Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 4 Mei 2026 13:07 WIT

Keterbatasan Penerbangan Jadi Tantangan Bulog Kirim 500 Ton Beras ke Intan Jaya


Kepala Kantor Cabang Bulog Nabire, Abdul Azis. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua) Perbesar

Kepala Kantor Cabang Bulog Nabire, Abdul Azis. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Kepala Kantor Cabang Bulog Nabire, Abdul Azis, mengungkapkan bahwa keterbatasan armada transportasi udara menjadi tantangan paling berat dalam menyalurkan bantuan pangan ke wilayah pedalaman. Hal ini terlihat dari proses pengiriman bantuan ke Kabupaten Intan Jaya yang sepenuhnya bergantung pada jalur udara, di mana kuota yang harus disalurkan mencapai ratusan ton namun terkendala oleh kapasitas penerbangan harian yang terbatas.

“Satu kabupaten yang udara, Intan Jaya. Intan Jaya itu yang kendalanya kita kalau batas waktu yang dikasih sampai akhir Mei, sementara kuota untuk Kabupaten Intan Jaya 500 ton, kira-kira berapa banyak waktu yang kita butuhkan karena per hari kurang lebih ada berapa flight yang harus maksimal, tidak dapat 20 flight ya sementara kuotanya besar,” ujar Abdul Azis saat memberikan keterangan di Nabire, Senin (4/6/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Azis mengaku telah menjalin komunikasi dengan pihak legislatif untuk mencari solusi atas keterbatasan waktu penyaluran.

Menurutnya, wilayah Papua memerlukan perlakuan khusus atau regulasi yang lebih fleksibel mengingat kondisi geografis yang ekstrem tidak bisa disamakan dengan wilayah lain di Indonesia yang memiliki akses transportasi lebih memadai.

- Advertising -
- Advertising -

“Makanya kita sampaikan ke Pak Dewan (DPR RI Yan Mandenas) mohon arahannya kalau bisa waktu untuk penyaluran itu ditambah untuk wilayah Papua kekhususan yang lewat jalur udara. Kalau jalur darat mungkin bisa selesai karena Deiyai sama Paniai kemarin saya sudah turun langsung, 50 persen penyaluran sudah tinggal regulasi yang kedua saja,” jelas Azis.

Selain masalah frekuensi penerbangan, fluktuasi harga bahan bakar pesawat atau avtur juga sempat menjadi perhatian dalam proses distribusi ini.

Namun, Azis menegaskan bahwa pihak Bulog terus berkoordinasi agar penetapan harga tetap fleksibel sehingga tidak menghentikan program bantuan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di daerah terpencil tersebut.

“Ya itu sebenarnya kemarin berdampak cuma kita sudah koordinasikan karena lebih fleksibel dalam penetapan harga, karena kalau terkendala dengan harga avtur bantuan pangan masyarakat yang membutuhkan nanti tidak jadi distribusi. Tapi selama ini sudah jalan, untuk Intan Jaya sudah kurang lebih hampir 50 ton sudah naik, cuma pengeluaran dari pintu gudang ke gudang penampungan di bandara untuk mereka akseskan tidak bolak-balik sudah kurang lebih hampir 50 persen penyaluran,” tambahnya.

Meski menghadapi tantangan logistik yang besar di Intan Jaya, Abdul Azis memastikan bahwa secara keseluruhan stok beras di Kantor Cabang Nabire masih sangat aman untuk melayani lima kabupaten di wilayah kerjanya.

Saat ini tersedia stok sekitar 1.800 ton beras yang diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan, sembari pihak Bulog terus mengupayakan kelancaran distribusi ke wilayah-wilayah sulit lainnya seperti Dogiyai, Paniai, dan Deiyai dengan pengawalan dari aparat TNI-Polri.

Wilayah pelayanan Bulog Nabire sendiri meliputi lima kabupaten, yakni Kabupaten Nabire, Dogiyai, Paniai, Deiyai, dan Intan Jaya.

Azis menjelaskan pihaknya tengah gencar melakukan pendistribusian bantuan pangan ke wilayah-wilayah tersebut. Meskipun demikian, tantangan geografis dan cuaca masih menjadi hambatan utama dalam proses penyaluran lewat jalur darat, terutama saat pengiriman perdana ke Kabupaten Paniai beberapa waktu lalu.

“Memang akses jalannya yang agak susah karena memang kondisi kadang dalam perjalanan ke daerah tujuan itu curah hujan di jalan tinggi, akhirnya kita terhambat dengan akses jalannya saja. Jadi kalau seandainya harapannya kita akses jalannya itu diperbaiki, mudah-mudahan ke depan pendistribusian bisa lebih lancar lagi,” jelasnya.

Selain faktor cuaca, aspek keamanan menjadi prioritas utama Bulog dalam mendistribusikan bantuan pangan ke daerah-daerah pegunungan.

Azis menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak keamanan dan pemerintah daerah setempat guna memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat tanpa hambatan keamanan di perjalanan. Untuk wilayah Dogiyai sendiri, penyaluran dijadwalkan akan dilakukan pada Selasa besok setelah koordinasi matang dilakukan.

“Kita sudah komunikasikan dengan pihak pemerintah kabupaten kira-kira mencari momen yang baik buat kita supaya bisa distribusi dan aman itu bagaimana, sama pihak aparat TNI-Polri kan kita sudah komunikasikan kemarin. Karena jangan sampai kita mengantar baik, tahu-tahunya kita sendiri yang mendapatkan persoalan di jalan, makanya dikawal oleh pihak aparat TNI dan Polri,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kunjungi Bulog Nabire, Yan Mandenas Ingatkan Jangan Ada Jual-Beli Beras Bulog Tanpa Prosedur

4 Mei 2026 - 19:57 WIT

Gejolak Timur Tengah hingga Konflik Dogiyai Warnai Inflasi Nabire Bulan April

4 Mei 2026 - 18:27 WIT

1.211 Koperasi Merah Putih Tersebar di Papua Tengah

25 Maret 2026 - 16:14 WIT

Pemerintah Papua Tengah Imbau Pedagang Tidak Naikkan Harga Pasca Lebaran

25 Maret 2026 - 16:10 WIT

Bapanas Temukan Harga Cabai di Nabire Dibawah Standar Nasional-Harga Pangan dan Stok Aman

12 Maret 2026 - 11:51 WIT

Ratusan Warga Nabire Serbu Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri

12 Maret 2026 - 11:17 WIT

Trending di Ekonomi