Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 9 Apr 2025 19:28 WIT

Kabar Baik ! Dua Kubu di Puncak Jaya Sepakat Hentikan Perang, Akan Ada Upacara Adat


Foto: Istimewa Perbesar

Foto: Istimewa

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Dua kubu pendukung pasangan calon Bupati Puncak Jaya, yakni nomor urut 1 Yuni Wonda – Mus Kogoya dan nomor urut 2 Miren Kogoya – Mendi Wonorengga, menyatakan sepakat untuk menghentikan konflik dan berdamai setelah terjadinya bentrokan pasca Pilkada.

Pernyataan damai ini disampaikan masing-masing kubu dalam pertemuan terpisah yang berlangsung pada Rabu, 9 April 2025, di hadapan sejumlah pejabat tinggi daerah, antara lain Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits WR Pelamonia, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak, Pj Bupati Puncak Jaya Yopi Murib, Kapolres AKBP Kuswara, dan Dandim 1714 Puncak Jaya.

Dikutip dari Nabirenews.com, Juru bicara dari kubu paslon nomor urut 1, Apenius Wenda, menyatakan pihaknya tidak ingin lagi melanjutkan konflik meskipun telah kehilangan 8 anggota dalam insiden tersebut.

“Kami sudah sepakat tidak mau perang lagi. Kami mau gelar prosesi adat belah kayu doli sebagai simbol perdamaian. Tuhan dengar, alam menyaksikan,” ujarnya.

- Advertising -
- Advertising -

Ia menambahkan bahwa apabila ada gangguan dari kubu lain, mereka akan menyerahkan penanganannya kepada aparat keamanan. Pihaknya juga meminta agar titik-titik rawan konflik dijaga ketat oleh TNI-Polri guna mencegah bentrokan lanjutan.

Senada dengan itu, juru bicara kubu paslon nomor urut 2, Samuel Wonorengga, juga menyatakan keinginan kuat untuk berdamai.

“Secara budaya, kami sudah sampaikan tidak akan ada lagi perang. Keputusan tertinggi sudah diambil dan kami taruh di honai laki-laki,” katanya.

Samuel menyebut bahwa proses perdamaian adat seperti belah kayu doli atau patah panah akan dilakukan sesuai ketentuan adat masing-masing.

“Yang penting, kami sudah sepakat bahwa di Mulia tidak akan ada lagi perang. Ini final,” tegasnya.

Pj Bupati Puncak Jaya Yopi Murib menyampaikan apresiasi atas komitmen damai dari kedua pihak dan menegaskan kesiapan pemerintah untuk memfasilitasi proses rekonsiliasi.

“Kami dari pemerintah bersama TNI-Polri sejak awal berupaya agar tidak ada lagi korban. Kami siap memfasilitasi perdamaian ini,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare menyebut bahwa rencana awal perdamaian yang dijadwalkan pada 8 April 2025 sempat tertunda karena ketidaksiapan kedua belah pihak. Namun, berdasarkan hasil kunjungannya ke kedua kubu, keduanya menyatakan komitmen untuk damai

“Kubu 01 menyampaikan bahwa pada Sabtu, 11 April 2025, mereka siap gelar prosesi adat belah kayu doli. Sedangkan dari kubu 02 belum menentukan waktunya, tapi menyatakan siap damai,” jelasnya.

Namun, ia juga menyoroti bahwa masih ada indikasi keraguan dari kedua belah pihak untuk berdamai secara bersama-sama.

“Kami bersama Danrem akan meningkatkan keamanan dan mengantisipasi kemungkinan konflik lanjutan. Kami minta dukungan MRP, tokoh adat, dan agama untuk memberi pemahaman,” tuturnya.

Kapolda juga menekankan pentingnya perdamaian dilakukan sebelum keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) keluar, agar tidak ada lagi korban jiwa dalam konflik politik di wilayah tersebut.

 

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 496 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama