kita ikut serta terpanggil. Tanpa diundang kita terpanggil bahwa kita harus mendoakan, dan supaya tidak lupa tentunya kita siapa yang berjuang pertama, orang-orang senior-senior yang sudah ada di Taman Makam Pahlawan atau yang para pendahulu yang di sini, kita semuanya mendoakan agar beliau ditempatkan di surganya Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Terkait profil organisasi, Joko menjelaskan Putri Sejati Srikandi Indonesia telah resmi terdaftar di Kemendagri sejak akhir tahun 2023.

Organisasi ini berfokus pada kemitraan dan persaudaraan antarperempuan melalui berbagai kegiatan, khususnya pada hari-hari besar nasional seperti Hari Ibu, Hari Kartini, dan Hari Kemerdekaan.

“Kebetulan kita ini bukan untuk membawahi organisasi lain, tetapi kita mengajak mitra, mengikat tali persaudaraan baik dari organisasi apa pun, khususnya yang dari ibu-ibu untuk mengikat tali persaudaraan, menghidupkan kegiatan-kegiatan positif,” jelas Joko.

Dijelaskan Fokus utama organisasi ini adalah membangun sinergi meski para anggotanya berasal dari latar belakang organisasi yang berbeda-beda.

“Di sini banyak putri-putri sejati yang melanjutkan Ibu Kartini. Bukan hanya Ibu Kartini saja tetapi banyak sekali yang menjadi putri sejati-sejati, makanya kita merekrut untuk bekerja sama, untuk menjaga, mengikat tali persaudaraan walaupun kita berbeda-beda dari organisasi berbeda, tetap satu untuk menghormati dan sinergi dengan membangun negeri,” tambahnya.

Kegiatan ziarah ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk jajaran TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Dimana rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya hadir juga tokoh-tokoh seperti Ibu Kapolda, Ibu Kapolres, hingga Ibu Bupati dan Wakil Bupati Nabire yang memberikan dukungan moral bagi gerakan perempuan ini.

Sementara itu, perwakilan dari Kelompok Putri Anggrek Hitam, Novita Sarah Kumbe, menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiasi kegiatan ziarah tersebut. Baginya, kunjungan ke makam pahlawan ini merupakan pengalaman berharga yang memberikan pelajaran tentang arti perjuangan.

“Kami mewakili dari Putri Anggrek Hitam, kami sangat berterima untuk kegiatan berziarah ke Taman Makam Pahlawan ini baru pertama kali. Dan kami sangat senang, dan saya berharap untuk putri-putri kami yang akan bertumbuh, biarlah mereka bisa betul-betul menghargai bahwa pahlawan yang telah gugur pertama, dan bagaimana perjuangan mereka sampai sekarang ini. Semoga kami selalu bersatu dan tidak ada perbedaan di antara kami,” pungkas Novita.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Suarakan Penghentian Konflik, Ratusan Massa KNPB Sambangi DPRK Mimika Desak Penarikan Militer Non-Organik

1 Mei 2026 - 17:46 WIT

Mahasiswa Papua Serahkan Data Korban Tragedi Puncak ke Menteri HAM – Begini Kata Natalius Pigai

29 April 2026 - 17:44 WIT

Laporan RSP: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Pelanggaran HAM di Papua Malah Meningkat

29 April 2026 - 16:53 WIT

MRP Papua Tengah Kawal Aksi Damai Tragedi Puncak: Harus Dialog Jakarta-Papua

28 April 2026 - 14:30 WIT

Kronik Aksi Ribuan Massa Nabire: Noken Keadilan ’10 Nyawa’ dan Pengungsi Tragedi Puncak Tiba ke Honai Legislatif

27 April 2026 - 19:50 WIT

MRP Papua Tengah Kawal Aksi di Nabire, Pastikan Penyampaian Aspirasi Mahasiswa dan Masyarakat Tetap Kondusif

27 April 2026 - 15:01 WIT

Trending di Peristiwa