Menu ✖

Mode Gelap

Budaya · 26 Sep 2026 12:23 WIT

Roots Show Sukses Digelar, PRF ke-11 Siap Bidik Rekor MURI 100 Lagu Daerah Pada Puncak Acara


Doc. Redaksi sasagupapua Perbesar

Doc. Redaksi sasagupapua

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Gelaran Roots Show Papua Reggae Festival (PRF) di Cafe Benji Beach pada Jumat (25/9/2026) berlangsung meriah. Mengusung tema “One Vibe, One People, One Love”, acara ini dihadiri masyarakat, deretan pejabat daerah, hingga perwakilan organisasi kepemudaan.

Selain menyuguhkan penampikan band-band lokal seperti KND Band, Black Curly Band, Yupiwo Band, GBS Band, Tigi Peku Band, One Heart Band, dan Amoye Band, acara juga diramaikan UMKM asli Papua, kuis, door prize, serta penggalangan dana menuju puncak acara PRF ke-11.

Ketua Panitia PRF ke-11, Ema Kristina Dogomo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung acara warm-up tersebut.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap teman-teman yang sudah hadir pada malam hari ini. Ini merupakan suatu bentuk dukungan bagi kami panitia,” ujar Ema Kristina Dogomo dalam sambutan penutupnya.

- Advertising -
- Advertising -

Ema mengatakan perhelatan musik ini bukan sekadar agenda milik panitia semata, melainkan milik seluruh masyarakat Papua Tengah.

“Event kita kali ini adalah event kita bersama. Ini bukan hanya milik panitia. Tetapi milik kita semua, kami sangat berterimakasih atas atensi dan kehadirannya,” ucapnya.

Menjelang puncak acara pada 17–18 Oktober mendatang di Nabire, Ema mengungkapkan antusiasme dari para musisi sangat tinggi. Panitia pun menargetkan pencapaian rekor khusus dalam penyelenggaraan tahun ini.

“Untuk event puncak tanggal 17–18 Oktober nanti, sudah terdata sekitar 34 band yang mendaftar dan kemungkinan masih bertambah. Kami dari panitia berupaya menciptakan rekor dan mendaftarkan karya teman-teman ke HAKI,” jelas Ema.

“Target kami adalah 100 lagu menggunakan bahasa daerah, sehingga ini bisa menjadi catatan rekor yang akan kami usahakan di Rekor MURI. Semoga pada saat event nanti kami bisa meraih rekor tersebut,” lanjutnya.

Rangkaian kegiatan menuju puncak PRF ke-11 masih akan terus berjalan dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Panitia telah menyiapkan sejumlah agenda pendukung, mulai dari aksi konvoi hingga peluncuran *merchandise* resmi.

“Rencananya tanggal 12 atau 13 nanti kami akan mengadakan konvoi bersama menyambut PRF. Panitia juga akan meluncurkan baju PRF ke-11 dengan harga terjangkau agar kita semua bisa mengenakannya saat puncak event nanti,” tutur Ema.

Mengenai lokasi pemusatan kegiatan dan akomodasi peserta dari luar daerah, pihak panitia berencana memusatkannya di area Cafe Benji Beach.

“Kami rencanakan kegiatan dipusatkan di sini. Terima kasih izinnya untuk Bang Def dan Pak Kepala Suku yang punya tempat. Teman-teman dari luar kabupaten akan kami fasilitasi di sini. Kami juga sangat membutuhkan kontribusi dan dukungan berkelanjutan dari teman-teman band di daerah seperti Deiyai, Paniai, dan Puncak, dan semua yang ada di Papua Tengah,” tambahnya.

Ema menutup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan demi mensukseskan perhelatan budaya dan musik reggae terbesar di tanah Papua Tengah tersebut.

“Salam menyala, salam kompak buat kita semua di Papua Tengah. Mari kita sukseskan event Papua Reggae Festival ke-11 di Papua Tengah!” pungkas Ema.

 

Penulis: Kristin Rejang

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rasta Vibe di Tepi Pantai! Roots Show Menuju PRF Ke-11 Siap Meriahkan Nabire Besok

24 September 2026 - 19:24 WIT

Jaga Tradisi dan Alam, DPMA Saifi-Yaben Gelar Sidang Adat Ke-II

21 September 2026 - 13:59 WIT

“Tanah Adalah Mama”: Pemuda Srer Pertahankan Hutan Adat dari Modernisasi

15 Agustus 2026 - 09:23 WIT

Hari Masyarakat Adat Sedunia, Donatus Mote: Tanah Adat Orang Asli Papua Harus Diselamatkan

9 Agustus 2026 - 17:46 WIT

KOTEKA Sukses Buat Acara Pagelaran Seni Budaya “Karya yang Bicara” di Pasar Sentral Mimika

9 Agustus 2026 - 13:59 WIT

Perayaan HUT Mambesak di Mapiduba: Menjaga Budaya di Era AI, Melawan Sekat Pemekaran – Menolak Eksploitasi Ekologi

6 Agustus 2026 - 11:44 WIT

Trending di Budaya