Menu ✖

Mode Gelap

Hiburan · 13 Okt 2026 13:12 WIT

Sajian Spektakuler Papua Reggae Festival XI Bakal Tampilkan 36 Band, Fashion Show, Hingga Sastra Arnold Ap


Koordinator Acara PRF, Roberta Muyapa. Perbesar

Koordinator Acara PRF, Roberta Muyapa.

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Panitia Papua Reggae Festival (PRF) XI terus mematangkan berbagai persiapan jelang pelaksanaan festival budaya dan musik bergengsi yang akan berlangsung pada 16 hingga 17 Oktober 2026 di Lapangan Bandara Lama, Nabire, Papua Tengah.

Festival Reagge yang diketuai oleh Ema Kristina Dogomo ini mengusung tema Culture and Art (Budaya dan Seni), sehingga seluruh rangkaian kegiatan dipastikan sarat akan sentuhan tradisi dan kesenian khas Tanah Papua.

Koordinator Acara PRF XI, Roberta Muyapa, menjelaskan hari pertama festival akan dibuka dengan perlombaan peragaan busana (fashion show) berbasis budaya. Perlombaan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni anak-anak, remaja, dan umum.

“Rangkaian acara diawali perlombaan fashion show pada tanggal 16 Oktober dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIT. Untuk menjaga kualitas penilaian, kami mendatangkan dewan juri desainer dari Wamena, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, serta perajin lokal,” ujar Roberta.

- Advertising -
- Advertising -

Pendaftaran untuk perlombaan fashion show sendiri telah dibuka sejak tiga hari lalu dan mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat setempat.

Setelah perlombaan busana, pembukaan resmi festival (opening ceremony) dilaksanakan pada pukul 14.00 WIT dengan menampilkan ragam kebudayaan dari kawasan pegunungan dan pesisir Papua Tengah.

“Upacara pembukaan akan menyajikan kolaborasi seni dari dua suku besar. Suku Mee tampil membawakan tarian wani dan alat musik kaido, disusul penampilan suku Wate dari pesisir Nabire yang mengiringi acara dengan alat musik tradisional seperti tambur atau seruling, tifa, standbass, ukulele, dan kaido,” terang Roberta.

“Sebagai simbolis pembukaan acara, kami melepaskan balon ke udara yang membawa pesan dari PRF, KORK, Papua Tengah sebagai tuan rumah, serta Tanah Papua,” lanjutnya.

Hingga saat ini, sebanyak 36 grup musik (band) reggae dari berbagai daerah di Papua telah terkonfirmasi hadir memeriahkan festival tersebut.

Pada hari pertama, pertunjukan musik dijadwalkan berlangsung hingga pukul 22.00 WIT. Sementara pada hari kedua (17 Oktober), pertunjukan dimulai pukul 15.00 WIT hingga penutupan.

Selain panggung musik, gelaran PRF XI juga diisi dengan peluncuran buku sastra karya Arnold Ap beserta pelelangan lukisan secara langsung (live painting) oleh para seniman asal Jayapura.

Pada acara penutupan, panitia berencana menyerahkan penghargaan Rekor MURI sebagai bentuk apresiasi dan perlindungan hak cipta atas karya-karya dari 36 band yang tampil.

Mengenai kedatangan para pengisi acara, Roberta menyampaikan bahwa mobilisasi musisi dan tamu undangan dari luar daerah sudah mulai berlangsung.

“Perjalanan para musisi sudah dimulai sejak 13 Oktober. Rombongan dari Manokwari berangkat menggunakan kapal laut, sedangkan teman-teman dari wilayah pegunungan Papua dan jajaran pemerintah dijadwalkan terbang pada 14 dan 15 Oktober. Perwakilan dari Paniai, Deiyai, dan Dogiyai juga mulai merapat pada tanggal 14, sementara rombongan dari Provinsi Papua diperkirakan tiba pada 16 Oktober pagi, juga dari daerah lainnya tentu akan tiba sebelum acara,” jelasnya.

Roberta juga memberikan informasi bagi warga yang ingin memberikan dukungan finansial pada penyelenggaraan acara, panitia turut menjual suvenir resmi berupa kaus dan jersey seharga Rp300.000-an yang dapat dibeli secara langsung di Sekretariat PRF, Jalan Manado (Asrama Kanguru), Nabire.

Mengingat arti penting acara ini bagi perkembangan industri musik di daerah, Roberta mengimbau seluruh pengunjung untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban bersama selama acara berlangsung.

“Papua Reggae Festival ini menjadi tolak ukur bagi musisi di Tanah Papua, khususnya dalam genre reggae. Kami mengimbau kepada seluruh pencinta reggae yang hadir besok untuk menjaga situasi tetap kondusif, tidak membuat kekacauan, dan menghindari tindakan anarkis agar acara dapat berjalan dengan baik. Acara ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita sendiri,” tegas Roberta.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PRF XI Nabire Siap Gaungkan Pesan Budaya, Isu HIV/AIDS, hingga Hutan Adat Bersama 36 Musisi

13 Oktober 2026 - 16:52 WIT

Gelaran Roots Show di Nabire: Musisi Reggae Gaungkan Pesan Perdamaian dan Ajakan Sukseskan PRF-11

26 September 2026 - 15:17 WIT

Roots Show Sukses Digelar, PRF ke-11 Siap Bidik Rekor MURI 100 Lagu Daerah Pada Puncak Acara

26 September 2026 - 14:02 WIT

Rasta Vibe di Tepi Pantai! Roots Show Menuju PRF Ke-11 Siap Meriahkan Nabire Besok

24 September 2026 - 19:24 WIT

Panggung Bola Gembira Papua Tengah: Amoye Band dan Kanguru Akustik Apresiasi Ruang bagi Musisi Lokal

20 Juli 2026 - 17:03 WIT

Amoye Band Tampil Memukau di Festival Budaya Pelajar Papua Tengah: Musik sebagai Napas Persatuan

25 Juni 2026 - 15:47 WIT

Trending di Hiburan