SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah- Ketua TP-PKK Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Meki Nawipa, secara resmi meresmikan gedung TK PAUD Harapan Terakhir di Samabusa, Kabupaten Nabire, pada Kamis (7/5/2026).
Kehadiran gedung yang dibangun selama tiga bulan ini ditujukan khusus bagi anak-anak pengungsi serta mereka yang selama ini terisolasi dari akses pendidikan formal.
Pembangunan fasilitas ini lahir dari kolaborasi antara pemerintah dan semangat militan komunitas anak muda. Nurhaidah Meki Nawipa mengungkapkan kekagumannya terhadap dedikasi para relawan dalam sambutannya saat prosesi penyerahan kunci.
“Bangunan ini bisa dibangun karena adik-adik di sini memiliki semangat besar dalam mendorong pendidikan anak-anak. Kami melihat mereka benar-benar bekerja nyata, sehingga kami juga ingin ikut membantu,” kata Nurhaidah.
Meski gedung telah berdiri kokoh, Nurhaidah mengakui bahwa perjalanan untuk melengkapi fasilitas di dalamnya masih terus berlanjut. Ia memastikan pemerintah tidak akan berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan juga pada keberlanjutan operasional sekolah.
“Gedung ini sudah bisa digunakan untuk anak-anak belajar. Memang fasilitas belajar belum sepenuhnya lengkap, tetapi perlahan akan kami lengkapi. Untuk tenaga pengajar nantinya akan direkrut dan kami akan membantu memberikan gaji, meskipun tidak besar, setidaknya bisa membantu pelayanan pendidikan bagi anak-anak,” jelasnya.
Dukungan ini disambut bahagia oleh masyarakat setempat yang selama ini kesulitan mencari tempat belajar yang layak.
Mewakili para orang tua, Atius Murib selaku tokoh gereja menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah daerah yang menyentuh langsung kebutuhan dasar anak-anak.
“Kami mewakili para orang tua dan tua-tua gereja menyampaikan terima kasih. Selama ini salah satu kekurangan kami adalah fasilitas sekolah, tetapi ibu sudah membantu menjawab kebutuhan itu,” ungkap Atius.
Bagi pengelola Komunitas Ko’Membaca, Apaxe Murib, sekolah ini bukan sekadar bangunan kayu dan semen, melainkan benteng perlindungan bagi generasi muda Papua di tengah situasi sosial yang tidak menentu.
Apaxe melihat pendidikan sebagai instrumen vital untuk menjauhkan anak-anak dari trauma dan pengaruh lingkungan yang buruk.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur dan TP-PKK Papua Tengah yang sudah membantu membangun sekolah ini. Pendidikan adalah kunci untuk menyelamatkan anak-anak dari pengaruh dan situasi buruk,” ujar Apaxe.
Program pendidikan di Samabusa ini merupakan misi jangka panjang untuk memastikan tidak ada anak Papua yang tertinggal dalam literasi dasar. Apaxe menekankan bahwa kehadiran PAUD ini memperkuat gerakan yang sudah mereka rintis sebelumnya.
“Di Ko’Membaca kami mendampingi anak-anak tidak hanya melalui rumah belajar, tetapi juga melalui pendidikan PAUD. Semua upaya ini dilakukan untuk menyelamatkan masa depan anak-anak Papua di tengah ketidakpastian hidup yang mereka alami,” pungkasnya.





