Menu

Mode Gelap

Budaya · 27 Agu 2025 11:40 WIT

Komitmen Jaga Budaya di Nabire, Tari Yospan Tidak Boleh Hilang Dari Tanah Papua


Para pelajar di Nabire saat menari Yospan. (Foto: Sasagupapua.com) Perbesar

Para pelajar di Nabire saat menari Yospan. (Foto: Sasagupapua.com)

SASAGUPAPUA, NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga menggelar Lomba Tari Yosim Pancar (Yospan).

Lomba yang diikuti oleh 260 orang Pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kota Nabire ini diselenggarakan di Aula Wicaksana Lagawa, Polres Nabire, Selasa (26/8/2026).

Seorang siswa Nabire terlihat memberikan senyum yang manis ketika menggerakkan tubuh mengikuti musik Tari Yospan. (Foto: Sasagupapua.com)

Mengangkat tema “Budayaku Identitas Bangsaku” ini akhirnya melahirkan para juara yakni :

- Advertising -
- Advertising -

Juara Tingkat SMP

  • Juara 1: SMPN 1 Nabire
  • Juara 2: SMPN 1 Nabire Barat
  • Juara 3: SMPN 5 Nabire
  • Harapan 1: SMPN 4 Nabire Grup A
  • Harapan 2: SMPN 9 Kalibobo
  • Harapan 3: SMP Kristen Anak Panah
  • Juara Favorit: SMPN 4 Nabire Grup B

Juara Tingkat SMA 

  • Juara 1: SMAN 1 Nabire Grup A
  • Juara 2: SMAN 1 Nabire Grup B
  • Juara 3: SMAN 3 Nabire
  • Harapan 1: SMA Anak Panah
  • Harapan 2: SMKN 1 Nabire
  • Harapan 3: SMA Yapis Nabire
  • Juara Favorit: SMA YPBI Sion Samabusa

Para pemenang lomba dari tingkat SMA saat menerima hadiah. (Foto: Sasagupapua)

Panitia juga memberikan uang pembinaan kepada beberapa sekolah, yaitu SMPN YPK Emanuel, SMP Yapis Nabire, dan SMAN 3 Nabire Grup B.

Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari mengatakan Pemkab Nabire akan selalu mendukung pelestarian budaya.

“Tari Yospan ini merupakan salah satu budaya dari kita yang ada di Papua, dan budaya ini tidak dimiliki oleh orang lain,” katanya ketika diwawancarai usai kegiatan.

Ditegaskan tari Yospan adalah identitas bangsa.

“Tari yospan ini sangat menarik dan ini tidak boleh hilang dari kita yang ada di Tanah Papua,” katanya.

Wakil Kabupaten Nabire, Burhanuddin Pawennari. (Foto: Sasagupapua)

Dikatakan dengan momen ini, kedepan Pemkab juga akan lebih giat lagi membuat lomba-lomba yang tentunya bagaimana melestarikan budaya bangsa, khususnya budaya di Tanah Papua.

“Kita tadi berharap kepada peserta tidak serta merta hanya mencari juara, tapi yang paling utama bagaimana kita memupuk kebersamaan, kita memupuk persaudaraan, dan tentunya yang paling utama adalah bagaimana kita melestarikan budaya kita yang ada di tanah Papua yaitu tari Yosim Pancar yang sampai hari ini masih ada. Dan kita berharap tidak akan punah sampai kapanpun,” ujarnya.

Kegiatan Untuk Menggali Potensi Untuk Identitas Diri

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nabire, Martina Deba menjelaskan kegiatan tersebut dibuat untuk menggali potensi diri.

“Untuk menggali adat kebiasaan kita sebagai daya tarik yang harus kita promosikan baik itu di tingkat nasional maupun di mancanegara, karena budaya itu adalah identitas diri,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nabire, Martina Deba. (Foto: Sasagupapua)

“Karna kalau bukan hari kapan lagi, kalau bukan saya, siapa lagi, ini yang mendorong supaya saya memberikan motivasi dan apresiasi kepada anak-anak agar mereka bisa berkolaborasi dan berinovasi dalam kehidupan anak-anak tersebut,” sambungnya.

Kegiatan seperti ini kata dia akan dilaksanakan setiap tahun.

Ia berharap agar semua peserta yang dilibatkan dalam perlombaan bisa terus menggali potensi diri dengan demikian akan tercipta kreasi baru .

“Kita juga akan jadi orang yang bertanggung jawab, menghargai, dan kita menjadi orang-orang hebat, terutama menjadi duta-duta pariwisata kabupaten Nabire menuju mancanegara. Dan kami Nabire siap menjadi pintu gerbang pariwisata di Provinsi Papua Tengah kabupaten Nabire,” pungkasnya.

 

 

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hasil Pleno XIX Dewan Adat se-Tanah Papua:  Usulan Istilah Orang Papua Asli hingga Soroti PSN

27 Mei 2026 - 00:04 WIT

Peneliti ANU : 40 Persen Bahasa Daerah di Papua Terancam Punah

13 Mei 2026 - 15:08 WIT

IKT Mulai Bangun Rumah Adat Tongkonan di Timika

10 Mei 2026 - 10:34 WIT

Budaya Mee Warnai Wisuda UNAMIN Sorong

7 Mei 2026 - 13:55 WIT

Bupati dan Wabup Sorsel Resmikan Komunitas Nasfa “Wsan Kmindin” Pemuda Adat adalah Tulang Punggung Perubahan

27 April 2026 - 23:21 WIT

Bukan Sekadar Kenangan: Dave Baransano Maknai Arnold Ap sebagai Cultural Legacy yang Hidup

26 April 2026 - 23:24 WIT

Trending di Budaya