SASAGUPAPUA.COM, Nabire — Grup musik reggae asal Kabupaten Deiyai, Meeuwodide Band, menyatakan kesiapan mereka untuk tampil memukau dalam perhelatan Papua Reggae Festival (PRF) ke-XI.
Meski persiapan terbilang cukup singkat, grup band ini optimistis dapat memberikan penampilan terbaik bagi para penggemarnya.
Vokalis Meeuwodide Band, Mote Jhon, mengungkapkan bahwa timnya siap membawakan deretan karya terbaik mereka di panggung PRF kali ini.
“Tentu kami siap. Meskipun persiapannya memang agak terburu-buru karena beberapa anggota pemain sibuk dengan agenda kegiatan, kami tetap mengupayakan yang terbaik. Untuk penampilan besok, panitia telah menetapkan bahwa kami akan membawakan tiga buah lagu, dan semuanya menggunakan bahasa daerah, yaitu bahasa Mee,” ujar Mote Jhon saat diwawancarai pada Kamis (15/10/2026).
Sebagai bagian dari komunitas Rasta Kribo Jayapura yang aktif sejak tahun 2023, Mote Jhon juga mengungkapkan pentingnya wadah seni dan budaya seperti PRF bagi musisi lokal Papua. Ia berharap pemerintah daerah juga dapat terus memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap ajang pelestarian bakat seperti ini.
“Pendapat saya, kegiatan seni dan budaya seperti ini harus terus ditingkatkan. Pemerintah daerah juga harus melihat bahwa agenda semacam ini sangat perlu didukung. Selama ini banyak seniman yang rajin masuk dapur rekaman, tetapi mereka kekurangan panggung untuk tampil. Akibatnya, karya-karya mereka hanya bertahan secara musiman,” tegas Mote Jhon.
Menjelang hari pertunjukan, Meeuwodide Band mengajak seluruh masyarakat dari berbagai penjuru Papua untuk hadir dan meramaikan festival tahunan ini. Mote Jhon menekankan bahwa nama Meeuwodide Band bersifat umum dan terbuka untuk merangkul semua kalangan penikmat musik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua untuk hadir dan menyaksikan kemeriahan PRF ke-11 ini. Kami mengimbau kepada para penonton yang hadir agar tidak mengonsumsi minuman keras atau hal-hal terlarang lainnya. Bagi siapa pun yang datang, yang terpenting adalah menjaga ketertiban dan mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Mari kita bersenang-senang bersama tanpa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan sesama penonton. Kita nikmati momen ini hingga pulang ke rumah masing-masing, sebab acara ini hanya digelar satu kali dalam setahun,” tutupnya.






