Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 22 Jun 2026 23:22 WIT

Kembali Konvoi : Fans Senegal Manokwari Bawa Pesan Kritis, Tak Sekadar Dukung Bola


Pawai Senegal di Manokwari, Senin (22/6/2026). Foto: Istimewa Perbesar

Pawai Senegal di Manokwari, Senin (22/6/2026). Foto: Istimewa

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Puluhan fans Timnas Senegal di Kota Manokwari menggelar konvoi damai pada Senin (22/6/2026).

Aksi ini bukan hanya bentuk dukungan untuk Senegal di Piala Dunia, tapi juga ruang menyuarakan keprihatinan terhadap situasi di Papua.

Dalam konvoi tersebut, masa membawa bendera Senegal serta spanduk dan coretan berisi pesan kritis: “Papua bukan tanah kosong”, “Papua darurat militer”, “Tolak PSN”, “Papua darurat kemanusiaan”.

“Fans Senegal Manokwari bukan hanya melakukan konvoi sebatas bola. Ada suara kritis melalui tulisan biar publik tahu kami dukung Senegal, tapi juga peduli pada kondisi Papua,” ujar perwakilan fans Senegal Manokwari, Arnol Halitopo.

- Advertising -
- Advertising -

Arnol mengatakan, hubungan solidaritas orang Papua dan orang Senegal sudah terbangun sejak tahun 1960-an. Karena itu, Senegal menjadi tim Afrika yang paling banyak didukung di Papua, pihaknya juga optimis hasil pertandingan baik menan atau kalah.

“Menang atau kalah itu hal biasa. Tim besar pun masuk lapangan belum tentu bawa juara. Yang penting kami mewakili bangsa kulit hitam bisa tampil di Piala Dunia. Seperti kata Sadio Mane, kami akan tampil sebagai bangsa kulit hitam di dunia. Itu motivasi kami,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan besok, Selasa (23/6/2026) mereka akan melaksanakan nobar Senegal melawan Norwegia di Rias Ramayana Limo bersama fans Senegal dan masyarakat umum.

Selain itu, pada 26 Juni 2026 mendatang, pihak ya juga akan mengadakan konvoi akbar kedua yang akan diikuti massa lebih besar dari konvoi 22 Juni lalu.

“Kami tetap optimis. Menang kalah itu biasa. Yang penting pesan solidaritas dan kemanusiaan Papua sampai ke dunia,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Disnaker Mimika “Diam”, Araminus Omaleng Desak Audit Independen Rekrutmen PTFI

23 Juni 2026 - 00:27 WIT

Gen Z Papua Pawai Salib Merah, Protes Pembangunan Bandara Antariksa hingga PSN

22 Juni 2026 - 15:27 WIT

Amnesty Internasional Papua Kutuk Keras Insiden Pengeboman Warga Sipil di Intan Jaya oleh Drone Granat

20 Juni 2026 - 12:41 WIT

Ketua Pokja Adat MRP Papua Tengah Jenguk Warga Korban Ledakan Bom Intan Jaya

20 Juni 2026 - 08:45 WIT

EKSKLUSIF: Jeritan dari Ruang Perawatan Nabire, Suara Keluarga Mama Aliana Korban Bom Intan Jaya

19 Juni 2026 - 23:21 WIT

Gereja Katolik dan Tim Penanganan Konflik Desak Perlindungan Warga Sipil Pasca-Ledakan di Intan Jaya

19 Juni 2026 - 16:58 WIT

Trending di Peristiwa